Laman

Jumat, 05 Agustus 2011

Selamat Ulang Tahun Neil Armstrong

Berita mengenai bumi yang 4 miliar tahun lalu ternyata memiliki dua bulan yang mengelilinginya, kemarin menjadi topik menarik di Internet. Namun bulan kecil menabrak bulan yang lebih besar dan kemudian keduanya menyatu menjadi bulan seperti yang sekarang.

Jejak itu sulit ditelusuri sekarang. Tetapi sejumlah ahli astronomi melihat, bulan sebenarnya memiliki dua permukaan yang berbeda antara yang dilihat dari bumi dan permukaan sebelahnya yang tak pernah bisa dilihat oleh manusia. Misteri mengenai seperti apa permukaan di sisi yang lain terjawab ketika wahana antariksa buatan Uni Soviet, Luna 3, pada tahun 1959 berhasil mengabadikan permukaan bulan yang sebelahnya yang ternyata terlihat berbeda dengan sisi lainnya.

Permukaan bulan yang lebih dekat dengan bumi umumnya terdiri dari dataran rendah dan datar sedangkan wajah yang tak pernah terlihat merupakan perbukitan tinggi. Berdasarkan penampilan seperti itulah peneliti planet Erik Asphaug dkk dari University of California melakukan penelitian tentang dua bulan yang bertabrakan itu yang hasilnya seperti diberitakan kemarin.

Seperti apa permukaan bulan yang berbeda itu? Tentu saja menarik seandainya Neil Armstrong yang jadi manusia pertama menjejakkan kaki di bulan memberikan penjelasan seperti apa permukaan bulan sebenarnya. Namun sejauh ini Neil Armstrong yang hari ini merayakan ulang tahunnya yang ke-81 belum memberi komentar.
 

Yang jelas permukaan yang jadi arena pendaratan Neil Armstrong tampak berpasir dan cenderung rata. Entahlah di permukaan lainnya seperti apa. Dan sepertinya dengan pendaratan seperti itu dalam waktu yang pendek akan sulit menjelaskan perbedaan satu bagian muka bulan dengan bagian lainnya seperti yang dikemukakan Erik Asphaug dkk.

Meski begitu Neil Armstrong adalah sejarah yang telah membuktikan bahwa pada akhirnya seorang manusia bisa mendarat di bulan. Peristiwanya terjadi pada 20 Juli 1969. Tiga orang astronot yang menggunakan Apollo 11 berhasil mendekati bulan yaitu Neil Armstrong, Edwin Aldrin, dan Michael Collins. Untuk mencapai bulan mereka menggunakan wahana yang disebut Command Module (CM) yang dikendalikan Collins.

CM tak bisa mendarat di bulan, ia hanya bisa terbang mengelilingi bulan. Untuk mendarat Armstrong dan Aldrin menggunakan kendaraan lain yang disebut Lunar Module (LM). Dengan ML inilah Armstrong dan Aldrin mendarat di bulan. Armstrong orang yang pertama menjejakkan kaki di bulan, yang kemudian disusul Aldrin. Sementara Collins dengan CM-nya terus mengelilingi bulan selama 21 jam. Setelah itu Armstrong dan Aldrin mengendarai LM meninggalkan bulan menuju CM untuk kembali ke bumi.
 
Neil Armstrong, saat ini

Kamis, 30 Juni 2011

Si Leher Beton Berulang Tahun

Jika menelusuri petinju-petinju hebat dunia, tentu nama Mike Tyson tidak akan terlewatkan. Petinju yang hari ini berulang tahun ke-45 itu begitu fenomenal sejak kemunculannya di ring tinju. Bahkan ia membukukan banyak rekor KO tercepat yang membuatnya ditakuti lawan. Ia juga tangguh terhadap pukulan lawan dengan kekuatan lehernya yang luar biasa sehingga mendapat julukan "Si Leher Beton".

Tyson lahir di Brooklyn, New York, AS pada 30 Juni 1966. Ia dibesarkan di sudut kota metropolitan yang dianggap paling keras di AS, yaitu Bronx. Ayahnya meninggalkan keluarganya ketika ia berusia 2 tahun. Ibunya meninggal ketika ia berusia 16 tahun. Sebelum meninggal sang ibu hanya melihat Tyson sebagai anak nakal yang sulit dikendalikan yang sampai kini masih disesalkan Tyson karena ia gagal memberikan bukti kalau ia bisa sukses.

Masa kanak-kanak Tyson memang kelam. Hidupnya penuh perkelahian. Ketika berusia 9 tahun ia pernah berkelahi dengan remaja berusia 15 tahun, yang mengganggu burung merpati peliharaannya. Tak dijelaskan apakah Tyson memenangkan perkelahian itu. Namun kejadian tersebut menggemparkan Bronx, karena Tyson berani melawan orang yang lebih besar tubuhnya, lebih tua, dan lebih lebih lagi ditakuti di daerah itu.

Sejak saat itu perkelahian menjadi bagian hidupnya. Ia pun berkali-kali berurusan dengan polisi karena perkelahian maupun tindakan kriminal. Maka, di usia belasan tahun, ua dimasukkan ke sekolah penanggulangan anak nakal di New York. Di sekolah itu ia bertemu legenda tinju Muhammad Ali yang suatu kali mengunjungi sekolahnya untuk memberi penyuluhan.

Pengalaman tersebut melahirkan keinginan luar biasa untuk mengikuti jejak para juara tinju kelas berat. Namun ia tak menemukan jalannya. Tyson malah makin brutal di jalanan sampai-sampai polisi kembali menangkapnya dan memasukkannya ke sekolah khusus anak nakal bernama Tryon School di Johnstown, New York. Salah satu konselornya adalah Bobby Stewart, mantan petinju. Di sekolah inilah ia merenungi hidupnya dan menemukan bahwa satu-satunya peluang untuk sukses baginya hanyalah tinju.

Selain mendapat tempaan dari Bobby, Tyson juga membaca buku-buku legenda tinju dan mempelajari tekniknya sendiri. Begitu antusiasnya sampai-sampai jam 3-4 pagipun staf sekolah sering memergoki Tyson berlatih tinju sendiri. Karena melihat bakat dan semangat juangnya yang tinggi, Bobby bersedia memperkenalkan Tyson (yang pada waktu itu berusia 15 tahun) pada pelatih tinju terkenal Cus D'Amato. Di tangan pelatih inilah karier bertinju Tyson berkembang.
 
Tyson (kanan), in action

Hasilnya, Tyson dua kali meraih medali emas "Olimpiade Junior" pada tahun 1981 dan 1982. Tahun 1985, ia mulai menapaki dunia profesional dan menjalani 15 kali pertarungan yang seluruhnya ia menangkan. Tahun 1986 ia bertinju 12 kali yang juga semuanya ia menangkan. Pada tahun inilah ia menantang juara dunia kelas berat Trevor Berbick yang ia kalahkan dalam dua ronde. Tysonpun jadi juara dunia termuda saat usianya 20 tahun pada 22 November 1986. Luar biasa!

Rabu, 08 Juni 2011

WORLD OCEAN DAY

Tak banyak yang tahu kalau hari ini, 8 Juni, merupakan Hari Kelautan Dunia (World Ocean Day). Namun meski Indonesia memiliki wilayah laut terbesar, gegap gempita peringatannya tak terasa di sini. Mungkin karena penetapannya baru dilakukan PBB pada tahun 2009 sehingga masih belum populer di Indonesia.
Gagasan Hari Kelautan Dunia ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1992 ketika diselenggarakan Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil. Penggagasnya adalah Kanada. Meskipun belum resmi diakui dunia, peringatan Hari Kalautan Dunia sudah rutin dilakukan sejak itu sampai akhirnya PBB mengakuinya.

Peringatan pertama terjadi pada 8 Juni 2009. Pada saat itu Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, menyampaikan ajakan untuk memperhatikan laut karena perannya yang begitu besar pada kehidupan umat manusia. "Kita harus memahami pula tantangan yang dihadapi untuk memelihara kemampuannya dalam mengatur iklim dunia, mendukung berfungsinya ekosistem dan menyajikan mata pencaharian secara berkelanjutan, serta lokasi rekreasi yang aman," ujarnya mengenai peran laut.

Ki-moon menyebutkan, selama ini ada banyak gangguan yang mempengaruhi fungsi laut. Ada perusakan ekosistem laut, seperti terumbu karang, over fishing (penangkapan ikan yang berlebihan),penggunaan cara atau alat penangkap ikan yang merusak ekosistem, serta pencemaran laut yang mengkhawatirkan. Akibatnya, perekonomian nasional dan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil, serta kehidupan di laut terancam oleh dampak perubahan iklim, seperti peningkatan suhu, naiknya permukaan laut serta pengasaman di laut.
 

Hari Kelautan Dunia tahun 2011 diperingati dengan tema Youth: the Next for Change. Tema yang menekankan pada peran anak muda ini berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kalangan anak muda adalah pihak yang paling menjanjikan untuk memberikan perubahan. Kalangan anak muda adalah penduduk dunia yang paling berpengetahuan dan paling termotivasi untuk melakukan sesuatu terhadap pembinaan lingkungan dan menjaganya. Kalangan anak muda juga dianggap paling memiliki waktu, familiar terhadap isu-isu terkini, dan punya motivasi untuk melakukan aksi untuk menjaga lingkungannya.

Dengan diakuinya tanggal 8 Juni sebagai Hari Kelautan Dunia, maka bertambah satu lagi hari penting yang diperingati dunia secara bersama-sama

Rabu, 11 Mei 2011

Martha Graham, Pionir Tari Modern

Hari ini dunia memperingati kelahiran Martha Graham (lahir 11 Mei 1894, meninggal 1 April 1991). Ia dikenal sebagai koreografer berpengaruh dan merupakan pionir dalam tarian-tarian modern (modern dance). Begitu berpengaruhnya sampai-sampai ia disejajarkan dengan Picasso, seniman yang berasal dari jenis seni lain yaitu pelukis.
Lahir di Pennsylvania, ayah Martha adalah seorang psikolog. Pada saat itu, ilmu psikologi memang belum begitu poluler. Namun berkat profesi itu pula, ayah Martha bisa membuat keluarganya hidup berkecukupan.

Martha sudah tertarik pada dunia tari, sejak kecil. Tahun 1914, ia belajar tarian etnik di Sekolah Denishawn, Hollywood. Bakatnya terlihat oleh Ted Shawn, koreograferulung yang menciptakan aneka tari balet. Ted lalu menciptakan tarian tentang suku Aztec (yang ia beri nama "Xochitl"), khusus bagi Martha. Kemudian dari tahun 1923 hingga 1925, Martha menari di Greenwich Village Follies.

Selanjutnya, Martha bekerja di George Eastman, sebuah sekolah desain. Di sekolah ini, ia bertemu Rouben Mamoulian yang menjabat kepala bagian drama. Perkenalan itu membawa Martha terlibat dalam pembuatan pertunjukan seni dan juga film, berkerja sama dengan Rouben. Sebagai proyek awal, mereka memproduksi sebuah film pendek yang berjudul "The Flute of Krishna", yang menampilkan siswa-siswa Eastman sebagai para pemainnya.

Lalu, Martha mendirikan Dance Repertory Theater sebagai pusat tari kontemporer. Dengan cepat, ia terkenal. Metode mengajarnya unik, menekankan pentingnya kontraksi pada bagia dan menggunakan pernapasan yang berhubungan dengan gerakan.
 

Tahun 1932, dia menjadi penari pertama yang menerima beasiswa Guggenheim. Dia menciptakan sejumlah tarian yang diilhami oleh wanita-wanita ternama. Beberapa karyanya antara lain Letter to the World (1940),Death and Entrances (1943), Cave of the Hearth (1946), Clytemnestra (1958), dan sebagainya.

Menjelang akhir hayatnya ia bahkan masih berkarya. Salah satu ciptaannya, The Eyes of the Goddess (1991), sayangnya tak sempat ia selesaikan.

Sabtu, 07 Mei 2011

Tex Saverio: Karyanya Dipakai Lady Gaga


Tiba-tiba saja nama "Tex Saverio" menjadi berita di mana-mana. Pemuda berusia 26 tahun ini menggoncangkan jagat dunia fashion Indonesia karena hasil karyanya dikenakan penyanyi top dunia saat ini, Lady GaGa. Setelah itu banyak orang yang ingin tahu kenapa penyanyi asal Amerika Serikat itu mau mengenakan baju rancangan Tex, lelaki kelahiran Jakarta, 28 Agustus 1984.
Bagi kalangan dunia fashion Indonesia, nama "Tex" sebenarnya tidak begitu saja muncul. Ketika usianya menginjak 20 tahun, lelaki yang menempuh pendidikan fashion-nya di Bunka School of Fashion Jakarta (2003-2004) dan Phalie Studio Jakarta (2004-2005) ini, memenangkan Mercedes Benz Asia Fashion Award 2005. Pada saat itu disebut-sebut telah lahir calon fashion designer kelas dunia asal Indonesia yang akan bersinar di kancah dunia.
 
Tex Saverio dan karyanya

Tex mulai menemukan bakatnya di bidang fashion ketika ia masih duduk di bangku SMA. Ia memang hobi menggambar sejak kecil. Karena hobinya itu ia bahkan menggambar di tengah pelajaran. Sampai-sampai ia ditegur gurunya, yang kemudian menyarankan agar ia masuk sekolah mode saja. Karena itu ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke sekolah fashion yang ada di Jakarta.

Dengan bekal pendidikan fashion, Tex mulai merancang pakaian hasil desainnya. Ciri khasnya adalah memadukan lipit-lipit, bordir, dan jumbai benang pada hasil karyanya. Untuk mendapatkan detail suatu rancangannya ia sampai menghabiskan 300-an meter pita dan 200 meter organsa sebagai dekoratif busana rancangannya. Karena itu, untuk menyusunnya diperlukan ketekunan dan kesabaran. "Tiga gaun (saya) dipersembahkan dengan menggunakan korset terbuat dari besi," katanya seperti dikutip www.bataviase.co.id

Sejak masih sekolah ia rajin mengikutsertakan karyanya pada sejumlah perlombaan. Tahun 2003, ia berhasil menjadi salah satu finalis ajang Concours International de Jeunes Createurs de Mode Indonesia, yaitu ajang lomba desain fashion bagi para siswa desain busana yang diselenggarakan Majalah Dewi.

Tahun 2005 ia ikut perlombaan busana di Singapura. Di lomba ini, ia menyertakan karyanya bertajuk "Dualism" yang mengangkat isu transgender yaitu busana yang bisa "bertransformasi" dari busana wanita menjadi busana pria. Kemudian dari ajang bernama Mercedes-Benz Asia Fashion Award, seperti sudah disebutkan di atas, Tex meraih gelar juara.

Meski prestasinya bagus di ajang lomba, namanya belum begitu populer. Tahun lalu, Tex bersama tiga alumnus Lomba Perancang Mode (LPM) Femina--Albert Yanuar, Hian Tjen, dan Imelda Kartini--menggelar show bersama yang bertajuk "Rejuvenate Fashion Regeneration".Tex tampil dengan koleksi bertema "My Courtesan" yang memperlihatkan ciri khasnya. Karyanya itu segera mendapat perhatian pegamat mode Indonesia. Di ajang Jakarta Fashion Week pada saat berikutnya, namanya mulai banyak disebut-sebut sebagai perancang busana berbakat Indonesia.
 
Karya Tex dipakai Lady Gaga di majalah Harper's Bazaar edisi Mei 2011

Kekuatan karyanya makin diakui setelah karyanya dikenakan Lady GaGa yang tampil di majalah Harper's Bazaar edisi bulan ini, yang mendapat pujian dunia dan menghebohkan dunia fashion Indonesia. "Saya sangat senang, bangga,semua campur aduk jadi satu. Senang karena koleksi saya dipakai figur internasional seperti Lady GaGa, dan bangga karena bisa sejajar dengan nama-nama besar seperti Dior,Versace, Alexander McQueen, dan Thierry Mugler," ujarnya.

Satu lagi perancang berbakat Indonesia telah lahir dan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Luar biasa!!

Jumat, 06 Mei 2011

MANHATTAN 1609 vs. 2009: Natural Wonder to Urban Jungle


 Dikatakan oleh Albert Einstein bahwa salah satu keajaiban dunia
adalah bunga-berbunga. Pembelian Pulau Manhattan dikatakan menjadi
salah satu transaksi terbesar sepanjang masa. New York dibeli seharga
US$24 dengan perhiasan dan manik-manik. Namun, jika US$24 itu
diinvestasikan, dengan bunga 8% per tahun, US$24 itu akan bernilai lebih
dari US$28 trilyun pada tahun 1995.
 
 
 


Sejarah singkat:
Sebelum menjadi sebuah kota besar manhattan dulunya adalah pulau yang memilik banayk hutan. Nama Manhattan ("pulau berbukit" atau mungkin "tempat keracunan") berasal dari bahasa Algonquin yang merupakan suku pemukim terawal di daerah itu. Menurut legenda, pulau Manhattan dibeli dari suku setempat seharga 24 dolar dalam bentuk perhiasan batu dan lainnya. Tetapi penjelajahnya membayar kepada suku yang salah, yang dengan senang hati menerima pembayaran untuk pulau yang bukan milik mereka. Penjelajah Eropa yang menemukan Manhattan untuk pertama kali yang diakui secara umum ialah Henry Hudson dari Inggris yang berlayar untuk kerajaan Belanda. Ia masuk untuk pertama kalinya melalui Semenanjung Atas New York (Upper New York Bay) pada tanggal 11 September 1609 dan berlayar hingga bagian bawah Sungai Hudson, kemudian berlabuh di ujung utara Manhattan pada malam itu. Tetapi penjelajah yang masuk ke pelabuhan New York lebih awal ialah Giovanni da Verrazano yaitu pada tahun 1524, dan beberapa bulan berikutnya penjelajah dari Portugis yaitu Estevan Gomez; yang terakhir ini juga mengenal Sungai Hudson (dengan menyebutnya Rio de San Antonio), dan kedua-keduanya, kemungkinan besar, telah melihat pulau Manhattan sewaktu melewati pelabuhan New York.

Pulau tersebut akhirnya ditempati oleh pihak Belanda dan dinamakan New Amsterdam (bahasa Belanda: Nieuw Amsterdam) pada tahun 1624.

Selanjutnya, nama New York County digunakan untuk menghargai bangsawan Inggris, Duke of York, yang akhirnya menjadi Raja Katolik Inggris James II, yang namanya juga digunakan untuk kota dan negara bagian New York.

Dengan program komputer yang bernama “Muir webs", didapatkan ilustrasi pulau manhattan 400 tahun yang lalu sebagai berikut

Spoiler for




















Jumat, 29 April 2011

Juara Gulat Meski dengan Satu Kaki

Pemandangan ini menegangkan. Seorang juara gulat nasional Amerika Serikat, Matt McDonough, mengikuti upacara pembukaan pertandingan final dengan gelisah pada akhir Maret lalu. Ketika lagu kebangsaan negaranya dikumandangkan ia tampak tak sabar ingin melakukan pertandingan dan memenangkannya. Terlihat, ia sangat berambisi untuk mempertahankan gelar juara kompetisi gulat nasional tingkat perguruan tinggi di Amerika Serikat (AS)-- yang lebih dikenal sebagai National Collegiate Athletic Association (NCAA).
Lawannya adalah Anthony Robles yang tampak sama tegangnya dengan Robles. Lelaki muda ini tak seperti McDonough. Saat khidmat mendengarkan lagu kebangsaan ia berdiri dengan ditopak kruk. Ya, atlet gulat ini memang hanya memiliki satu kaki karena sejak lahir ia tak punya kaki kanan sehingga untuk berdiri diperlukan kruk. Meski penampilan Robles meyakinkan di kejuaraan ini (bahkan bisa mencapai babak final), hampir sulit membayangkan ia bisa mengalahkan juara bertahan McDonough yang punya reputasi baik.

Akhirnya pertandingan final pun dimulai. Robles yang hanya memiliki satu kaki langsung merunduk dengan menumpukan badannya pada lutut kiri di lantai, gaya khasnya. Kuda-kudanya dianggap pelatihnya sebagai kuda-kuda terkuat saat ini di kelas 125 pound (87,5 kg).Kedua pegulat itu pun segera terlibat dalam pergumulan. Skor demi skor tercipta. Yang menarik, juara bertahan tak satu pun dapat skor hingga Robles unggul 7-0. Pertandingan berakhir dengan kemenangan Robles 7-1.

Kemenangan pegulat berkaki satu ini segera mengharu-biru Amerika. Kemenangan ini bahkan mengalahkan gegap gempita pertandingan olahraga lain dan menjadi kemenangan terbesar minggu itu. Seorang pahlawan lahir dari arena gulat! Ia telah berhasil menaklukkan ketidakmungkinan menjadi kenyataan. Nama Robles pun segera memenuhi surat kabar dan media elektronik AS. "Saya bermain gulat bukan karena ingin terkenal. Saya memainkan olahraga ini karena mencintai gulat," ujarnya pada ESPN.
 
Anthony Robbles

Kegembiraan itu kontras dengan perasaan Robles sebelum pertandingan. Ia mengaku sangat takut ketika akan memulainya. Ketika pertandingan dimulai, ia mengaku ingin menangis. Namun pertandingan harus berlangsung dan ia justru bisa menjalaninya dengan baik hingga memenangkannya dan membuatnya jadi juara nasional seperti yang didambakannya.

Lahir untuk Gulat


Robles lahir pada 20 Juli 1988. Meski tak memiliki satu kaki, Robles menolak menggunakan kaki palsu. Orangtuanya sebenarnya memberikannya kaki palsu namun saat usianya tiga tahun ia mencopotnya. Setelah itu ia lebih suka menggunakan kruk untuk berjalan. Justru dengan selalu mengandalkan satu kaki inilah kekuatannya terbentuk.

Pada saat duduk di kelas enam, ia mencatatkan rekor di sekolahnya karena ternyata bisa push-up paling banyak dibanding teman-temannya yang normal. Pada saat duduk di kelas delapan ia mulai belajar gulat. Pada awalnya hanya melihat saudara sepupunya bermain gulat, namun lama-kelamaan tertarik bermain gulat juga dan berlatih di sekolahnya. Tak lama kemudian ia ikut bertanding dan bahkan ikut kejuaraan gulat di negara bagian Arizona. Ia terus menang sampai membukukan rekor 46-0 baik di tingkat SMP maupun SMA. Hingga ia menyelesaikan SMA-nya dan membukukan rekor gulatnya dengan skor 129-15, catatan prestasi yang sangat menakjubkan.

Robles melanjutkan kuliah ke Arizona State University. Saat inilah ia membangun karier untuk menjadi juara gulat nasional. "Ibu saya bilang bahwa Tuhan membuat saya seperti ini (lahir dengan satu kaki) pasti punya alasan. Alasannya adalah gulat," ujarnya. "Saya tak melihat kehilangan satu kaki sebagai cacat. Orangtua saya membesarkan saya agar menjadi kuat dan mereka tidak pernah memperlakukan saya sebagai orang cacat. Sehingga saya percaya bahwa saya dapat melakukan apapun yang ada dalam pikiran saya. Saya menyuka gulat dan saya menikmatinya," paparnya.
 

Kemenangan dan sikap Anthony Robles itu menginspirasi banyak anak-anak muda di AS. Bahwa kekurangan tak selalu menjadi kekurangan. Tetapi bisa juga menjadi kekuatan. Ia membuktikannya dengan menjadi juara gulat nasional mengalahkan orang-orang beranggota tubuh normal dan kuat. Luar biasa!
 

"HAPPY BIRTH DAY" Hari Ini 95 Tahun Lalu: Ferrucio Lamborghini Lahir

Ferrucio Elio Arturo Lamborghini, "bapak" dari merek supercar ternama Lamborghini ini, lahir pada 28 April 1916 di sebuah desa kecil, di utara Italia. Setelah mengambil gelar insinyur mesin dan berjuang untuk negaranya pada Perang Dunia II, putra petani ini membuka usaha "reparasi traktor rusak" dengan menggunakan komponen bekas kendaraan militer. Dengan segera, ia menjadi pengusaha sukses.
Pada suatu hari di awal tahun 1960-an, Ferrucio membawa mobil Ferrari 250 GT miliknya ke pabrik Ferrari karena koplingnya ‘rewel'. Kepada sang owner perusahaan, Enzo Ferrari, Ferrucio menyampaikan keluhan dan pendapatnya tentang mobil itu. Tanpa disangka, ia mendapat tanggapan kurang enak. Enzo menudingnya sebagai orang lugu yang tidak tahu apa-apa tentang supercar, mobil mewah dengan performa tinggi (bertenaga besar dan melaju cepat). "Dinginkan kepalamu! Bukan mobilnya yang rusak, tapi kamulah yang tidak bisa menggunakannya," begitu kira-kira tanggapan si bos."Anak petani memang sepantasnya hanya mengemudikan traktor."
 

Ferrucio yang merasa tersinggung, bergegas pergi sambil bertekad untuk membuat sendiri supercar yang bisa mengalahkan Ferrari. Mulailah dia mencari orang-orang terbaik; antara lain mantan engineer Ferrari, Giotto Bizzarrini (untuk mendesain mesin V12 yang nantinya menjadi ciri khas kedahsyatan mobil lamborghini). Ferrucio juga memperkerjakan Franco Scaglione untuk mendesain bodi mobil yang menawan. Pada 1963, berdirilah Automobili Lamborghini S.p.A dengan logo banteng marah. Logo ‘banteng' dianggap sesuai dengan karakter mobil Lamborghini, kuat dan gesit; juga Ferrucio yang berada di bawah naungan zodiak Taurus.

Mobil pertama Lamborghini, "350 GTV" dipamerkan di Turin Motor Show pada akhir 1963 dan setahun kemudian, 350 GTV diproduksi massal dengan nama "350 GT". Hingga awal 1970-an, pabrik Lamborghini melahirkan berbagai jenis mobil Lamborghini yang luarbiasa: sang legendaris Miura, Islero, Espada, Jarama, hingga Countach (artinya: "mengagumkan") yang laris manis dan bergaya futuristik. Seiring berjalannya waktu, Lamborghini bisa berjalan sejajar dengan Ferrari dan menjadi salah satu pesaing terkuat di kelas supercar. “Ada perbedaan karakter antara Ferrari dan Lamborghini," sebut seorang penggemar mobil. "Ferrari lebih friendly untuk dikemudikan sedangkan Lamborghini, meskipun jarak pandangnya sempit dan koplingnya agak berat, namun mobil ini sangat enak saat dipacu kencang.”

Krisis minyak bumi pada 1973 membuat perusahaan Lamborghini mengalami krisis keuangan. Tujuh tahun kemudian, Lamborgini dijual ke Mimran Brothers, konglomerat Perancis di bisnis makanan. Dan pada April 1987, 100% saham Lamborghini beralih ke Chrysler yang kemudian memproduksi 2000-an model Diablo. Setelah sempat berpindah tangan ke Megatech (anak perusahaan Sedtco Group milik Setiawan Djody), kemudian V'Power (milik Tommy Soeharto) dan Mycom (perusahaan investasi Malaysia), kini pemiliki tunggal Lamborghini adalah Audi AG, anak perusahaan Volkswagen Group.
 
Contoh Lamborghini dengan desain terbaru
 
Ferrucio Lamborghini sendiri, meninggal pada 20 Februari 1993 di usia 76 tahun. Pada saat itu, ia telah mencapai pengakuan luas atas dedikasinya menciptakan supercar dengan desain eksotis yang mutakhir, yang menjadi simbol kekayaan.

Rabu, 06 April 2011

Demi Ibu, Berlayar Seorang Diri Sebelas Bulan

Bagaimana rasanya berlayar mengarungi Samudera Pasifik seorang diri selama hampir setahun? Tanyakan hal ini pada Rob Rama Rambini, lelaki Indonesia 53 tahun, yang sejak 30 tahun lalu menetap di AS.

Sejak Mei 2010, ia berlayar menggunakan kapal kecil SV KONA dari California menuju Bali. Ia menuju Pulau Dewata karena ibunya tinggal di sana. Dan karena alasan ingin bertemu ibunya itulah ia memberanikan diri berlayar menggunakan KONA, sebuah kapal kecil dengan panjang 12 meter. "Sebenarnya kapal saya ini terlalu kecil untuk perjalanan jauh. Tapi saya sangat ingin menemui ibu saya," ujarnya seperti dikutip Media Indonesia.
 

Rute yang ditempuh Rob terbilang ganas. Ia memulai pelayarannya dari Oakland, California, pada 8 Mei 2010. Kemudian menyeberang ke San Francisco. Dari kota inilah ia memulai perjalanan panjang menebus samudera luas. Hantaman ombak besar dialaminya setelah tiga hari lepas jangkar dari San Francisco. Badai besar itu sempat merobek layarnya. Karena layar robek, perjalanan San Francisco-Hawaii ia tempuh selama dua bulan. Ia sempat memikirkan dua pilihan, kembali ke San Francisco untuk mengganti layar atau meneruskan perjalanan hingga bertemu daratan terdekat di depan. Akhirnya ia memilih jalan terus hingga tiba di Hawaii.

Di negara bagian AS yang merupakan tempat kelahiran Presiden AS Barack Obama ini, ia mencari layar baru. Dari sana lalu menuju Kepulauan Solomon, Vanuatu, dan Port Moresby. Di ibu kota Papua Nugini ini. dia beristirahat sejenak sebelum menuju Bali.

Ia berangkat dari Port Moresby pada 12 November 2010 dan tiba di Bali pada 3 April 2011. Berarti perjalanan total dari California menuju Bali yang ditempuhnya berlangsung selama 10 bulan 27 hari. Lama perjalanan itu dan jarak yang ditempuhnya begitu jauh dan fenomenal sampai-sampai Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) memberikan penghargaan sebagai "orang Indonesia pertama yang berhasil mengarungi samudera seorang diri dari California (AS) ke Pulau Dewata".
 

Ketika tiba di Pelabuhan Serambi Mariana Benoa, Denpasar, Bali, Rob yang bernama asli Mahindra Wondowisastro disambut Direktur Jenderal Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar. Menurut Sapta, apa yang dilakukan Rob menggambarkan ketangguhan bangsa Indonesia sebagai pelaut ulung.

Rob juga menunjukkan semangat Indonesia yang luar biasa. Selain jarak tempuhnya yang begitu jauh, badai yang menerjang tak menghalanginya untuk terus berlayar. Bahkan ia rela makan nasi hanya seperempat kilogram dalam kurun waktu satu bulan terakhir agar bisa bertemu ibunya. Itulah satu prestasi yang baru diukir oleh salah satu putera Indonesia terbaik. Luar biasa!
 
Photos-credit: beritabali.com; detik.com

Selasa, 05 April 2011

Merajai Industri Kacamata Dunia karena Cinta Pekerjaan

Masa kecil yang kurang bahagia tak tergambar lagi di wajah Leonardo Del Vecchio, pengusaha Italia kelahiran Milan 22 Mei 1935. Sekarang, dunia menyebutnya sebagai penguasa industri kacamata dunia. Dari perusahaannya kini ia menggelontorkan 28 juta set kacamata untukmemenuhi permintaan dunia setiap tahunnya. Ia menguasai berbagai merek kacamata mulai dari Luxottica, Oakley, Prada, Versace, Chanel, Bvlgari, Ray Ban, dan sebagainya. Bagaimana ia memulainya?

Seperti banyak pengusaha sukses, ia memulainya dari kepahitan hidup di masa kecil. Del Vecchio dibesarkan oleh ibunya yang menjadi orangtua tunggal. Ayahnya meninggal lima bulan sebelum ia lahir. Karena tidak mampu, ibunya menitipkan dia ke panti asuhan saat Del Vecchio berusia tujuh tahun.

Masa kecil yang seharusnya penuh dengan dunia permainan tak bisa ia jalani seutuhnya karena ia harus bekerja sejak anak-anak. Del Vecchio bekerja sebagai tukang gravir medali di Milan. Ternyata bekerja seperti itu melahirkan kegemaran baru. Ia begitu antusias mengerjakan tugasnya bahkan bisa sampai larut malam. Kegemaran ini malah menumbuhkan kebiasaan yang terus ia pegang sampai kini. Ia selalu fokus pada pekerjaan yang dihadapinya.

Ketertarikannya pada desain logam terus ia kembangkan dengan cara belajar disain di Brera Academy of Art. Untuk membiayai sekolahnya ia bekerja di sebuah toko. Pada periode ini ia tertarik mempelajari pembuatan kacamata. Lalu ia menemukan peluang membuat komponen kacamata dari plastik untuk memasok sejumlah pabrik kacamata kecil.

Pada tahun 1961, dengan modal dari dua orang pelanggannya, ia pindah ke Agordo, daerah yang terkenal dengan kerajinan perhiasannya. Selanjutnya, ia mendirikan pabrik komponen kacamata yang lebih besar. Di sini, ia membuat komponen kacamata berbahan plastik dan logam dengan jumlah komponen yang lengkap. Ia mengembangkan usahanya di bawah payung Luxottica, perusahaan miliknya.
 
Del Vecchio dan perusahaannya

Menariknya, Del Vecchio tak pernah lelah belajar. Ketika produksi kacamata sudah komputerisasi ia juga balajar proses produksi yang serba praktis itu dan menerapkannya dalam perusahaannya. Dengan proses ini produksinya jadi efisien sehingga harganya bersaing. Ia juga selalu memperhatikan desainnya yang fashionable. Pada tahun 1967, Del Vecchio sudah bisa meluncurkan kacamata sendiri dengan merek Luxottica. Dari sinilah ia mulai mengembangkan bisnis kacamatanya. Bahkan industri komponen kacamatanya untuk memasok perusahaan lain sudah ia hentikan pada tahun 1971 dan konsentrasi di pembuatan kacamata sendiri.

Del Vecchio juga jeli menjalankan bisnisnya. Tahun 1974, ia mengakuisisi perusahaan distribusi kacamatanya. Dengan memiliki jaringan distribusi ini ia jadi menguasai industri kacamata dari hulu sampai hilir. Apalagi seiring berjalannya waktu ia terus mendekati perusahaan-peruahaan kacamata ternama agar mau memanfaatkan jaringan distribusinya.

Industri kacamatanya terdongkrak saat dunia demam Top Gun pada pertengahan tahun 1980-an. Dalam film tersebut, Tom Cruise mengenakan kacamata Ray Ban 3025. Kacamata itu pun jadi buruan penggemar Tom Cruise dan tentu saja jaringan toko kacamata Del Vecchio ketiban untung.
 
Tom Cruise mengenakan kacamata Ray Ban di film Top Gun

Kini, selain memproduksi kacamata untuk kalangan kelas atas sebanyak 28 juta set setahun, Del Vecchio juga menguasai jaringannya. Di bawah kekuasaannya merek-merek kacamata seperti Luxottica, Ray Ban, Vogue, Persol, Arnette, Killer Loop, Revo, Sferoflex, dan T3 ia pasarkan ke seluruh dunia. Sedangkan dalam hal produksi, Luxottica memproduksi kacamata atas lisensi Armani, Chanel, Ferragamo, Bvlgari, Byblos, Genny, Ungaro, Tacchini, Moschino, Web, Anne Klein, dan Brooks Brothers. Produk-produk kacamata ini diedarkan ke lebih dari 100 negara di dunia.

Kini anak yang sudah yatim ketika lahir ini dianggap sebagai raja industri kacamata dunia. Kunci suksesnya adalah ketekunan, mau belajar, fokus, dan bekerja penuh pengabdian. Sampai kini ketika usianya sudah lebih dari 70 tahun dan sukses, ia masih bekerja 14 jam sehari, suatu etos kerja yang patut diteladani!

Sabtu, 02 April 2011

Belajar Bijak dari Legenda Pelatih Olahraga Dunia

Atlet terbaik lahir dari tangan pelatih terbaik. Namun sering kali nama besar pelatih tertutupi oleh kecemerlangan atlet yang dilatihnya. Tak jarang pula orang tak mempedulikan siapa pelatihnya karena ada anggapan bakat sang atlet itulah yang membuatnya besar. Sedangkan pelatih hanya sebatas memberi arahan.
Namun orang sulit mengesampingkan John Robert Wooden, pelatih legendaris bola basket Amerika Serikat (AS). Pelatih yang telah mengantarkan University of California Los Angeles (UCLA) juara bola basket tingkat nasional AS sebanyak 10 kali (tujuh kali di antaranya berturut-turut) ini merupakan pelatih yang tiada tandingnya. Ia tak hanya menjadi pelatih terbaik di cabang bola basket, Wooden juga menjadi pelatih legendaris olahraga yang patut diteladani prinsip-prinsipnya oleh semua pihak. Dengan konsep kepelatihannya, filosofi kepelatihannya, dan prestasi tim-tim yang dicapainya, lelaki kelahiran Indiana, 14 Oktober 1910 (meninggal 4 Juni 2010), tak heran jika ia dinobatkan menjadi pelatih terbaik AS sebanyak enam kali.
 

Dalam hal prestasi, ia pernah membawa timnya empat musim tidak pernah terkalahkan yang merupakan rekor tersendiri. Ia juga membukukan rekor kepelatihan di mana selama 88 kali bertanding tak pernah kalah. Belum ada di dalam sejarah bolabasket AS prestasi seperti itu bisa ditorehkan kecuali oleh tim di bawah asuhannya.

Pencinta bola basket

Sewaktu masih kecil ia memiliki idola pemain bola basket bernama Fuzzy Vandivier dari Franklin Wonder Five yang menjadi pemain legendaris tingkat SMA di Indiana dari tahun 1919-1922. Ternyata mengidolakan pemain itu mendorongnya untuk menjadi pemain hebat di tingkat sekolahnya. Tak perlu lama, dengan antusias berlatih pada tahun 1924 ia berhasil membawa tim sekolahnya maju ke babak final kejuaraan nasional berturut-turut. Dan pada tahun 1927 ia sukses membawa sekolahnya menjadi juara nasional.

Atas prestasi itu Wooden bahkan menjadi pemain bola basket nasional untuk tingkat SMA. Ketika masuk ke Purdue University, Indiana, AS, ia menjadi andalan universitasnya selama empat tahun. Selama menjadi pemain amatir tingkat mahasiswa ini ia beberapa kali menjadi tim nasional AS. Bahkan pada tahun 1932, Wooden dinobatkan sebagai College Basketball Player of the Year dan pencetak skor tertinggi pada tahun 1933.
 

Setelah lulus, ia sempat bermain di liga profesional Indianapolis Kautskys (klub ini kemudian berganti nama menjadi Indianapolis Jets), Whiting Ciesar All-Americans, dan Hammond Ciesar All-Americans. Selama menjadi pemain dalam periode ini ia merangkap jadi pelatih basket di sejumlah SMA. Bahkan setelah mundur sebagai pemain profesional, ia melanjutkan melatih tim SMA dengan rekor 218 menang dan hanya 42 kali kalah dalam 12 tahun karier pelatihnya di tingkat SMA.

Mulai tahun 1946, Wooden menangani tim bola basket Indiana State University hingga tahun 1948 sebelum kemudian pindah ke UCLA. Di UCLA-lah prestasi kepelatihannya mencapai prestasi tertinggi. Itu pun tak serta merta. Sejak mulai menangani tim basket kenamaan asal Los Angeles ini tahun 1948, prestasi terbaik baru bisa diraihnya tahun 1964. Dan setelah itu, ia mendominasi kompetisi bola basket tingkat universitas di AS hingga tahun 1975. Dalam kurun waktu 12 tahun ia menjuarainya sebanyak 10 kali, bahkan tujuh di antaranya secara berturut-turut. Timnya hanya gagal juara pada tahun 1963 dan 1974. Dengan prestasi kepelatihan seperti itu pantas jika ia menjadi pelatih bola basket legendaris, tak hanya di AS tetapi juga di dunia.

Prinsip kepelatihan yang bijak

Apa prinsip kepelatihan Sang Legenda? Ada sejumlah kata-kata bijak kepelatihannya yang pantas dicermati. Lima di antaranya sebagai berikut:

• Jangan biarkan apa yang tak dapat Anda lakukan mengganggu apa yang dapat Anda lakukan.
• Anda tidak bisa membiarkan pujian atau kritik mempengaruhi Anda. Jika salah satunya terjadi berarti itu kelemahan Anda.
• Memenangkan (suatu pertandingan) membutuhkan bakat, tapi untuk mengulang (kemenangan itu) membutuhkan karakter.
• Gagal itu tidak fatal, tapi gagal mungkin akan memberi perubahan.
• Jangan mengukur diri sendiri dengan apa yang telah dicapai, tetapi dengan apa yang harus Anda capai dengan kemampuan Anda.

Jumat, 25 Maret 2011

Garam dalam Air

Alkisah, tampak seorang murid berwajah murung akhir-akhir ini. Ia mengerjakan segala sesuatu dengan gelisah dan tidak bersemangat, seakan banyak masalah yang ada di pikirannya. Sang guru yang memperhatikan murid tersebut, memanggil ke ruangannya dan berkata:

"Bapak perhatikan, kenapa kamu selalu murung anakku? Bukankah banyak hal indah di kehidupan ini? Ke mana perginya wajah ceria dan bersemangat kepunyaanmu dulu?"

"Guru, belakangan ini hidup saya sedang penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang tidak ada habis-habisnya. Serasa tak ada lagi sisa untuk kegembiraan," jawab si murid sambil tertunduk lesu.

Sambil tersenyum bijak sang guru berkata,"Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam di dapur. Bawalah kemari. Biar bapak coba perbaiki suasana hatimu itu."

Si murid pun bergegas melakukan permintaan gurunya sambil berharap dalam hati mudah-mudahan gurunya memberi jalan keluar bagi permasalahan hidupnya.

Setibanya di hadapan sang guru, "Ambil garamnya dan masukkan ke segelas air itu, kemudian aduk dan coba kamu minum."

Wajah si murid langsung meringis setelah meminum air asin tersebut.

"Bagaimana rasanya?" tanya sang guru dengan senyum lebar di bibirnya.

"Asin, tidak enak, dan perutku rasanya jadi mual," jawab si murid dengan wajah masih meringis.

Kemudian sang guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. Danau itu begitu indah, airnya bening karena sumber air alam yang selalu mengairi di situ.

"Ambil air garam dan garam yang tersisa dan tebarkan ke danau," perintah sang guru. Si murid dengan patuh memenuhi permintaan gurunya.

"Sekarang, coba kamu minum sedikit air danau itu". Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air di danau dan meminumnya. "Bagaimana rasanya?"

"Segar, segar sekali," kata si murid. "Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah sini."

"Terasakah rasa garam yang kamu tebarkan tadi?"

"Tidak, tidak sama sekali guru," kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi.

"Nak, segala masalah dalam hidup ini sama seperti segenggam garam. Tidak kurang tidak lebih. Rasa 'asin' sama seperti masalah, kesulitan, penderitaan yang dialami setiap manusia, dan tidak ada manusia yang bebas dari permasalahan dan penderitaan. Benar kan?

Tetapi Nak, seberapa rasa 'asin' dari penderitaan yang dialami setiap manusia sesungguhnya tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Maka, jangan memiliki kesempitan hati seperti gelas tadi, tetapi jadikan hatimu menjadi sebesar danau sehingga semua kesulitanmu tidak akan mengganggu rasa di jiwamu dan kamu tetap bisa bergembira walaupun sedang dilanda masalah. Nah, mudah-mudahan penjelasan gurumu ini bisa memperbaiki suasana hatimu."

Netter yang Luar Biasa!!

Seorang filsuf besar pernah berkata, "Life is suffering. Hidup adalah penderitaan". Memang, kenyataan di kehidupan ini adalah, segala sesuatu yang tidak sesuai dengan selera kita, membuat kita menderita.

Kadar penderitaan, tentu setiap orang berbeda. Tergantung cara pandang dan keikhlasan kita dalam menyesuaikan dengan selera kita. Maka selayaknya kita harus terus belajar dan memperluas wawasan kebijaksanaan, agar jangan sampai masalah yang menguasai kita. Tetapi kitalah yang mengendalikan masalah. Sehingga, masalah yang datang bukan lagi dipandang sebagai penderitaan, tetapi bagian dari kehidupan yang harus kita jalani.

Profesi Yang Mahadahsyat

Beberapa hari yang lalu saya membaca tulisan di harian Suara Merdeka yang berjudul JANGAN MALU MENJADI SIMBOK. Bagi saya, judul tersebut sangat membumi namun sekaligus membuat bulu kuduk saya berdiri (apa iya sudah banyak perempuan yang sekarang ini malu HANYA karena menjadi simbok?)
Di dalam ulasan tersebut ada kutipan dari seorang guru besar emeritus Universitas Airlangga Surabaya yang sangat menarik. "Bagi saya, kita harus mulai dari yang kecil. Demokrasi misalnya, harus dimulai dari family(keluarga). Democracy on the heart of the family. Apa yang saya lakukan adalah menyelamatkan negaraku sendiri. Negaraku itu bukan negaranya Susilo Bambang Yudhoyono dan Budiono, tapi ‘negaraku' itu keluargaku." (Kompas, 27 Juni 2008)
Sungguh, hal tersebut merupakan konsep berpikir yang sangat sederhana, tetapi membutuhkan banyak pengorbanan dan keberanian yang luar biasa. Mengapa saya berkata demikian?
Bagi saya seorang awam, saat melihat potret para pemimpin bangsa ini, yang terdiri dari orang-orang hebat, orang-orang luar biasa pintar, saya sering bertanya, "Lah mengapa kalau para pimpinan kita ini sudah dokter, profesor, sarjana hukum, sarjana lain-lain kok masih saja negeri ini melarat ya? Kok ya masih saja orang tega korupsi, padahal mereka orang-orang yang berotak cemerlang, orang-orang yang saya yakin bisa membaca dengan lengkap instruksi atau petunjuk pelaksanaan suatu program dengan tepat. Mereka orang-orang yang berpengetahuan luas luar biasa. Atau jangan-jangan waktu sekolah dulu ada mata pelajaran tentang korupsi, abuse of power? Mengapa mereka memilih untuk beriklan besar-besaran di media televisi dengan begitu seringnya? Lah mbok ya uangnya buat nyumbang korban bencana banjir saja yo ... Kan lebih kelihatan manfaatnya? (Itu pikiran sederhana dari saya lo...)
Setelah merenung beberapa saat (maklum, bukan profesor, jadi butuh waktu agak lama untuk berpikir), saya kemudian menyimpulkan, "Berarti ada yang salah di sini, pengetahuannya tidak salah, tapi saya kira mindset(cara berpikir) mereka yang salah." Pertanyaan kemudian yang muncul adalah, "Di mana ya ada sekolah yang mengajarkan bagaimana caranya mempunyai mindset yang benar?"
Di sinilah peran ‘SIMBOK'. Di sinilah peran keluarga.
Terkadang tanpa disadari karena kesibukan sebagai seorang ibu, kita semua mengandalkan sekolah sebagai satu-satunya media di mana anak kita akan ‘dididik untuk menjadi orang besar'.
Sebagai seorang ayah, karena kesibukan mencari nafkah, kita mengandalkan istri sebagai ibu dan penanggung jawab sepenuhnya perkembangan anak-anak.
Saling ‘mempercayakan' kepada pihak pihak lain inilah yang menyebabkan kekacauan. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari pun kita sudah sering kali mengeluh dan berkata, ‘Opo-opo ki nek ora dikerjakne dhewe yo dadine ora genah ngene iki! Apa-apa kalau tidak dikerjakan sendiri ya jadinya seperti ini!" Lah!!! Itu saja dalam konteks pekerjaan, lah ini tentang anak-anak, tentang generasi penerus kita, kok ya bisa kita pasrahkan begitu saja?
Lembaga pendidikan adalah tempat mendapatkan pengetahuan, tempat mendapatkan resep adonan roti, lingkungan adalah tempat membeli bahan-bahan yang diperlukan, sedangkan keluarga adalah tempat memanggang adonan tersebut. Keluargalah yang menentukan apakah roti yang dihasilkan pas, matang dan enak, atau hanya akan menjadi gosong, jadi arang dan akhirnya dibuang.
Jika seorang anak mempelajari tentang arti kata ‘alasan', maka simbok yang mengajarkan bahwa ‘bukan hanya untuk membenarkan diri sendiri'.
Jika seorang anak mempelajari tentang arti kata ‘memuji', maka simbok yang mengajarkan bahwa ‘bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri'.
Jika seorang anak mempelajari tentang arti kata ‘negosiasi', maka simbok yang mengajarkan bahwa ‘bukan hanya untuk bisa menerima komisi'.
Jika seorang anak mempelajari tentang arti kata ‘kekayaan', maka simbok yang mengajarkan bahwa ‘bukan hanya untuk dibawa mati'.
Jika seorang anak mempelajari tentang arti kata ‘kekuasaan', maka simbok yang mengajarkan bahwa ‘bukan hanya untuk menekan pihak yang lemah'.
Jika beberapa hal di atas dilakukan oleh para simbok dengan benar, konsisten, dan penuh keberanian untuk melakukan apa yang mereka katakan sendiri, maka saya YAKIN bangsa ini tidak perlu terlalu lama menunggu datangnya perubahan.
Jika generasi muda dididik dengan pengertian benar, mereka akan tumbuh dengan nurani yang benar, dan pada saatnya berlaku dengan benar, dan kemudian hanya bisa melakukan yang benar, karena itu sudah menjadi karakter dan kebiasaan hidup.
Saya sangat mendukung jika saat ini kesetaraan gender sedang didengung-dengungkan. Karena, dengan majunya seorang figur ‘simbok' menjadi pimpinan, dapat menginspirasi banyak perempuan-perempuan Indonesia lain untuk ikut berkarya.
Tetapi jika harus memilih, saya memilih di Indonesia lebih banyak:
  • Simbok-simbok yang hanya berjualan di pasar, tetapi punya cukup waktu untuk meninabobokan anak mereka dengan cerita tentang Pandawa dan Kurawa.
  • Simbok-simbok yang hanya berpakaian sederhana, tetapi punya cukup waktu untuk bersama-sama anak mereka mengerjakan tugas sekolah yang ada.
  • Simbok-simbok yang rela mengantuk dan berwajah kuyu demi menemani anak-anak mereka belajar untuk mempersiapkan ujian dan bahkan membuatkan kue camilan kecil.
  • Simbok-simbok yang rela mengorbankan uang belanja kosmetik dan perawatan salon mereka demi membantu anak mereka yang bergabung dengan karang taruna yang hendak membangun perpustakaan desa.
  • Simbok-simbok yang rela tidak mengenakan baju dan tas jutaan rupiah karena anaknya ingin mengadakan syukuran ulang tahun dengan mengundang anak asuh.
Bagi semua simbok-simbok di antero Nusantara, semoga pada saatnya ketika alam mendukung, akan ada bibit-bibit muda pejuang bangsa yang bernurani luhur yang lahir dari tanganmu.
Salam hormat luar biasa !!!!!!!

Bob Williamson: Hampir Bunuh Diri Tapi Memilih Bangkit

Sukses bisnis kadang diraih melalui kombinasi antara kerja keras dan keberuntungan yang tampak sederhana. Salah satu yang mendapatkannya adalah Bob Williamson.Bob memang beruntung dan menjadi pengusaha hampir karena kecelakaan. Tapi sebenarnya ia berhasil karena memiliki semangat kuat untuk memperbaiki nasibnya yang salah arah di waktu muda.

Bob lahir dari seorang ayah tentara. Sejak kecil selalu berpindah-pindah tempat tinggal, begitupun sekolahnya. Karena sering pindah ia hampir tak punya sahabat. Selain itu jiwanya juga labil. Tukang bikin onar di sekolah atau di luar sekolah, suka berkelahi, dan sebagainya. Lalu godaan terjerumus ke dunia gelap tak bisa ditolak. Sejak remaja ia sudah jadi pemabuk dan pecandu narkoba.

Pada usia 19 tahun, Bob menikah dan usia 20 tahun bercerai. Ia memiliki anak. Ketika ingin menengok anaknya, mantan istrinya malah melaporkannya ke polisi yang membuatnya dipenjara. Kehidupannya makin buruk karena sekeluar dari penjara, ia kembali ke kebiasaan semula. Bahkan ia beberapa kali overdosis yang hampir merengut nyawanya.

Namun kehidupan buruk itu sering disesalinya. Ia merasa, jika terus-terusan seperti itu masa depannya akan hancur. Maka, pada saat usianya 24 tahun, ia pergi ke Atlanta untuk menata hidup baru. Sayangnya ia tak mudah mendapatkan pekerjaan.Bahkan ia sudah putus asa. "Saya bisa saja bunuh diri," ujarnya.

Akhirnya ia mencoba menahan diri untuk tak jadi pecandu lagi. Bersamaan dengan itu, ia mendapatkan pekerjaan sebagai pembersih batu bata bekas yang akan dijual lagi oleh pemilik usaha itu. Upahnya US$ 15 sehari; cukup untuk menyewa tempat tinggal dan bisa makan. Ia kemudian bahkan bisa menabung.

Suatu kali, ia bisa membeli mobil. Namun baru beberapa hari mengendarainya ia mengalami kecelakaan hebat yang hampir membuatnya tewas. Ia dirawat untuk beberapa waktu. Selama dirawat ia rajin membaca kitab suci. Dari sana, pelan-pelan semangat hidupnya tumbuh. Apalagi ia kemudian bertemu dengan perempuan yang sekarang menjadi istrinya, yang membuatnya makin terdorong untuk memperbaiki hidupnya.

Sekeluar dari rumah sakit, ia diterima di perusahaan cat Glidden sebagai tukang tempel label pada kaleng cat dan bekerja sehari penuh di basement yang mirip goa. Meski begitu ia menerimanya dengan sabar. Tekadnya untuk memperbaiki nasib sudah bulat. Sambil bekerja, dengan tekun ia juga banyak belajar dari ahli cat di perusahaan itu. Sikapnya yang baik membuat prestasi kerjanya juga baik dan beberapa kali mendapatkan promosi. "Dalam waktu dua tahun (di Glidden) saya mendapatkan promosi sebanyak delapan kali," ujarnya.

Setelah dua tahun di Glidden, ia pindah ke dua perusahaan cat lain. Lalu ia menemukan sesuatu, bahwa para artis wildlife (pelukis yang menggambar kehidupan alam liar, hobi yang juga ia tekuni) umumnya menggunakan cat mobil untuk mendapatkan hasil lukisan yang sempurna. Tetapi itu tentu saja mahal. Bob kemudian terpikirkan untuk membuat cat lukis baru bagi mereka yaitu jenis airbrush. Karena itu, selama dua tahun, ia berkutat di rumahnya untuk membuat ramuan catnya. Tak lama, catnya jadi. Untuk memperkenalkannya ia ikut pameran dengan menyewa stan/booth sendiri. Ia juga beri nama perusahaannya sebagai Polytranspar. Ternyata banyak pelukis yang ingin membeli catnya. Selanjutnya, ia keliling Amerika untuk menawarkan cat produksinya ke berbagai pelukis. Lalu, ia berhenti dari tempatnya bekerja agar bisa konsentrasi mengembangkan bisnis sendiri.
 

Pada tahun 1977, Bob mendirikan perusahaan cat Master Paint System. Sejak itulah bisnisnya menggelinding, makin lama makin besar dan makin banyak.Karena bisnisnya makin banyak, Bob mulai kebingungan mengelolanya. Pada awal 1980-an, ia mencoba membuat sistem pengelolaan bisnisnya mulai dari pengelolaan gudang, inventori barang, supply chain management dan sebagainya.

Bob ternyata jeli. Setelah para programernya membuat software manajemen untuk usahanya, ia juga menawarkan jasa pembuatan software sejenis pada banyak perusahaan. Dari sinilah ia mengembangkan bisnis software-nya. Meski sempat hampir bangkrut, Bob berhasil mengembangkan Horizon Software menjadi salah satu perusahaan software besar di Amerika sengan spesialisasi software pengelolaan kafetaria sekolah, barak-barak militer, rumah sakit, perguruan tinggi, dan sebagainya. Saat didirikan tahun 1992, Horizon baru mempekerjakanempat orang programmer. Sekarang perusahaan ini sudah memiliki hampir 180 karyawan. Omsetnya mencapai US$ 30 juta setahun atau sekitar Rp 270 miliar!
 
Jika dulu menuruti rasa putus asa ketika menghadapi kesulitan, mungkin Bob Williamson malah sudah tiada karena bunuh diri. Tetapi ia memilih bangkit dan bisa meraih kesuksesan besar! Luar Biasa!!

Minggu, 20 Maret 2011

Fokus dan Inovatif ala Michael Dell

Ketika karier atau bisnis sudah mencapai puncak, harta berlimpah, dan reputasi sudah didapat, ke mana lagi tujuan hidup diarahkan? Ada contoh menarik dalam melakukan ini yaitu kehidupan pasangan pengusaha sukses Michael Dell & Susan Dell. Beberapa waktu lalu, pasangan pengusaha komputer ini menyisihkan dananya sebesar US$ 1 miliar (sekitar Rp 9 triliun) untuk kegiatan sosial mereka. Dana ini tak dikeluarkan sekaligus, tetapi itu angka yang sangat besar.
Melalui yayasan Michael & Susan Dell Foundation, mereka fokus menolong anak-anak yang tidak beruntung karena kurang sarana pendidikan dan standar hidup kesehatannya yang rendah di berbagai kota di dunia. Sasarannya adalah menolong mereka yang tak berpendidikan hingga menjadi anak yang berpendidikan, sehat, dan sukses.

Yayasan ini didirikan tahun 1999 dan kini sudah melakukan berbagai kegiatan mulai dari beberapa kota di Amerika Serikat, India, dan Afrika Selatan. "Kami kira pendidikan dan kesehatan merupakan masalah penting. Anak-anak harus sehat agar bisa belajar dan akan-anak yang tak bisa belajar tak mungkin bisa sukses," ujar Dell mengenai fokusnya itu.

Mungkin pendirian yayasan merupakan "tugas tambahan" Dell dalam hidupnya sebagai pengusaha. Namun tanpa kepedulian yang terus dikembangkan kepedulian itu tak akan tumbuh. Dan ternyata itu terbangun dari sikap hidupnya sebagai pengusaha yang sekaligus menjadi kunci sukses hidupnya. Apa saja yang dilakukannya? Berikut poin pentingnya yang bisa sama-sama kita serap.


Kembangkan Jiwa Kewirausahaan Sejak Belia

Jiwa kewirausahaan Dell sudah terlihat sejak usia belasan tahun.Ia memulai bisnisnya dengan mengumpulkan perangko dan menjualnya kepada sejumlah kolektor. Saat itu ia bisa meraih pendapatan sampai US$ 2.000. Lumayan untuk pemula. Namun ia tak puas dengan jumlah sebanyak itu. Untuk meningkatkan omsetnya ia berjualan koran.

Berbeda dengan penjual koran lainnya, ia punya cara cerdas mengumpulkan pelanggan. Dell meriset daftar pasangan yang baru nikah dan mengumpulkan daftar pemilik rumah baru yang ia peroleh dari daftar hipotek bank untuk memudahkan pencariannya.

Pada usia 18 tahun, ia bahkan sudah punya mimpi besar. Saat itu ia sudah tertarik pada bisnis PC, lalu ayahnya bertanya, "Apa yang akan kamu lakukan dalam hidupmu?" Dell lalu menyahut, "Saya akan berkompetisi dengan IBM?" ujarnya. Mimpinya begitu jelas dan fokus!

Ayahnya kurang senang dengan jawaban itu. Terlebih-lebih Dell kemudian memutuskan keluar dari University of Texas untuk berjualan PC. Lagi-lagi ia lakukan sesuatu yang brilian. Dibanding menawarkan PC baru ia memilih layanan upgrade komputer. Dan ternyata ini pasar yang basah. Terlebih-lebih ia menemukan bahwa menjual PC secara langsung jauh lebih efektif dibanding berjualan komputer secara tradisional (mengandalkan toko).

Dan melalui perusahaannya saat itu [PC's Limited], ia bisa membuktikan penglihatannya mengenai celah pasar itu memang benar. Pada tahun 1984 dalam aktu beberapa bulan saja ia bisa membukukan omset US$ 50.000-80.000 dari bisnis upgrade komputer dan menjual komponen-komponennya. Tahun 1991, ketika usianya baru 27 tahun, ia sudah menjadi CEO Termuda pilihan Majalah Fortune.

