Laman

Kamis, 30 Juni 2011

Si Leher Beton Berulang Tahun

Jika menelusuri petinju-petinju hebat dunia, tentu nama Mike Tyson tidak akan terlewatkan. Petinju yang hari ini berulang tahun ke-45 itu begitu fenomenal sejak kemunculannya di ring tinju. Bahkan ia membukukan banyak rekor KO tercepat yang membuatnya ditakuti lawan. Ia juga tangguh terhadap pukulan lawan dengan kekuatan lehernya yang luar biasa sehingga mendapat julukan "Si Leher Beton".

Tyson lahir di Brooklyn, New York, AS pada 30 Juni 1966. Ia dibesarkan di sudut kota metropolitan yang dianggap paling keras di AS, yaitu Bronx. Ayahnya meninggalkan keluarganya ketika ia berusia 2 tahun. Ibunya meninggal ketika ia berusia 16 tahun. Sebelum meninggal sang ibu hanya melihat Tyson sebagai anak nakal yang sulit dikendalikan yang sampai kini masih disesalkan Tyson karena ia gagal memberikan bukti kalau ia bisa sukses.

Masa kanak-kanak Tyson memang kelam. Hidupnya penuh perkelahian. Ketika berusia 9 tahun ia pernah berkelahi dengan remaja berusia 15 tahun, yang mengganggu burung merpati peliharaannya. Tak dijelaskan apakah Tyson memenangkan perkelahian itu. Namun kejadian tersebut menggemparkan Bronx, karena Tyson berani melawan orang yang lebih besar tubuhnya, lebih tua, dan lebih lebih lagi ditakuti di daerah itu.

Sejak saat itu perkelahian menjadi bagian hidupnya. Ia pun berkali-kali berurusan dengan polisi karena perkelahian maupun tindakan kriminal. Maka, di usia belasan tahun, ua dimasukkan ke sekolah penanggulangan anak nakal di New York. Di sekolah itu ia bertemu legenda tinju Muhammad Ali yang suatu kali mengunjungi sekolahnya untuk memberi penyuluhan.

Pengalaman tersebut melahirkan keinginan luar biasa untuk mengikuti jejak para juara tinju kelas berat. Namun ia tak menemukan jalannya. Tyson malah makin brutal di jalanan sampai-sampai polisi kembali menangkapnya dan memasukkannya ke sekolah khusus anak nakal bernama Tryon School di Johnstown, New York. Salah satu konselornya adalah Bobby Stewart, mantan petinju. Di sekolah inilah ia merenungi hidupnya dan menemukan bahwa satu-satunya peluang untuk sukses baginya hanyalah tinju.

Selain mendapat tempaan dari Bobby, Tyson juga membaca buku-buku legenda tinju dan mempelajari tekniknya sendiri. Begitu antusiasnya sampai-sampai jam 3-4 pagipun staf sekolah sering memergoki Tyson berlatih tinju sendiri. Karena melihat bakat dan semangat juangnya yang tinggi, Bobby bersedia memperkenalkan Tyson (yang pada waktu itu berusia 15 tahun) pada pelatih tinju terkenal Cus D'Amato. Di tangan pelatih inilah karier bertinju Tyson berkembang.
 
Tyson (kanan), in action

Hasilnya, Tyson dua kali meraih medali emas "Olimpiade Junior" pada tahun 1981 dan 1982. Tahun 1985, ia mulai menapaki dunia profesional dan menjalani 15 kali pertarungan yang seluruhnya ia menangkan. Tahun 1986 ia bertinju 12 kali yang juga semuanya ia menangkan. Pada tahun inilah ia menantang juara dunia kelas berat Trevor Berbick yang ia kalahkan dalam dua ronde. Tysonpun jadi juara dunia termuda saat usianya 20 tahun pada 22 November 1986. Luar biasa!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut