Laman

Jumat, 29 April 2011

Juara Gulat Meski dengan Satu Kaki

Pemandangan ini menegangkan. Seorang juara gulat nasional Amerika Serikat, Matt McDonough, mengikuti upacara pembukaan pertandingan final dengan gelisah pada akhir Maret lalu. Ketika lagu kebangsaan negaranya dikumandangkan ia tampak tak sabar ingin melakukan pertandingan dan memenangkannya. Terlihat, ia sangat berambisi untuk mempertahankan gelar juara kompetisi gulat nasional tingkat perguruan tinggi di Amerika Serikat (AS)-- yang lebih dikenal sebagai National Collegiate Athletic Association (NCAA).
Lawannya adalah Anthony Robles yang tampak sama tegangnya dengan Robles. Lelaki muda ini tak seperti McDonough. Saat khidmat mendengarkan lagu kebangsaan ia berdiri dengan ditopak kruk. Ya, atlet gulat ini memang hanya memiliki satu kaki karena sejak lahir ia tak punya kaki kanan sehingga untuk berdiri diperlukan kruk. Meski penampilan Robles meyakinkan di kejuaraan ini (bahkan bisa mencapai babak final), hampir sulit membayangkan ia bisa mengalahkan juara bertahan McDonough yang punya reputasi baik.

Akhirnya pertandingan final pun dimulai. Robles yang hanya memiliki satu kaki langsung merunduk dengan menumpukan badannya pada lutut kiri di lantai, gaya khasnya. Kuda-kudanya dianggap pelatihnya sebagai kuda-kuda terkuat saat ini di kelas 125 pound (87,5 kg).Kedua pegulat itu pun segera terlibat dalam pergumulan. Skor demi skor tercipta. Yang menarik, juara bertahan tak satu pun dapat skor hingga Robles unggul 7-0. Pertandingan berakhir dengan kemenangan Robles 7-1.

Kemenangan pegulat berkaki satu ini segera mengharu-biru Amerika. Kemenangan ini bahkan mengalahkan gegap gempita pertandingan olahraga lain dan menjadi kemenangan terbesar minggu itu. Seorang pahlawan lahir dari arena gulat! Ia telah berhasil menaklukkan ketidakmungkinan menjadi kenyataan. Nama Robles pun segera memenuhi surat kabar dan media elektronik AS. "Saya bermain gulat bukan karena ingin terkenal. Saya memainkan olahraga ini karena mencintai gulat," ujarnya pada ESPN.
 
Anthony Robbles

Kegembiraan itu kontras dengan perasaan Robles sebelum pertandingan. Ia mengaku sangat takut ketika akan memulainya. Ketika pertandingan dimulai, ia mengaku ingin menangis. Namun pertandingan harus berlangsung dan ia justru bisa menjalaninya dengan baik hingga memenangkannya dan membuatnya jadi juara nasional seperti yang didambakannya.

Lahir untuk Gulat


Robles lahir pada 20 Juli 1988. Meski tak memiliki satu kaki, Robles menolak menggunakan kaki palsu. Orangtuanya sebenarnya memberikannya kaki palsu namun saat usianya tiga tahun ia mencopotnya. Setelah itu ia lebih suka menggunakan kruk untuk berjalan. Justru dengan selalu mengandalkan satu kaki inilah kekuatannya terbentuk.

Pada saat duduk di kelas enam, ia mencatatkan rekor di sekolahnya karena ternyata bisa push-up paling banyak dibanding teman-temannya yang normal. Pada saat duduk di kelas delapan ia mulai belajar gulat. Pada awalnya hanya melihat saudara sepupunya bermain gulat, namun lama-kelamaan tertarik bermain gulat juga dan berlatih di sekolahnya. Tak lama kemudian ia ikut bertanding dan bahkan ikut kejuaraan gulat di negara bagian Arizona. Ia terus menang sampai membukukan rekor 46-0 baik di tingkat SMP maupun SMA. Hingga ia menyelesaikan SMA-nya dan membukukan rekor gulatnya dengan skor 129-15, catatan prestasi yang sangat menakjubkan.

Robles melanjutkan kuliah ke Arizona State University. Saat inilah ia membangun karier untuk menjadi juara gulat nasional. "Ibu saya bilang bahwa Tuhan membuat saya seperti ini (lahir dengan satu kaki) pasti punya alasan. Alasannya adalah gulat," ujarnya. "Saya tak melihat kehilangan satu kaki sebagai cacat. Orangtua saya membesarkan saya agar menjadi kuat dan mereka tidak pernah memperlakukan saya sebagai orang cacat. Sehingga saya percaya bahwa saya dapat melakukan apapun yang ada dalam pikiran saya. Saya menyuka gulat dan saya menikmatinya," paparnya.
 

Kemenangan dan sikap Anthony Robles itu menginspirasi banyak anak-anak muda di AS. Bahwa kekurangan tak selalu menjadi kekurangan. Tetapi bisa juga menjadi kekuatan. Ia membuktikannya dengan menjadi juara gulat nasional mengalahkan orang-orang beranggota tubuh normal dan kuat. Luar biasa!
 

"HAPPY BIRTH DAY" Hari Ini 95 Tahun Lalu: Ferrucio Lamborghini Lahir

Ferrucio Elio Arturo Lamborghini, "bapak" dari merek supercar ternama Lamborghini ini, lahir pada 28 April 1916 di sebuah desa kecil, di utara Italia. Setelah mengambil gelar insinyur mesin dan berjuang untuk negaranya pada Perang Dunia II, putra petani ini membuka usaha "reparasi traktor rusak" dengan menggunakan komponen bekas kendaraan militer. Dengan segera, ia menjadi pengusaha sukses.
Pada suatu hari di awal tahun 1960-an, Ferrucio membawa mobil Ferrari 250 GT miliknya ke pabrik Ferrari karena koplingnya ‘rewel'. Kepada sang owner perusahaan, Enzo Ferrari, Ferrucio menyampaikan keluhan dan pendapatnya tentang mobil itu. Tanpa disangka, ia mendapat tanggapan kurang enak. Enzo menudingnya sebagai orang lugu yang tidak tahu apa-apa tentang supercar, mobil mewah dengan performa tinggi (bertenaga besar dan melaju cepat). "Dinginkan kepalamu! Bukan mobilnya yang rusak, tapi kamulah yang tidak bisa menggunakannya," begitu kira-kira tanggapan si bos."Anak petani memang sepantasnya hanya mengemudikan traktor."
 

Ferrucio yang merasa tersinggung, bergegas pergi sambil bertekad untuk membuat sendiri supercar yang bisa mengalahkan Ferrari. Mulailah dia mencari orang-orang terbaik; antara lain mantan engineer Ferrari, Giotto Bizzarrini (untuk mendesain mesin V12 yang nantinya menjadi ciri khas kedahsyatan mobil lamborghini). Ferrucio juga memperkerjakan Franco Scaglione untuk mendesain bodi mobil yang menawan. Pada 1963, berdirilah Automobili Lamborghini S.p.A dengan logo banteng marah. Logo ‘banteng' dianggap sesuai dengan karakter mobil Lamborghini, kuat dan gesit; juga Ferrucio yang berada di bawah naungan zodiak Taurus.

Mobil pertama Lamborghini, "350 GTV" dipamerkan di Turin Motor Show pada akhir 1963 dan setahun kemudian, 350 GTV diproduksi massal dengan nama "350 GT". Hingga awal 1970-an, pabrik Lamborghini melahirkan berbagai jenis mobil Lamborghini yang luarbiasa: sang legendaris Miura, Islero, Espada, Jarama, hingga Countach (artinya: "mengagumkan") yang laris manis dan bergaya futuristik. Seiring berjalannya waktu, Lamborghini bisa berjalan sejajar dengan Ferrari dan menjadi salah satu pesaing terkuat di kelas supercar. “Ada perbedaan karakter antara Ferrari dan Lamborghini," sebut seorang penggemar mobil. "Ferrari lebih friendly untuk dikemudikan sedangkan Lamborghini, meskipun jarak pandangnya sempit dan koplingnya agak berat, namun mobil ini sangat enak saat dipacu kencang.”

Krisis minyak bumi pada 1973 membuat perusahaan Lamborghini mengalami krisis keuangan. Tujuh tahun kemudian, Lamborgini dijual ke Mimran Brothers, konglomerat Perancis di bisnis makanan. Dan pada April 1987, 100% saham Lamborghini beralih ke Chrysler yang kemudian memproduksi 2000-an model Diablo. Setelah sempat berpindah tangan ke Megatech (anak perusahaan Sedtco Group milik Setiawan Djody), kemudian V'Power (milik Tommy Soeharto) dan Mycom (perusahaan investasi Malaysia), kini pemiliki tunggal Lamborghini adalah Audi AG, anak perusahaan Volkswagen Group.
 
Contoh Lamborghini dengan desain terbaru
 
Ferrucio Lamborghini sendiri, meninggal pada 20 Februari 1993 di usia 76 tahun. Pada saat itu, ia telah mencapai pengakuan luas atas dedikasinya menciptakan supercar dengan desain eksotis yang mutakhir, yang menjadi simbol kekayaan.

Rabu, 06 April 2011

Demi Ibu, Berlayar Seorang Diri Sebelas Bulan

Bagaimana rasanya berlayar mengarungi Samudera Pasifik seorang diri selama hampir setahun? Tanyakan hal ini pada Rob Rama Rambini, lelaki Indonesia 53 tahun, yang sejak 30 tahun lalu menetap di AS.

Sejak Mei 2010, ia berlayar menggunakan kapal kecil SV KONA dari California menuju Bali. Ia menuju Pulau Dewata karena ibunya tinggal di sana. Dan karena alasan ingin bertemu ibunya itulah ia memberanikan diri berlayar menggunakan KONA, sebuah kapal kecil dengan panjang 12 meter. "Sebenarnya kapal saya ini terlalu kecil untuk perjalanan jauh. Tapi saya sangat ingin menemui ibu saya," ujarnya seperti dikutip Media Indonesia.
 

Rute yang ditempuh Rob terbilang ganas. Ia memulai pelayarannya dari Oakland, California, pada 8 Mei 2010. Kemudian menyeberang ke San Francisco. Dari kota inilah ia memulai perjalanan panjang menebus samudera luas. Hantaman ombak besar dialaminya setelah tiga hari lepas jangkar dari San Francisco. Badai besar itu sempat merobek layarnya. Karena layar robek, perjalanan San Francisco-Hawaii ia tempuh selama dua bulan. Ia sempat memikirkan dua pilihan, kembali ke San Francisco untuk mengganti layar atau meneruskan perjalanan hingga bertemu daratan terdekat di depan. Akhirnya ia memilih jalan terus hingga tiba di Hawaii.

Di negara bagian AS yang merupakan tempat kelahiran Presiden AS Barack Obama ini, ia mencari layar baru. Dari sana lalu menuju Kepulauan Solomon, Vanuatu, dan Port Moresby. Di ibu kota Papua Nugini ini. dia beristirahat sejenak sebelum menuju Bali.

Ia berangkat dari Port Moresby pada 12 November 2010 dan tiba di Bali pada 3 April 2011. Berarti perjalanan total dari California menuju Bali yang ditempuhnya berlangsung selama 10 bulan 27 hari. Lama perjalanan itu dan jarak yang ditempuhnya begitu jauh dan fenomenal sampai-sampai Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) memberikan penghargaan sebagai "orang Indonesia pertama yang berhasil mengarungi samudera seorang diri dari California (AS) ke Pulau Dewata".
 

Ketika tiba di Pelabuhan Serambi Mariana Benoa, Denpasar, Bali, Rob yang bernama asli Mahindra Wondowisastro disambut Direktur Jenderal Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar. Menurut Sapta, apa yang dilakukan Rob menggambarkan ketangguhan bangsa Indonesia sebagai pelaut ulung.

Rob juga menunjukkan semangat Indonesia yang luar biasa. Selain jarak tempuhnya yang begitu jauh, badai yang menerjang tak menghalanginya untuk terus berlayar. Bahkan ia rela makan nasi hanya seperempat kilogram dalam kurun waktu satu bulan terakhir agar bisa bertemu ibunya. Itulah satu prestasi yang baru diukir oleh salah satu putera Indonesia terbaik. Luar biasa!
 
Photos-credit: beritabali.com; detik.com

Selasa, 05 April 2011

Merajai Industri Kacamata Dunia karena Cinta Pekerjaan

Masa kecil yang kurang bahagia tak tergambar lagi di wajah Leonardo Del Vecchio, pengusaha Italia kelahiran Milan 22 Mei 1935. Sekarang, dunia menyebutnya sebagai penguasa industri kacamata dunia. Dari perusahaannya kini ia menggelontorkan 28 juta set kacamata untukmemenuhi permintaan dunia setiap tahunnya. Ia menguasai berbagai merek kacamata mulai dari Luxottica, Oakley, Prada, Versace, Chanel, Bvlgari, Ray Ban, dan sebagainya. Bagaimana ia memulainya?

Seperti banyak pengusaha sukses, ia memulainya dari kepahitan hidup di masa kecil. Del Vecchio dibesarkan oleh ibunya yang menjadi orangtua tunggal. Ayahnya meninggal lima bulan sebelum ia lahir. Karena tidak mampu, ibunya menitipkan dia ke panti asuhan saat Del Vecchio berusia tujuh tahun.