Tahun 1996, Dell mulai menjual PC-nya melalui internet. Dan respon pasar luar biasa! Omset Dell mencapai US$ 1 juta per hari. Dan setelah perkembangan berikutnya, Dell menjadi penguasa bisnis komputer dengan merk "Dell". Tahun 2001, Dell sudah menguasai pasar PC dunia dengan pangsa pasar 12,8% yang membuatnya menjadi pembuat PC terbesar di dunia. Sudah tentu, ia sukses mengalahkan IBM dalam hal penjualan jumlah PC-nya di dunia.

Kunci suksesnya adalah fokus dan selalu mencari cara baru (inovatif) untuk menaklukkan pasar.Dengan sikap seperti itu, Dell sudah berani menantang pasar sejak usia muda. "Fokus itu penting. Tetapi sabar juga perlu karena untuk mengukur segala perkembangan yang telah dicapai kita semua perlu waktu," ujarnya.

Sikap Mental yang Patut Dicontoh

Dunia berdecak kagum dengan mentalitas masyarakat Jepang. Setelah terjadi bencana gempa dan tsunami yang mematikan, mereka tetap mengantre dengan tertib di supermarket untuk mendapatkan bahan makanan. Tidak ada rebutan, tidak ada penjarahan, tidak ada kerusuhan!

Ketertiban, tidak hanya terlihat di supermarket saja. Ketika gempa berkekuatan 9 SR baru saja terjadi (Jumat sore, 11/3), lalu lintas macet total. Namun, penduduk Jepang tetap bersikap tenang menghadapinya.

"Lalu lintas bagai di neraka dan sering kali hanya satu mobil dapat berjalan ketika lampu lalu lintas berubah menjadi hijau. Tapi semua begitu tenang, mengemudi dengan aman, dan memberikan jalan kepada satu sama lain," ucap salah salah satu pengendara, Arakawa.
 
Antrean tertib warga Jepang di sebuah supermarket di daerah Sendai, Kamis (17/3)

Arakawa mengucapkan hal itu melalui akun Twitter, yang lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh seorang translator bernama Aya Watanabe (@vida_es_bella). Watanabe menghimpun beberapa tweet para korban gempa yang menunjukkan ketertiban dan rasa kesetiakawanan warga Jepang.

Masih di jalan raya, seorang pengguna jalan lain mengatakan, ia mengemudi selama 10 jam untuk pulang ke rumah saat gempa menghentak. Lalu lintas sangat padat. Namun, ia tidak mendengar bunyi klakson sekali pun.

"Yang terdengar hanyalah ucapan terima kasih antara satu sama lain, karena telah diberi jalan," katanya.

Sikap tetap tertib dan tidak emosional juga terlihat di stasiun-staiun kereta api. Seperti diberitakan, ketiga gempa terjadi, jaringan KA Tokyo Metro sempat menghentikan operasinya dengan alasan keselamatan penumpang. Banyak penumpang yang terlantar di stasiun. Namun, mereka tetap menunggu dengan sabar sampai KA dapat beroperasi kembali. Para penumpang juga senang dengan cara petugas KA yang tetap melayani mereka dengan senyuman.

Seorang warga Jepang yang ingin menempuh perjalanan dari Oedo menuju Hikari Gaoka mengatakan, stasiun sangat penuh dengan penumpang. Sampai-sampai ada penumpang yang menunggu di luar gerbang tiket. Akan tetapi, semua tertib dan mengikuti arahan petugas stasiun.

"Kami membentuk garis sempurna. Tidak ada tali partisi. Tapi kami memberikan ruang untuk orang lain berjalan. Semua orang mengikuti petunjuk yang diberikan oleh staf stasiun. Ketenangan ini sangat mutlak dan nyata. Saya kagum dengan kekuatan mental orang-orang ini," katanya.

Nilai Buddha dan Shinto


John Nelson, seorang pakar kawasan Asia dari University of San Francisco, AS, menjelaskan fenomena tersebut. Ia mengatakan, orang Jepang tidak akan meratapi yang sudah terjadi. "Mereka malah bertanya, apakah yang perlu dilakukan selanjutnya," tuturnya.

Nelson melanjutkan, masyarakat Jepang (khususnya dalam kasus-kasus) tertentu, memegang nilai-nilai tradisional. "Ada ucapan terkenal di Jepang bahwa orang-orang akan kembali ke dewa-dewa jika sedang dalam kesulitan. Dan saya kira itu yang kita lihat sekarang ini," lanjut Nelson. Ia menambahkan, acara-acara ritual Shinto dan Buddha memengaruhi kehidupan Jepang.

Duncan Williams, seorang biksu, juga memberi penjelasan. Pengaruh Buddha menjadi faktor utama di balik kesabaran, daya tahan, serta pengorbanan dalam sebuah tragedi.

Pernyataan-pernyataan di atas juga didukung oleh Ian Reader, profesor ahli Jepang dari University of Manchester (Inggris), serta Brian Bocking, pakar budaya Asia dari University College Cork (Irlandia).
 
Source: detiknews, kompas.com

Selasa, 15 Maret 2011

Embun Pagi

Adalah Raja Zhao yang memerintah sebuah kerajaan di abad ketiga, mengirim putranya pangeran Chao Chan yang telah beranjak dewasa ke sebuah kuil dimana seorang guru besar Pan Ku berada.  Chao Chan akan dididik menjadi seorang pemimpin agar kelak siap  menggantikan ayahnya sebagai raja.

Sehari setelah tiba di kuil, Chao Chan merasa aneh karena Pan Ku justru mengajak Chao Chan masuk kedalam hutan lalu meninggalkannya seorang diri di sebuah rumah yang telah disediakan baginya ditengah hutan itu.  "Tinggallah disini dan  belajarlah pada alam, satu bulan lagi aku akan datang menjemputmu" demikian kata Pan Ku.

Satu bulan kemudian Pan Ku datang menjenguk sang pangeran di dalam hutan dan bertanya: "Katakanlah, selama sebulan di hutan ini suara apa saja yang sudah kau dengar?"

"Guru," jawab pangeran, "Saya telah mendengar suara kokok ayam hutan, jangkrik mengerik, lebah mendengung, burung berkicau, serigala melolong...." dan masih banyak suara-suara lainnya yang disebutkan oleh Chao Chan.

Usai pangeran Chao Chan menjelaskan pengalamannya, guru Pan Ku memerintahkannya untuk tinggal selama tiga hari lagi untuk memperhatikan suara apa lagi yang bisa didengar selain yang telah disebutkannya.  Untuk kesekiankalinya Chao Chan tidak habis mengerti dengan perintah sang guru, bukankah ia telah menyebutkan banyak suara yang didengarkannya?

Chao Chan termenung setiap hari namun tetap berpikir keras ingin menemukan suara yang dimaksud oleh Pan Ku, tetapi tetap saja tidak menemukan suara lain dari yang selama ini sudah didengarnya.

Pada hari ketiga menjelang matahari terbit, Chao Chan bangun dari tidurnya kemudian duduk bersila di rerumputan dan mulailah bermeditasi.  Dalam kesunyian itulah sayup-sayup Chao Chan mendengar suara yang benar-benar berbeda dengan sebelumnya.

Semakin lama suara itu semakin jelas, dan saat itulah Chao Chan mengalami pencerahan. "Pasti inilah suara-suara yang dimaksud guru." teriaknya dalam hati.

Akhirnya tanpa menunggu Pan Ku datang mengunjunginya, sang pangeran bergegas kembali ke kuil untuk melaporkan temuannya.

"Guru", ujarnya "Ketika saya membuka telinga dan hati saya lebar-lebar, saya dapat mendengar hal-hal yang tak terdengar seperti suara bunga merekah, suara matahari yang memanaskan bumi dan suara rumput minum embun pagi."

Pan Ku tersenyum lega seraya manggut-manggut mengiyakan, lalu katanya: "Mampu mendengarkan suara yang tak terdengar adalah pelajaran wajib yang paling penting bagi siapapun yang ingin menjadi pemimpin yang baik."

"Karena, baru setelah seseorang mampu mendengar suara hati pengikutnya, mendengar perasaan yang tidak ter-ekspresikan, kesakitan yang tak terungkapkan, keluhan yang tidak diucapkan, maka barulah seorang pemimpin akan paham betul apa yang salah dan niscaya akan mampu memenuhi kebutuhan yang sesungguhnya dari para pengikutnya".

Keajaiban di Tengah Bencana

Gempa bumi yang disusul tsunami dahsyat yang melanda Jepang sudah berlangsung beberapa hari. Sekitar dua ribuan orang diberitakan meninggal. Masih ada ribuan orang yang belum diketahui nasibnya. Banyak yang mengira, karena waktu yang cukup lama sejak tragedi terjadi, hanya sedikit harapan mereka yang belum ditemukan akan terselamatkan jiwanya. Bahkan ada yang menyebutkan, jika jumlah korban jiwa kurang dari 10.000, itu adalah suatu keajaiban. Artinya, korban jiwa diperkirakan akan lebih besar dari 10.000 orang.
Namun selalu ada keajaiban dan tentu saja harapan. Ada sejumlah korban yang dengan segala upayanya bisa bertahan hidup dari ancaman kematian setelah terbawa arus tsunami yang melanda Jepang 11 Maret lalu.

Terapung 2 Hari


Hiromitsu Shinkawa, 60 tahun, bisa disebut mengalami keajaiban itu. Pada Jumat 11 Maret 2011, pasca gempa terjadi, ia bermaksud kembali ke rumahnya menemui istrinya. Namun baru tiba di rumah tiba-tiba suara gemuruh dari pantai menghampirinya. Saat itulah ia melihat gelombang tsunami mendekatinya. Ia dan istrinya lari sekencang-kencangnya.

Entah kenapa, tiba-tiba sang kakek itu ingat sesuatu dan kembali ke rumah untuk mengambilnya. Pada saat itulah tsunami menghantam rumahnya hingga hancur. Ia hampir tenggelam terbawa arus namun berhasil meraih bagian atap rumahnya yang terbawa tsunami. Ia berhasil bertahan di atasnya mengikuti arus tsunami. Sedangkan istrinya entah tersapu ke mana.
 
 

Hiromitsu kemudian terbawa arus tsunami yang kembali ke laut dan terombang-ambing di tengah lautan. Beberapa kali ia melihat kapal dan helikopter tim penyelamat. Ia sudah berusaha melambai-lambaikan baju merahnya minta tolong namun tim penyelamat itu tak juga melihatnya.

Meski begitu ia tak putus harapan. Besoknya ketika ada kapal lagi ia kembali melambai-lambaikan baju merahnya. Kapal militer itu akhirnya menyelamatkannya setelah ia terapung di laut selama dua hari di atas bagian atap rumahnya yang mengapung.

Bayi selamat setelah 3 hari

Keajaiban lain terjadi kemarin. Tim penyelamat dari satuan militer Jepang menemukan bayi berusia empat bulan dari reruntuhan di Ishinomaki. Tim ini menyusuri desa itu yang hancur berantakan. Mereka sudah mengira korban yang bisa mereka temukan sudah pasti meninggal.

Namun sayup-sayup terdengar tangisan anak kecil yang entah di mana. Kadang terdengar kadang hilang. Setelah berusaha mencarinya, akhirnya tim itu menemukan bayi di bawah reruntuhan berselimut warna pink. Bayi itu bisa bertahan hidup tiga hari setelah kejadian.
 

Setelah diberitakan di media massa, seorang lelaki yang mengaku sebagai ayahnya membawa sang bayi. Ia menyebutkan anaknya terlepas ketika tsunami menerjang rumahnya tiga hari sebelumnya.

Terikat di mobil 20 jam


Ada juga cerita nenek tua yang ditemukan di dalam mobil yang hancur di antara puing-puing gedung. Ia masih terikat di dalam kursi penumpang di mobil itu saat ditemukan. Meski mengaku trauma, namun sang nenek tak terluka.

Penemuan-penemuan itu membangkitkan harapan bahwa masih ada keajaiban lain yang membuat korban lain bisa bertahan hidup dari hempasan tsunami. Luar biasa!

Minggu, 13 Maret 2011

10 Aturan Hidup Bahagia dari Thomas Jefferson

Thomas Jefferson, presiden ke-3 Amerika Serikat (masa jabatan 1801-1809), pernah menyebutkan 10 aturan yang ia anggap bisa membuat hidup Anda bahagia. Aturan ini sebenarnya ditulis Jefferson atas permintaan orangtua seorang bayi yang baru lahir dan diberi nama Thomas Jefferson Smith.

