Laman

Minggu, 27 Februari 2011

Cinta: Kunci Menuju Kehidupan yang Penuh Daya< = >E=MC2,

Ketika memperkenalkan rumus E=MC2, Albert Einstein secara radikal telah mengubah pandangan kita tentang hukum-hukum alam yang mengatur cara dunia bekerja. Mengapa persamaan matematika yang sederhana ini begitu termasyhur sehingga orang awam pun mengenalinya?

Dalam persamaan ini dikatakan bahwa "energi sama dengan massa dikali kecepatan cahaya pangkat dua." Apakah Anda sudah paham? Dalam rumusan tersebut, energi (pikiran) berada dalam satu persamaan dengan massa (benda) dan kecepatan cahaya (gerakan). Dalam persamaan tersebut, energi dan benda bisa dirumuskan bolak-balik. Einstein meruntuhkan pemikiran yang sudah berusia berabad-abad dan menciptakan terobosan di dinding. Dengan kata lain, Anda bisa menciptakan sesuatu dari yang tidak ada (energi) menjadi ada (benda). Pikiran juga memiliki energi. Dengan kata lain, pikiran menjadi wujud. Apa yang Anda pikirkan secara konsisten bisa mewujud ke dalam realitas fisik (benda).

Rumus Einstein berujung pada: "Segala Sesuatu adalah Energi".Di bawah mikroskop yang sangat besar, sebuah batu, sebuah planet, segelas air, tubuh Anda, segala sesuatu yang bisa Anda sentuh, cicip, atau cium, semuanya terbuat dari molekul-molekul, yang terbuat dari atom-atom, yang terbuat dari proton, elektron dan neutron, yang terbuat dari kuanta, yang terbuat bukan dari apa-apa kecuali paket-paket energi yang bergetar.

Setelah dua puluh tahun dari penemuan Einstein, terjadi revolusi lain dalam pandangan dunia fisika kuantum. Seorang fisikawan Denmark, Niehl Bohr dan muridnya, Werner Heisenberg, menemukan bahwa pada skala sub atom, realitas bukan terbuat dari substansi yang padat, tapi dari medan-medan potensialitas. Sebuah partikel akan mengambil karakteristik spesifik sebuah "benda"material, hanya ketika partikel itu diukur dan diamati.

Kesimpulannya adalah: tindak pengamatan mempengaruhi perilaku partikel-partikel ini. Setiap kali para ilmuwan mencari sebuah elektron, sebuah elektron akan muncul, tepat di tempat mereka mengharapkannya. Tidak masalah apakah orang yang melakukan pengamatan itu adalah seorang ilmuwan atau seorang tukang becak. Bahkan tidak lama kemudian ditemukan bahwa sekedar niat untuk mengukur partikel-partikel saja, tanpa benar-benar melakukannya, tetap akan mempengaruhi partikel-partikel itu. Tiba-tiba tindakan subjektivitas kesadaran telah menjadi wujud esensial yang nyata.

Di sinilah fisika kuantum bersilangan dengan kepentingan Anda. Apa yang ditemukan para fisikawan berkaitan erat dengan bagaimana Anda dapat menciptakan kehidupan impian Anda. Berikut ini adalah ringkasan kesimpulan dari rumusan tersebut:

Segala sesuatu dalam dunia fisik terbuat dari atom-atom.
Atom-atom terbuat dari Energi yang bergetar.
Dan Energi terbuat dari kesadaran (pikiran).
Kesadaran ada di mana-mana.
Potensi kesadaran tidak terbatas.
Kenyataan berubah sesuai keadaan kesadaran yang berbeda.


Dengan demikian, energi membentuk seluruh realitas Anda. Cara Anda berpikir mulai mengatur energi menjadi bentuk. Kesadaran cinta merupakan bentuk energi terkuat. Hukum tarik-mrnarik (Law Of Attraction) beroperasi pada energi yang bergetar. Berdasarkan hukum itu, apa yang benar-benar Anda cintai, entah itu benda atau sebuah aktivitas, Anda akan cenderung mewujudkannya dalam jumlah besar ke dalam pengalaman hidup Anda.

Inilah kabar fantastisnya, hukum tarik-menarik adalah soal kemelekatan. Anda dapat melekatkan apapun yang Anda cintai ke diri Anda dengan menemukan berbagai hal yang Anda cintai pada diri orang lain. Bila Anda merasa senang dengan keberuntungan orang lain, keberuntungan tersebut akan melekat kepada Anda. Bila Anda mengagumi dan menghargai apa pun pada diri orang lain, Anda sedang melekatkan kualitas-kualitas itu pada diri Anda.

Anggaplah dunia ini sebagai katalog Anda, bila Anda memahami kekuatan cinta, maka memperhatikan, mencintai, dan menghargai apa pun yang Anda inginkan, adalah tugas seumur hidup Anda untuk meningkatkan kualitas hidup.

Pelajaran Berharga Yang Sederhana

Pelajaran Berharga Yang Sederhana
Kesederhanaan seringkali diidentikkan dengan ketertinggalan, kenaifan, ketinggalan jaman bahkan kebodohan. Padahal kalau kita mau jeli, nampaknya memang sama tapi sesungguhnya sangat berbeda.
Kesederhanaan dalam Bahasa Inggris adalah simplicity yang menurut kamus Encarta mempunyai definisi, being simple (a lack of complexity, embellishment or difficulty) dan simple thing (a simple quality or thing). Secara umum dapat diartikan sebagai menjadikan sederhana, mengurangi kompleksitas dan kesulitan atau sesuatu yang sederhana.
Saya teringat kembali tentang kesederhanaan, ketika beberapa waktu yang lalu berbincang-bincang dengan ayah yang berasal dari sebuah desa di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah, tepatnya di wilayah Kabupaten Cilacap.
Orang tua penulis dulunya adalah seorang petani penggarap yang miskin di kampung, walaupun konon dahulu adalah keturunan orang kaya karena merupakan anak dari seorang kepala desa, tetapi entah bagaimana ceritanya sehingga hidupnya pada masa-masa awal berumah tangga menjadi sengsara.
Sampai suatu saat ketika saya masih kanak-kanak, orang tua saya beralih profesi menjadi seorang pedagang di pasar. Mula-mula saya tidak mengerti bagaimana sejarahnya, bahkan sampai saya berkeluarga serta menjadi ayah dari dua orang anak. Saya baru tahu asal-muasalnya ketika saya berbincang-bincang dengan beliau tentang motivasi usaha.
Awal mula beliau termotivasi untuk menjadi seorang pedagang ternyata hanya karena mendengar cerita seorang tetangga yang kebetulan seorang pedagang di pasar. Si tetangga bercerita dengan bangga bahwa dia bisa makan tahu (makanan yang terbuat dari kedelai) sepuas-puasnya setiap hari dari hasilnya berdagang. Ayah yang kebetulan hidup susah bersama istri dan tiga orang anak kecil yang masing-masing hanya terpaut dua tahun, bisa makan sehari tiga kali asal ada nasinya saja sudah untung. Mendengar itu tergugahlah motivasinya untuk berwirausaha supaya bisa makan enak (tahu sudah dianggap sebagai makanan enak) setiap hari.
Sejak saat itu ayah bercita-cita (visi) menjadi pedagang supaya bisa makan tahu setiap hari sampai bosan. Dan dengan berbagai cara cita-cita itu beliau wujudkan mulai dari nol. Sedikit demi sedikit memupuk modal, dari tadinya pedagang kecil di pasar sampai mengontrak tanah untuk dibangun kios kecil. Sampai akhirnya membeli tanah tersebut dan membangun toko yang cukup besar untuk ukuran di kampung.
Sekarang saya baru mengerti mengapa dahulu setiap pagi di meja makan kami selalu terhidang “tahu” dengan berbagai versi, dari sekedar di goreng, di oseng, di masak dengan kuah atau bahkan di sambal. Dan setiap pagi saya dengan setia menunggu penjual tahu lewat di depan rumah, membelinya dan turut memakannya hingga saya sendiri menjadi keranjingan tahu.
Ternyata itu adalah visi ayah saya (walaupun beliau tidak tahu apa itu visi) yang sederhana tetapi terbukti berhasil dicapai. Memang benar bahwa ayah berpendidikan rendah, hidup di desa, miskin dan kurang pergaulan dengan kaum intelektual tetapi visi beliau yang sederhana ternyata memudahkan beliau untuk merealisasikannya.
Lain cerita jika pada saat itu ayah bercita-cita punya tanah luas, mobil, pendidikan anak yang tinggi, belum tentu mampu beliau capai. Bukan apa-apa, tetapi itu jelas sangat tidak sederhana untuk dicerna oleh pemikiran beliau yang sangat terbatas pada saat itu. Sekarang hal-hal tersebut diatas sudah beliau raih, tetapi melalui sebuah visi yang sederhana, yang mudah dipahami dan mudah pula di realisasikan.
Siapa bilang kesederhanaan identik dengan ketinggalan jaman? Bahkan seharusnya kesederhanaan (berfikir, berbicara dan bertindak) adalah ciri intelektualitas. Ada benarnya ungkapan dalam Bahasa Inggris (walaupun terdengar kasar) yang mengatakan Keep It Simple Stupid (KISS).

Sabtu, 19 Februari 2011

Rahasia Keberhasilan Lady Gaga

Sebagian besar dari kita pasti kenal dengan multi-talented singer, songwriter dengan sentuhan seni luar biasa: Lady Gaga (23 tahun). Banyak kontroversi terjadi sejalan dengan ketenaran Lady Gaga yang semakin melejit. Komentar yang positif ataupun negatif pun menyelimuti kepopulerannya.




Dalam artikel ini, kita akan coba melihat rahasia di balik kesuksesan penyanyi kelahiran New York, AS ini.

1. Find What You Want
Sewaktu kecil Lady Gaga sering bernyanyi bersama mini tape recorder yang dia miliki. Hits favoritnya berasal dari Michael Jackson, Cyndi Lauper, Rolling Stones, dan The Beatles. Selain bernyanyi, dia juga suka menari di manapun dia berada.

Lady Gaga melihat dan menyadari passion (gairah) yang dimilikinya, dan berusaha mengembangkan potensi yang dimilikinya semaksimal mungkin.

"I was always an entertainer," begitu katanya, seperti dikutip dari LadyGaga.com.

2. Be Yourself
Selain musik yang enak didengar, kepopuleran Lady Gaga diraih dengan Fashion dan Art yang dia tampilkan. Lady Gaga tidak menutup atau menipu dirinya sendiri dengan menjadi orang lain, tetapi dia bangga atas karya seni yang ditampilkan melalui fashion-nya.

3. Be Positive
Lady Gaga tidak berhenti begitu saja setelah dia mendapat keluhan, komentar negatif, ataupun ejekan. Tetapi sebaliknya, dia mengambil hikmah atas keluhan-keluhan tersebut dan menghasilkan karya-karya yang lebih luar biasa.

4. Never Stop Learning
Lady Gaga mengungkapkan bahwa dia selalu belajar bagaimana caranya untuk survive sebagai artis, apa adanya, dan menghadapi kegagalan, dan setelah itu memikirkan apa yang bisa dibagikan ke dunia dengan ciri khasnya.

Dengan segala usaha dan perjuangannya, Lady Gaga sukses meraih peringkat pertama di Kanada, Austria, Jerman, Irlandia, dan juga Billboard Top Electronic Albums Chart, melalui album debut pertamanya, "The Fame"(2008). Hingga kini, ia masih tetap eksis dalam industri musik. Ia bahkan telah mendapat dua penghargaan Grammy, penghargaan paling bergengsi bagi para pekerja industri musikdi Negeri Paman Sam.

Teman-teman, kita semua dapat melihat dan mencontoh rahasia kesuksesan Lady Gaga ini dalam bisnis, sekolah, pekerjaan, dan kehidupan kita. Tentu, terapkan sesuai dengan situasi dan kondisi. Tak lupa, yang terpenting kita selalu berdoa, minta ridho kepada Yang Di Atas. Tanpa ridho-Nya, sia-sialah segala usaha kita!

Pulang Kembali dan Jadilah Suci

Setiap tahun kita merayakan Idul Fitri. Dan setiap tahun kita disuguhi kabar-kabar tentang mudik yang semakin hari semakin meningkat, baik jumlah populasi orang, kendaraan maupun tingkat kerawanan.

Meningkatnya jumlah populasi pemudik baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun umum, membuka peluang tersendiri bagi orang-orang tertentu yang segera dapat menangkapnya. Ada perusahaan-perusahaan besar yang langsung menangkap peluang tersebut dengan membuka pos-pos tertentu di tititk-titik keramaian untuk menawarkan barang-barang dan jasa yang dikelolanya. Ada juga orang-orang kecil yang menangkap peluang tersebut dengan membuka kios-kios atau jasa tertentu baik itu tempat peristirahatan sekadar untuk melepas lelah, atau menjual makanan minuman penghalau lapar dan dahaga. Bahkan anak-anak kecil pun mampu menangkap peluang tersebut. Mereka terjun untuk meraup receh dengan menjual jasa membersihkan kendaraan-kendaraan yang berhenti pada perempatan atau di tempat-tempat tertentu, baik itu kendaraan beroda 4 atau roda 2. Semua itu sah-sah saja dan baik adanya.

Semakin dekat dengan Lebaran, nampaknya hampir semua orang semakin sibuk. Media massa semakin sibuk mengabarkan informasi di sekitar dan yang berkaitan dengan kegiatan yang tiap tahun telah menjadi semacam "ritual" itu. Para pemudik sibuk dengan berbagai macam persiapan dan pelaksanaan mudik. Bahkan kita saksikan betapa banyaknya pemudik yang rela menunggu, berlelah-lelah, berdesak-desakan dan berebut kendaraan umum yang akan membawa mereka ke daerah tujuan.

Mengamati kegiatan dan kesibukan menjelang, selama dan sesudah Lebaran kita diingatkan kembali bahwa bangsa kita masih sangat menghargai tradisi. Kita senantiasa diingatkan kembali untuk pulang kembali kepada kesadaran dan menjadikan diri kita suci, fitri, seperti sediakala kita diciptakan. Kita diingatkan lagi apakah persiapan kita semakin layak untuk pulang kembali ke tanah air keabadian dalam kondisi yang fitri itu.

Mungkin kita pernah mendengar istilah "Forgiven but not forgotten". Artinya memaafkan tapi bukan melupakan. Hal ini mengandung dua pendapat. Pendapat pertama beranggapan kalau sudah memaafkan harusnya ya dilupakan. Bukankah memaafkan berarti tidak mempersoalkannya walau hanya dalam hati? Pendapat kedua meyakini, memaafkan memang harus dilakukan tapi melupakan, nanti dulu. Rasa sakit itu masih terasa.

Ada sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi tanpa dengan berkata-kata, dia menulis di atas pasir: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis. Di sana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di atas batu?"

Sambil tersenyum temannya menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin".

Jika kita sadari benar, memendam luka atas kesalahan orang lain akan membuat jiwa seakan terikat belenggu kekesalan, kemarahan, kesakitan yang lambat laun menjadikan lemahnya hati untuk merdeka. Bagaikan selembar kertas putih, kita membiarkan tinta-tinta hitam kegeraman hati menitikkan noda-noda di hamparan kesuciannya. Memang tak mudah melupakan luka yang begitu membekas di lorong-lorong jiwa kita, terlebih kalau hal itu begitu menyakitkan. Tetapi apakah kita akan terus membiarkan hati dihantui perasaan kecewa dan sedih hingga keresahan hadir mengelilingi alam pikiran dan tindakan kita?

Berusahalah untuk mengikis perlahan kristal-kristal hitam kekecewaan dengan membuka sedikit-sedikit pintu maaf untuk orang lain. Biarkan keikhlasan hati menelurusi lorong-lorong jiwa tanpa tersendat menuju kebersihan hati..

Ribuan maaf bisa kita mohonkan, tetapi mengapa satuan maaf tidak dapat kita berikan? Semoga di hari yang Fitri ini kita dapat pulang kembali pada kesadaran hakiki dan menjaga kesucian hati.

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia... ALLAH tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih... ALLAH sudah menghitung airmatamu.

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja... ALLAH sedang menunggu bersama denganmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon... ALLAH selalu berada di sampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi... ALLAH punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan... ALLAH dapat menenangkanmu.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan... ALLAH sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur... ALLAH telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban... ALLAH telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi... ALLAH sudah membuka matamu dan memanggil dengan namamu.

Ingat bahwa di mana pun kau atau ke mana pun kau menghadap... ALLAH TAHU.

Sahabat, selama dua belas bulan dalam kebersamaan, tentulah ada gesekan, benturan dan ketidaknyamanan. Namun semua itu marilah kita tempatkan dalam kerangka pendewasaan dan pengembangan pribadi kita. Oleh karena itu, di fajar hari yang fitri ini, dari lubuk hati yang paling dalam kami ucapkan,

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1431 H. Mohon Maaf Lahir Batin.

Marilah memulai hari baru dengan semangat Idul Fitri!

Yu Yuan; "Aku Pernah Datang dan Aku Sangat Patuh"

Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, seorang pemuda miskin di China yang hidup sendiri menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah pemuda tersebut menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.

Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Pemuda tersebut berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati pemuda tersebut memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, "saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan". Kemudian pemuda tersebut memberikan dia nama Yu Yan.

Tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.

Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus
menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.

Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya di ceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.

Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.

Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa.

Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisaduduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang
keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.

Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000 $. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.

Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. "Papa saya ingin mati". Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, "Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati". "Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini."

Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: "Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini". Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar.

Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin. Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secaradetail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng.

Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini". Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.

Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese di dunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.

Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan.

Ada seorang teman di-email bahkan menulis: "Yu Yuan anakku yang tercinta saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta."



Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu Yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu.

Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perermpuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.

Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang baik". Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telahberjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahandipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.

Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.

Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: "Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik hati". Yu Yuan kemudia berkata : "Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati". Wartawan itupun menjawab, "Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik". Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. "Tante ini adalah surat wasiat saya."

Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.

Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong,..... ..
Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang- orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. "Sampai jumpa tante, kitaberjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakana ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh". Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.

Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain.

Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah.. ......... ...." demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.

Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.

Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh" (30 nov 1996- 22 agus 2005).

Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku.

Perisai Cinta

Anda dapat menjalani kehidupan yang menyenangkan dan selama-lamanya terlindung dari segala marabahaya; demikianlah caranya Anda menjadi kekuatan positif ketika keadaan kelimpahan dan keselarasan tertarik kepada Anda. [Charles Haanel, tokoh Pemikiran Baru/New Thought - 1866-1949]

Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Emma Curtiss Hopkins, penulis "Resume", diceritakan tentang kejadian ajaib yang tercatat dalam arsip Institusi Hukum Negara Bagian Amerika. Artikel itu menceritakan tentang kejadian beberapa puluh tahun yang lalu, mengenai seorang pria yang telah melakukan kejahatan pembunuhan dan dijatuhi vonis hukuman gantung.

Dalam selang waktu diantara penjatuhan hukuman dengan eksekusi pelaksanaannya, ia mendapatkan pencerahan tentang kekuatan cinta Tuhan. Ia meyakini sepenuhnya bahwa Tuhan akan mengampuni dan membebaskannya.


Pada saat eksekusi dilakukan, para petugas menjadi bingung dan terkejut karena pria ini tidak bisa digantung, pada saat dibawa ke tiang gantungan, tempat pijakannya, yang seharusnya terjungkal dengan beban yang ringan sekalipun, menjadi kokoh ketika pria ini memijakkan kaki di atasnya. Mereka mencoba lagi berkali-kali dan terus tanpa hasil, akhirnya pria ini dibebaskan.


Kekuatan cinta kasih ternyata melampaui hukum tabur dan tuai. Tak peduli seberapa buruk pelanggaran, bisa dihapuskan dari pikiran beserta konsekuensi hukuman yang menyertainya. Rasa haus dan lapar yang besar akan kasih dan damai Tuhan, sangat berkuasa untuk menghapus semua hasil yang negative dan destruktif.


MENJADI TIDAK BISA DISAKITI


"Ketika seseorang teguh pantang menyakiti orang lain, semua makhluk hidup akan berhenti merasakan permusuhan di hadapannya."
Patanjali


Teguh menyangkal kekerasan dalam pikiran dan tindakan akan menciptakan suasana di mana semua kekerasan dan permusuhan sirna karena tidak berbalas. Pernyataan Patanjali "pantang menyakiti" ini mencakup bukan saja perbuatan nyata tetapi juga pikiran-pikiran iri, menghakimi, dan melukai dengan cara apa pun.


Memperoleh kesadaran untuk bersikap teguh pantang berpikiran buruk merupakan sarana ampuh untuk mengakses energi terbesar dan ampuh bagi penyelesaian masalah apapun.


Penyebabnya adalah mental dan hukum tarik-menarik. Kebanyakkan orang ketika membaca tentang kecelakaan kereta api, bencana alam, kejahatan perang, dan sebagainya, mereka akan berpikir bahwa semua itu terjadi karena faktor kekuatan luar yang datang entah dari mana dan melukai orang-orang yang tidak bersalah sama sekali, tetapi kebenarannya adalah: kondisi mental dan bencana memiliki korelasi karena berasal dari frekuensi yang sama.


Tidak ada apapun yang terjadi kepada Anda apabila tidak sesuai dengan pemikiran terdalam dan dominan Anda, karena berdasarkan hukum tarik-menarik: semua kejadian apa pun datang kepada Anda karena ditarik secara magnetis oleh pikiran Anda. Pikiran Anda adalah energi yang akan menarik apa pun yang Anda fokuskan.


Pikiran tersebut tidak harus secara spesifik akan tetapi sejenis. Hanya ada dua jenis pemikiran yaitu Penyatuan dan Pemisahan. Cinta Kasih, Damai Sejahtera, Syukur, Sukacita berada dalam satu frekuensi (pikiran induk penyatuan), sedangkan kebencian, rasa takut dan rasa bersalah berada dalam satu frekuensi (pikiran induk pemisahan). Silakan Anda memilih mau berada pada frekuensi yang mana.


Orang yang berada dalam frekuensi pikiran induk penyatuan: Cinta Kasih, Damai Sejahtera, Syukur, dan Sukacita, akan dijauhkan dari pengalaman tidak menyenangkan yang bisa melukai atau mencederai, sebagaimana air dan minyak saling menolak. Berdasarkan hukum alam universal, pikiran dan perasaan Cinta Kasih yang mendalam, akan saling menolak dengan pengalaman yang tidak menyenangkan seperti bencana, kecelakaan, dan kejahatan.


Percayalah akan kebenaran-kebenaran dari hukum alam ini, dengan memilih pikiran-pikiran induk penyatuan, Anda akan memiliki "perisai yang tidak terlihat" sehingga bisa terlepas dari segala kemalangan.

Minggu, 13 Februari 2011

Jane Goodall: Hidup di Hutan Demi Simpanse




Perempuan dan simpanse tentunya merupakan pasangan yang tak sebanding. Tetapi jika itu dikaitkan dengan Jane Goodall, akan muncul kisah cinta sejati. Jane Goodall begitu mencintai simpanse. Binatang primata ini pertama kali dikenalnya ketika ayahnya yang seorang pengusaha menghadiahinya sebuah boneka dengan ukuran dan bentuk layaknya simpanse sebenarnya

Ibunya, seorang novelis Inggris, semula menganggap boneka itu akan menakut-nakuti Jane kecil. Namun kenyataannya malah membuat Jane jatuh cinta pada hewan ini. Gara-gara boneka itu, Jane yang dilahirkan di Inggris pada 3 April 1934, masa kecilnya dikuasai mimpi-mimpi untuk hidup di hutan seperti Tarzan, tokoh fiksi yang paling disukainya.Mengetahui impian Jane, ibunya malah mengatakan, "Kamu akan bisa melakukan apapun yang kamu rancang dalam pikiranmu."
Nyatanya impian itu benar-benar datang saat Jane berusia 22 tahun. Saat itu Jane bekerja di sebuah studio film di London. Temannya di Kenya, Clo, mengundangnya datang ke Afrika. Sayangnya ia tak punya uang. Agar segera bisa mewujudkan mimpinya, ia harus bekerja keras mengumpulkan uang. Karena itu setiap malam ia bekerja sebagai pramusaji restoran dan menabung uangnya di bawah karpet di kamar tamu rumahnya.

Pada tahun 1957, setahun kemudian, ia berlayar menuju Kenya menggunakan uang hasil tabungannya itu dan tiba di Mombasa pada 2 April. Ia langsung merasa betah. Hanya saja untuk tinggal lama ia butuh pekerjaan. Beruntung temannya menyarankan agar Jane menelepon seorang arkeolog Kenya keturunan Inggris bernama Louis Leakey, siapa tahu dapat pekerjaan. Jane meneleponnya dan berpura-pura tertarik untuk mendiskusikan soal simpanse.

Akhirnya mereka bertemu. Louis kagum pada ketertarikan Jane akan binatang liar Afrika terutama pengetahuannya yang tinggi akan simpanse. Karena itu ia segera mengangkatnya jadi asisten dan mengirim Jane pada suatu proyek penelitian simpanse di Tanzania. Sejak itulah Jane terlibat dalam kehidupan hutan Afrika.
 
 
Karena latar belakang pendidikan Jane bukan perbinatangan, Louis beberapa kali mengirim Jane untuk belajar primatologi (ilmu yang mempelajari primata seperti monyet, simpanse, dan sejenisnya) dan etologi (ilmu perilaku hewan) di beberapa tempat, termasuk mengirimnya kembali ke Inggris. Bahkan Jane bisa belajar dan meraih PhD di bidang etologi dari Cambridge University tanpa perlu meraih gelar BA atau B.Sc dulu. Tahapan itu ganjil tapi itulah yang diperoleh Jane atas bantuan Louis.
 
Setelah itu Jane jadi ahli primatologi dan etologi terkenal dunia dan tinggal di hutan Tanzania hingga sekarang. Ia juga memprakrasai pendirian Jane Goodall Institute, sebuah lembaga nonprofit yang menangani konservasi simpanse dan binatang lainnya di Afrika. Atas prestasinya itu PBB bahkan mengangkatnya menjadi Duta Perdamaian PBB.

Pengikut