Masa kecil yang seharusnya penuh dengan dunia permainan tak bisa ia jalani seutuhnya karena ia harus bekerja sejak anak-anak. Del Vecchio bekerja sebagai tukang gravir medali di Milan. Ternyata bekerja seperti itu melahirkan kegemaran baru. Ia begitu antusias mengerjakan tugasnya bahkan bisa sampai larut malam. Kegemaran ini malah menumbuhkan kebiasaan yang terus ia pegang sampai kini. Ia selalu fokus pada pekerjaan yang dihadapinya.

Ketertarikannya pada desain logam terus ia kembangkan dengan cara belajar disain di Brera Academy of Art. Untuk membiayai sekolahnya ia bekerja di sebuah toko. Pada periode ini ia tertarik mempelajari pembuatan kacamata. Lalu ia menemukan peluang membuat komponen kacamata dari plastik untuk memasok sejumlah pabrik kacamata kecil.

Pada tahun 1961, dengan modal dari dua orang pelanggannya, ia pindah ke Agordo, daerah yang terkenal dengan kerajinan perhiasannya. Selanjutnya, ia mendirikan pabrik komponen kacamata yang lebih besar. Di sini, ia membuat komponen kacamata berbahan plastik dan logam dengan jumlah komponen yang lengkap. Ia mengembangkan usahanya di bawah payung Luxottica, perusahaan miliknya.
 
Del Vecchio dan perusahaannya

Menariknya, Del Vecchio tak pernah lelah belajar. Ketika produksi kacamata sudah komputerisasi ia juga balajar proses produksi yang serba praktis itu dan menerapkannya dalam perusahaannya. Dengan proses ini produksinya jadi efisien sehingga harganya bersaing. Ia juga selalu memperhatikan desainnya yang fashionable. Pada tahun 1967, Del Vecchio sudah bisa meluncurkan kacamata sendiri dengan merek Luxottica. Dari sinilah ia mulai mengembangkan bisnis kacamatanya. Bahkan industri komponen kacamatanya untuk memasok perusahaan lain sudah ia hentikan pada tahun 1971 dan konsentrasi di pembuatan kacamata sendiri.

Del Vecchio juga jeli menjalankan bisnisnya. Tahun 1974, ia mengakuisisi perusahaan distribusi kacamatanya. Dengan memiliki jaringan distribusi ini ia jadi menguasai industri kacamata dari hulu sampai hilir. Apalagi seiring berjalannya waktu ia terus mendekati perusahaan-peruahaan kacamata ternama agar mau memanfaatkan jaringan distribusinya.

Industri kacamatanya terdongkrak saat dunia demam Top Gun pada pertengahan tahun 1980-an. Dalam film tersebut, Tom Cruise mengenakan kacamata Ray Ban 3025. Kacamata itu pun jadi buruan penggemar Tom Cruise dan tentu saja jaringan toko kacamata Del Vecchio ketiban untung.
 
Tom Cruise mengenakan kacamata Ray Ban di film Top Gun

Kini, selain memproduksi kacamata untuk kalangan kelas atas sebanyak 28 juta set setahun, Del Vecchio juga menguasai jaringannya. Di bawah kekuasaannya merek-merek kacamata seperti Luxottica, Ray Ban, Vogue, Persol, Arnette, Killer Loop, Revo, Sferoflex, dan T3 ia pasarkan ke seluruh dunia. Sedangkan dalam hal produksi, Luxottica memproduksi kacamata atas lisensi Armani, Chanel, Ferragamo, Bvlgari, Byblos, Genny, Ungaro, Tacchini, Moschino, Web, Anne Klein, dan Brooks Brothers. Produk-produk kacamata ini diedarkan ke lebih dari 100 negara di dunia.

Kini anak yang sudah yatim ketika lahir ini dianggap sebagai raja industri kacamata dunia. Kunci suksesnya adalah ketekunan, mau belajar, fokus, dan bekerja penuh pengabdian. Sampai kini ketika usianya sudah lebih dari 70 tahun dan sukses, ia masih bekerja 14 jam sehari, suatu etos kerja yang patut diteladani!