Apakah Anda ingin mencobanya? Berikut nasihat Thomas Jefferson yang legendaris itu:

1.Jangan pernah menunda sampai besok untuk hal yang bisa Anda lakukan sekarang.

Sepertinya ungkapan ini cukup populer bagi kita, karena kalimat bijak ini biasanya bisa kita lihat di bagian bawah buku tulis yang kita gunakan saat sekolah :) Jadi, intinya sikap menunda itu tidak baik. Lakukan sekarang, karena belum tentu besok Anda bisa melakukan apa yang saat ini Anda tunda.

2.Jangan pernah merepotkan orang lain untuk hal-hal yang bisa Anda lakukan sendiri.

Kalau Anda bisa makan sendiri, jangan minta disuapi. Kalau Anda bisa mencari uang sendiri, jangan meminta uang dari orang lain!

3.Jangan pernah membelanjakan uang sebelum Anda memilikinya.

Lho…bagaimana bisa belanja kalau uangnya tidak ada? Ya, artinya jangan berhutang untuk hal-hal konsumtif. Kalau Anda memang belum punya uang, jangan berharap untuk membeli yang macam-macam, sehingga nantinya Anda justru terjerat hutang.

Karena itulah, Anda perlu memiliki pengetahuan finansial, sehingga Anda tahu bagaimana mengatur uang, dan bagaimana seharusnya memperlakukan harta yang Anda miliki.

4. Jangan pernah membeli hal-hal yang tidak Anda sukai hanya karena harganya murah; karena Anda tak akan merasa hal tersebut berharga.

Kalau Anda berbelanja, sebaiknya jangan selalu melihat sesuatu dari harganya yang murah. Misalnya, kalau Anda membeli sepatu hanya karena harganya murah, bersiap-siaplah untuk menyesal, karena sepatu Anda sebentar lagi tak akan bisa dipakai. Lebih baik membeli barang yang sedikit mahal, namun kualitasnya sebanding. Dengan membeli barang yang lebih mahal dan berkualitas baik, maka Anda juga akan lebih menghargainya.

5.Kesombongan lebih merugikan daripada kelaparan, kehausan, dan kedinginan.

Orang kaya yang suka menyombongkan pangkat dan hartanya adalah tidak lebih baik dari orang miskin yang selalu hidup kelaparan, kehausan, dan kedinginan.

6.Jangan pernah menyesal karena Anda makan terlalu sedikit.

Bersyukurlah. Meski hanya sedikit, Anda masih bisa makan. Anda masih lebih baik dari orang-orang yang tak bisa makan sama sekali karena kemiskinan, penindasan, atau bencana alam.

7.Tak ada hal yang merepotkan jika kita melakukannya dengan senang hati.

Menurut Paul Zane Pilzer, salah satu tanda bahwa bisnis Anda sudah tepat adalah jika Anda tidak merasa repot atau susah ketika menjalankan bisnis Anda. Bahkan ketika Anda sedang menonton tv bersama keluarga, Anda sesekali masih memikirkan bisnis Anda, karena Anda sangat menyukai dan menikmati apa yang Anda kerjakan.

Lakukan pekerjaan Anda dengan senang hati, maka Anda tak akan merasa bahwa Anda sedang “bekerja”. Saya tahu kalau saya merasakannya. Bagaimana dengan Anda?

8.Jangan biarkan Anda merasa tersakiti untuk hal-hal yang tak pernah terjadi.

Banyak orang mengkhawatirkan hal-hal yang belum tentu terjadi, dan pada akhirnya bahkan tidak pernah terjadi sama sekali. Ini hanya akan membuat Anda "sakit" karena suatu hal yang tidak jelas. Jika Anda memiliki masalah kekhawatiran, saya menyarankan Anda membaca buku Dale Carnegie, How to Stop Worrying and Start Living.

9.Jangan menangani hal dengan perdebatan.

Kalimat ini dalam bahasa Inggrisnya berbunyi “take things always by their smooth handle”, dan sebenarnya bisa diartikan apapun oleh pembacanya. Namun, arti yang banyak diterima adalah bahwa sebaiknya jangan menangani hal dengan perdebatan. Sebab, perdebatan menyangkut opini, dan siapapun bisa memiliki opini.

Argumen dan debat memang masih perlu, tapi jangan sampai hanya membuat keadaan menjadi semakin buruk, bukannya semakin baik.

10.Ketika marah, berhitunglah sampai 10 sebelum Anda berbicara; dan jika Anda sangat marah, berhitunglah sampai 100.

Ada satu kalimat bijak yang mengatakan bahwa kemarahan adalah bila kata-kata atau tindakan keluar lebih dahulu daripada logika. Saya rasa itu benar.

Berteman dengan Gorila via Facebook dan Twitter

Gorila gunung Uganda adalah salah satu spesies hewan yang langka. Saat ini, jumlahnya hanya sekitar 720 ekor saja. Hmmm... apakah Anda ingin "berteman" dengannya? Mudah saja kok. Tidak usah pergi jauh-jauh ke Uganda, karena mereka telah memiliki ID di Facebook dan Twitter! Melalui situs pertemanan itu, Anda bisa mengikuti kehidupan personal para gorila tersebut melalui foto, video dan status yang up-to-date. Hal ini diungkapkan oleh situs Friendagorilla.org, yang diluncurkan pada hari Sabtu (26/9). Situs ini dan orang-orang yang terlibat dalam pengelolaannya, merupakan penggalang kampanye perlindungan gorila gunung Uganda. Mereka membuat dan menayangkan ID Facebook dan Twitter beberapa ekor gorila, agar gorila bisa dikenal masyarakat dunia dan dibantu usaha pelestariannya. Mereka juga mengumpulkan dana untuk membiayai berbagai proyek perlindungan gorila.
"Semua orang bisa berpartisipasi dalam pelestarian gorila gunung Uganda dengan menyumbang 1 dollar AS (sekitar Rp10.000) kepada Friendagorilla.org," ungkap Moses Mapesa Wafula, Kepala Otoritas Alam Liar Uganda (UWA). "Kami berharap bisa mendapatkan 100.000 dollar AS dalam tiga bulan pertama, dan 350.000 dollar AS dalam waktu satu tahun lagi!"
Oh ya, situs itu juga mengungkapkan, inilah kampanye perlindungan gorila pertama yang melibatkan situs-situs jaringan sosial. Luar biasa!

Sabtu, 12 Maret 2011

Yoshikazu Tanaka, Mark Zuckerberg-nya Asia

Namanya Yoshikazu Tanaka, usianya baru 33 tahun. Namun kekayaannya mencapai US$ 1,4 miliar (sekitar Rp 12,6 triliun). Pada bulan Maret ini namanya tercantum dalam Top 10 New Billionaires in Asia 2011.
Sebenarnya pemuda kelahiran Tokyo, Jepang ini bukan pertama kali masuk daftar orang kaya versi majalah Forbes. Sebelumnya ia juga terdaftar di urutan kedua World's Second-Youngest Self-Made Billionaire di belakang pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Daftar ini menunjukkan kalau Tanaka (dan juga Mark Zuckerberg) mendapatkan kekayaannya bukan dari warisan orangtuanya melainkan hasil usaha sendiri.

Tanaka boleh dibilang "Mark Zuckerberg" versi Asia. Seperti juga Mark, ia juga sukses menjadi pebisnis karena mengembangkan website jejaring sosial bernama Gree.
 

Awal kariernya dimulai saat ia bekerja di Sony Communication Network Corporation selepas menyelesaikan sekolahnya di Fakultas Hukum Nihon University tahun 1999. Tahun 2002, ia pindah ke Rakuten. Inc, sebuah website belajar online. Dari sinilah ia belajar bisnis internet.

Tahun 2004 ia memutuskan keluar dari Rakuten untuk mendirikan Gree (http://www.gree.co.jp), sebuah website jejaring sosial. Meski sama-sama website jejaring sosial, Gree berbeda konsep dengan Facebook atau website jejaring sosial di Jepang lainnya. Gree lebih menekankan pada jejaring permainan sosial. "Itu karena orang Jepang suka memainkan games," kata Tanaka.

Ini menunjukkan ia cukup jeli membidik pasar. Hal inilah yang membuat Gree langsung diserbu. Tak perlu sampai sebulan sudah mendapatkan sejuta member. Tak hanya itu, para member itu juga mau membayar pakaian virtual - satu fasilitas di website itu - untuk berpartisipasi di jejaring buatannya. Dari sinilah, antara lain, pendapatannya ia kumpulkan.

Tahun 2006 Gree "go public" dengan menawarkan 51% sahamnya ke pasar modal. Tahun 2009, harga sahamnya melonjak beberapa kali lipat. Dari 51% saham milik publik yang pada tahun 2008 nilainya hanya US$ 170 juta, setahun kemudian nilainya sudah mencapai US$ 1,6 miliar.

Dengan prestasi perusahaan itulah Forbes menobatkan Tanaka menjadi anak muda terkaya Asia tahun 2010 dan 2011.

Luar biasa!

Selasa, 01 Maret 2011

Aku Tidak Menyerah

Kala itu Takezo adalah seorang pria yang putus asa dan mau meninggalkan semuanya: baik pekerjaan maupun hubungan dengan kerabat dan sahabatnya. Ia mau berhenti hidup!
Lalu, ia pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan seorang Zen bernama Takuan. Katanya, "Apakah Takuan bisa memberiku satu alasan yang baik agar jangan berhenti hidup dan menyerah?"

Jawaban Takuan sangat mengejutkan, "Coba lihat sekitarmu, Takezo. Apakah kamu lihat pohon pakis dan bambu itu?"

"Ya," jawab Takezo. "Aku melihatnya."

"Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, alam merawat keduanya dengan sangat baik. Alam memberi keduanya cahaya dan air. Pakis tumbuh sangat cepat di bumi, daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan.

Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apa pun, tapi katanya, 'Aku tidak menyerah.'

Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin segar dan banyak, tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu. Tapi katanya, 'Aku tidak menyerah!'

Pada tahun ketiga, bambu belum juga memunculkan sesuatu, tapi katanya, 'Aku tidak menyerah!'

Di tahun keempat, masih belum ada apapun dari benih bambu. Ia berkata, 'Aku tidak menyerah!'" demikian cerita Takuan.

Pada tahun ke-5, muncul tunas yang lebih kecil dari tunas pakis. Yah, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna.

Tapi 6 bulan kemudian, bambu tumbuh menjulang sampai 100 kaki (sekitar 30 meter). Rupanya, untuk menumbuhkan akar secara maksimal, perlu waktu 5 tahun. Akar ini membuat bambu kuat dan bisa memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.
 
 
"Sang Pencipta tak kan memberi kita cobaan yang tak sanggup diatasi oleh ciptaan-Nya," kata Takuan kepada Takezo. "Tahukah kamu, Takezo. Saat menghadapi kesulitan dan perjuangan berat seperti ini, kau sebenarnya sedang menumbuhkan 'akar-akar' yang kuat? Alam tidak meninggalkan bambu itu. Sang Pencipta juga tidak meninggalkan kamu."
 
"Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain," kata Takuan. "Bambu punya tujuan yang berbeda, dibandingkan dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah. Waktu untuk Anda akan datang. Anda akan menanjak dan menjulang tinggi, asalkan tetap mengandalkan Sang Pencipta dalam setiap rencana dan jalan hidup Anda."
 
Demikian sepenggal percakapan Shinmen Takezo, sebelum menjadi Miyamoto Musashi (seorang samurai dan ronin yang sangat terkenal di Jepang pada Abad Pertengahan).

Catherine Elizabeth: Anak Buangan yang Jadi Pengusaha Panutan di AS


Bagaimana seorang remaja putri Afro-Amerika, single parent, tak tamat SMA, dan diusir orangtua dari rumah, merancang masa depannya? Catherine Elizabeth, yang mengalami nasib seperti itu, mengaku seperti menatap masa depan yang "mengerikan". Saat itu ia nyaris tak punya tiket untuk menempuh jalur menuju kehidupan yang lebih baik.
Catherine Elizabeth adalah perempuan keturunan Afrika dari kedua orang tua yang cukup terpandang. Ia bisa sekolah di sekolah elit. Saat itu ia juga punya ketertarikan khusus pada siaran radio. Tak heran jika setiap hari selalu membawa radio ke sekolah. Bahkan tak hanya jadi pendengar ia juga ikut mencarikan iklan bagi radio kesukaannya di Omaha.