Sabtu, 02 April 2011

Belajar Bijak dari Legenda Pelatih Olahraga Dunia

Atlet terbaik lahir dari tangan pelatih terbaik. Namun sering kali nama besar pelatih tertutupi oleh kecemerlangan atlet yang dilatihnya. Tak jarang pula orang tak mempedulikan siapa pelatihnya karena ada anggapan bakat sang atlet itulah yang membuatnya besar. Sedangkan pelatih hanya sebatas memberi arahan.
Namun orang sulit mengesampingkan John Robert Wooden, pelatih legendaris bola basket Amerika Serikat (AS). Pelatih yang telah mengantarkan University of California Los Angeles (UCLA) juara bola basket tingkat nasional AS sebanyak 10 kali (tujuh kali di antaranya berturut-turut) ini merupakan pelatih yang tiada tandingnya. Ia tak hanya menjadi pelatih terbaik di cabang bola basket, Wooden juga menjadi pelatih legendaris olahraga yang patut diteladani prinsip-prinsipnya oleh semua pihak. Dengan konsep kepelatihannya, filosofi kepelatihannya, dan prestasi tim-tim yang dicapainya, lelaki kelahiran Indiana, 14 Oktober 1910 (meninggal 4 Juni 2010), tak heran jika ia dinobatkan menjadi pelatih terbaik AS sebanyak enam kali.
 

Dalam hal prestasi, ia pernah membawa timnya empat musim tidak pernah terkalahkan yang merupakan rekor tersendiri. Ia juga membukukan rekor kepelatihan di mana selama 88 kali bertanding tak pernah kalah. Belum ada di dalam sejarah bolabasket AS prestasi seperti itu bisa ditorehkan kecuali oleh tim di bawah asuhannya.

Pencinta bola basket

Sewaktu masih kecil ia memiliki idola pemain bola basket bernama Fuzzy Vandivier dari Franklin Wonder Five yang menjadi pemain legendaris tingkat SMA di Indiana dari tahun 1919-1922. Ternyata mengidolakan pemain itu mendorongnya untuk menjadi pemain hebat di tingkat sekolahnya. Tak perlu lama, dengan antusias berlatih pada tahun 1924 ia berhasil membawa tim sekolahnya maju ke babak final kejuaraan nasional berturut-turut. Dan pada tahun 1927 ia sukses membawa sekolahnya menjadi juara nasional.

Atas prestasi itu Wooden bahkan menjadi pemain bola basket nasional untuk tingkat SMA. Ketika masuk ke Purdue University, Indiana, AS, ia menjadi andalan universitasnya selama empat tahun. Selama menjadi pemain amatir tingkat mahasiswa ini ia beberapa kali menjadi tim nasional AS. Bahkan pada tahun 1932, Wooden dinobatkan sebagai College Basketball Player of the Year dan pencetak skor tertinggi pada tahun 1933.
 

Setelah lulus, ia sempat bermain di liga profesional Indianapolis Kautskys (klub ini kemudian berganti nama menjadi Indianapolis Jets), Whiting Ciesar All-Americans, dan Hammond Ciesar All-Americans. Selama menjadi pemain dalam periode ini ia merangkap jadi pelatih basket di sejumlah SMA. Bahkan setelah mundur sebagai pemain profesional, ia melanjutkan melatih tim SMA dengan rekor 218 menang dan hanya 42 kali kalah dalam 12 tahun karier pelatihnya di tingkat SMA.

Mulai tahun 1946, Wooden menangani tim bola basket Indiana State University hingga tahun 1948 sebelum kemudian pindah ke UCLA. Di UCLA-lah prestasi kepelatihannya mencapai prestasi tertinggi. Itu pun tak serta merta. Sejak mulai menangani tim basket kenamaan asal Los Angeles ini tahun 1948, prestasi terbaik baru bisa diraihnya tahun 1964. Dan setelah itu, ia mendominasi kompetisi bola basket tingkat universitas di AS hingga tahun 1975. Dalam kurun waktu 12 tahun ia menjuarainya sebanyak 10 kali, bahkan tujuh di antaranya secara berturut-turut. Timnya hanya gagal juara pada tahun 1963 dan 1974. Dengan prestasi kepelatihan seperti itu pantas jika ia menjadi pelatih bola basket legendaris, tak hanya di AS tetapi juga di dunia.

Prinsip kepelatihan yang bijak

Apa prinsip kepelatihan Sang Legenda? Ada sejumlah kata-kata bijak kepelatihannya yang pantas dicermati. Lima di antaranya sebagai berikut:

• Jangan biarkan apa yang tak dapat Anda lakukan mengganggu apa yang dapat Anda lakukan.
• Anda tidak bisa membiarkan pujian atau kritik mempengaruhi Anda. Jika salah satunya terjadi berarti itu kelemahan Anda.
• Memenangkan (suatu pertandingan) membutuhkan bakat, tapi untuk mengulang (kemenangan itu) membutuhkan karakter.
• Gagal itu tidak fatal, tapi gagal mungkin akan memberi perubahan.
• Jangan mengukur diri sendiri dengan apa yang telah dicapai, tetapi dengan apa yang harus Anda capai dengan kemampuan Anda.

Pengikut