Namun sesuatu terjadi padanya yang membuat kedua orang tuanya berang. Entah bagaimana ceritanya, Catherine mengandung ketika usianya baru menginjak 16 tahun. Ia pun diusir dari rumah. Untungnya ia bisa menikah dengan ayah anak yang dikandungnya. Namun itu pun cuma dua tahun, lalu mereka bercerai.

Dari situlah ia mulai menghadapi kengerian. Bagaimana harus menghadapi masa depan? Satu-satunya peluang yang ada dalam pikirannya adalah ia harus menamatkan dulu SMA-nya yang dulu terbengkalai karena harus menikah.

Tak berpikir panjang, ia datangisekolahnya dan memintanya agar ia bisa melanjutkan sekolah. Beruntung sekolahnya mau menerima. Akhirnya ia bisa menyelesaikan sekolah sambil membesarkan anaknya dengan sumber penghidupan dari kerja serabutan.

Ia menyadari pendidikan itu penting sehingga ia mati-matian menjalaninya. Setamat SMA, ia menjutkan ke college dan diterima di University of Nebraska, Omaha, tahun 1968.Sambil kuliah ia bekerja di stasiun radio khusus untuk pendengar keturunan Afrika, bernama KOWH.

Kuliah sambil bekerja membuatnya harus pintar-pintar mengatur waktu.Di situlah integritasnya diuji. Ia tak hanya harus bekerja keras, juga harus bekerja cerdas. Ia berhasil. Pekerjaannya beres, kuliahnya tetap jalan. Bahkan apapun pekerjaan yang diberikan oleh KOWH, selalu bisa diselesaikannya dengan memuaskan. Hal inilah yang membuat pendiri Howard University's School of Communication, Washington, kesengsem. Lalu, ia ditawari menjadi pengajar.

Tawaran itu diterima Catherine. Sayangnya, karena mengejar karier, kuliahnya jadi terbengkalai. Ia gagal menyelesaikan kuliahnya. Sedangkan kariernya terus menanjak. Ia bahkan diangkat menjadi sales director radio kampus WHUR-FM sampai kemudian menjadi presiden direktur. Radionya pun makin populer.

Salah satu program unggulannya adalah The Quiet Storm, program radio tengah malam yang menyajikan lagu-lagu romantis beraliran rhythm and blues. Program radio ini melejit, sampai-sampai ditiru oleh radio-radio lainnya. Omset radio melonjak dari hanya US$ 300.000 menjadi US$ 3,5juta. Saat itu, jiwa bisnisnya terusik. Ia meminta manajemen WHUR agar mematenkan program itu dan menjual lisensi The Quiet Storm. Namun ide itu ditolak karena dianggap kurang komersil.

Gara-gara itu, Catherine kemudian pindah ke WYCB-AM. Namun enam bulan kemudian ia berhenti karena merasa kreativitasnya tertekan. Dari sanalah ia terpikirkan untuk memiliki radio sendiri. Saat itu ia sudah menikah lagi dengan seorang produser televisi bernama Dewey Hughes.

Kebetulan ada radio kecil, WOL-AM, yang mau dijual. Setelah mencari investor, terkumpul uang US$ 450.000. Uang itu jelas tak cukup untuk membeli WOL yang ditawarkan dengan harga US$ 950.000. Lalu mereka mencari pinjaman bank. Tak satupun bank mengabulkan kreditnya. Sebanyak 32 bank yang menolak permohonan kreditnya. Baru bank ke-33 mau menerimanya. Itu pun karena petugas loan officer-nya masih baru. Dari pinjaman bank inilah, mereka bisa membeli WOL-AM.
 

Dalam perkembangannya, WOL-AM berubah nama menjadi Radio One yang kemudian jadi cikal sukses bisnis Catherine. Kini Catherine memiliki 70-an radio di bawah manajemen Radio One. Bahkan ia sudah punya stasiun TV juga. Dengan jumlah radio sebanyak itu Catherine menjadi "pengusaha radio terbesar ketujuh di AS" dan menjadi "pengusaha keturunan Afrika pertama yang memiliki jaringan radio terbesar di Amerika Serikat". Bahkan ia menjadi wanita pengusaha kulit hitam pertama yang perusahaannya tercatatkan di pasar modal.

Semua itu, katanya, terbangun dari mimpi dan ketakutan akan masa depan yang suram yang membayang di hadapannya. Menurutnya, sukses yang dicapainya karena ia punya visi yang merupakan kombinasi antara imajinasi dan persiapan. Ketika imajinasinya menjelma menjadi mimpi, ia siapkan caranya agar mimpi itu menjadi kenyataan.

Semoga menginspirasi!

Minggu, 27 Februari 2011

Cinta: Kunci Menuju Kehidupan yang Penuh Daya< = >E=MC2,

Ketika memperkenalkan rumus E=MC2, Albert Einstein secara radikal telah mengubah pandangan kita tentang hukum-hukum alam yang mengatur cara dunia bekerja. Mengapa persamaan matematika yang sederhana ini begitu termasyhur sehingga orang awam pun mengenalinya?

Dalam persamaan ini dikatakan bahwa "energi sama dengan massa dikali kecepatan cahaya pangkat dua." Apakah Anda sudah paham? Dalam rumusan tersebut, energi (pikiran) berada dalam satu persamaan dengan massa (benda) dan kecepatan cahaya (gerakan). Dalam persamaan tersebut, energi dan benda bisa dirumuskan bolak-balik. Einstein meruntuhkan pemikiran yang sudah berusia berabad-abad dan menciptakan terobosan di dinding. Dengan kata lain, Anda bisa menciptakan sesuatu dari yang tidak ada (energi) menjadi ada (benda). Pikiran juga memiliki energi. Dengan kata lain, pikiran menjadi wujud. Apa yang Anda pikirkan secara konsisten bisa mewujud ke dalam realitas fisik (benda).

Rumus Einstein berujung pada: "Segala Sesuatu adalah Energi".Di bawah mikroskop yang sangat besar, sebuah batu, sebuah planet, segelas air, tubuh Anda, segala sesuatu yang bisa Anda sentuh, cicip, atau cium, semuanya terbuat dari molekul-molekul, yang terbuat dari atom-atom, yang terbuat dari proton, elektron dan neutron, yang terbuat dari kuanta, yang terbuat bukan dari apa-apa kecuali paket-paket energi yang bergetar.

Setelah dua puluh tahun dari penemuan Einstein, terjadi revolusi lain dalam pandangan dunia fisika kuantum. Seorang fisikawan Denmark, Niehl Bohr dan muridnya, Werner Heisenberg, menemukan bahwa pada skala sub atom, realitas bukan terbuat dari substansi yang padat, tapi dari medan-medan potensialitas. Sebuah partikel akan mengambil karakteristik spesifik sebuah "benda"material, hanya ketika partikel itu diukur dan diamati.

Kesimpulannya adalah: tindak pengamatan mempengaruhi perilaku partikel-partikel ini. Setiap kali para ilmuwan mencari sebuah elektron, sebuah elektron akan muncul, tepat di tempat mereka mengharapkannya. Tidak masalah apakah orang yang melakukan pengamatan itu adalah seorang ilmuwan atau seorang tukang becak. Bahkan tidak lama kemudian ditemukan bahwa sekedar niat untuk mengukur partikel-partikel saja, tanpa benar-benar melakukannya, tetap akan mempengaruhi partikel-partikel itu. Tiba-tiba tindakan subjektivitas kesadaran telah menjadi wujud esensial yang nyata.

Di sinilah fisika kuantum bersilangan dengan kepentingan Anda. Apa yang ditemukan para fisikawan berkaitan erat dengan bagaimana Anda dapat menciptakan kehidupan impian Anda. Berikut ini adalah ringkasan kesimpulan dari rumusan tersebut:

Segala sesuatu dalam dunia fisik terbuat dari atom-atom.
Atom-atom terbuat dari Energi yang bergetar.
Dan Energi terbuat dari kesadaran (pikiran).
Kesadaran ada di mana-mana.
Potensi kesadaran tidak terbatas.
Kenyataan berubah sesuai keadaan kesadaran yang berbeda.


Dengan demikian, energi membentuk seluruh realitas Anda. Cara Anda berpikir mulai mengatur energi menjadi bentuk. Kesadaran cinta merupakan bentuk energi terkuat. Hukum tarik-mrnarik (Law Of Attraction) beroperasi pada energi yang bergetar. Berdasarkan hukum itu, apa yang benar-benar Anda cintai, entah itu benda atau sebuah aktivitas, Anda akan cenderung mewujudkannya dalam jumlah besar ke dalam pengalaman hidup Anda.

Inilah kabar fantastisnya, hukum tarik-menarik adalah soal kemelekatan. Anda dapat melekatkan apapun yang Anda cintai ke diri Anda dengan menemukan berbagai hal yang Anda cintai pada diri orang lain. Bila Anda merasa senang dengan keberuntungan orang lain, keberuntungan tersebut akan melekat kepada Anda. Bila Anda mengagumi dan menghargai apa pun pada diri orang lain, Anda sedang melekatkan kualitas-kualitas itu pada diri Anda.

Anggaplah dunia ini sebagai katalog Anda, bila Anda memahami kekuatan cinta, maka memperhatikan, mencintai, dan menghargai apa pun yang Anda inginkan, adalah tugas seumur hidup Anda untuk meningkatkan kualitas hidup.

Pelajaran Berharga Yang Sederhana

Pelajaran Berharga Yang Sederhana
Kesederhanaan seringkali diidentikkan dengan ketertinggalan, kenaifan, ketinggalan jaman bahkan kebodohan. Padahal kalau kita mau jeli, nampaknya memang sama tapi sesungguhnya sangat berbeda.
Kesederhanaan dalam Bahasa Inggris adalah simplicity yang menurut kamus Encarta mempunyai definisi, being simple (a lack of complexity, embellishment or difficulty) dan simple thing (a simple quality or thing). Secara umum dapat diartikan sebagai menjadikan sederhana, mengurangi kompleksitas dan kesulitan atau sesuatu yang sederhana.
Saya teringat kembali tentang kesederhanaan, ketika beberapa waktu yang lalu berbincang-bincang dengan ayah yang berasal dari sebuah desa di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah, tepatnya di wilayah Kabupaten Cilacap.
Orang tua penulis dulunya adalah seorang petani penggarap yang miskin di kampung, walaupun konon dahulu adalah keturunan orang kaya karena merupakan anak dari seorang kepala desa, tetapi entah bagaimana ceritanya sehingga hidupnya pada masa-masa awal berumah tangga menjadi sengsara.
Sampai suatu saat ketika saya masih kanak-kanak, orang tua saya beralih profesi menjadi seorang pedagang di pasar. Mula-mula saya tidak mengerti bagaimana sejarahnya, bahkan sampai saya berkeluarga serta menjadi ayah dari dua orang anak. Saya baru tahu asal-muasalnya ketika saya berbincang-bincang dengan beliau tentang motivasi usaha.
Awal mula beliau termotivasi untuk menjadi seorang pedagang ternyata hanya karena mendengar cerita seorang tetangga yang kebetulan seorang pedagang di pasar. Si tetangga bercerita dengan bangga bahwa dia bisa makan tahu (makanan yang terbuat dari kedelai) sepuas-puasnya setiap hari dari hasilnya berdagang. Ayah yang kebetulan hidup susah bersama istri dan tiga orang anak kecil yang masing-masing hanya terpaut dua tahun, bisa makan sehari tiga kali asal ada nasinya saja sudah untung. Mendengar itu tergugahlah motivasinya untuk berwirausaha supaya bisa makan enak (tahu sudah dianggap sebagai makanan enak) setiap hari.
Sejak saat itu ayah bercita-cita (visi) menjadi pedagang supaya bisa makan tahu setiap hari sampai bosan. Dan dengan berbagai cara cita-cita itu beliau wujudkan mulai dari nol. Sedikit demi sedikit memupuk modal, dari tadinya pedagang kecil di pasar sampai mengontrak tanah untuk dibangun kios kecil. Sampai akhirnya membeli tanah tersebut dan membangun toko yang cukup besar untuk ukuran di kampung.
Sekarang saya baru mengerti mengapa dahulu setiap pagi di meja makan kami selalu terhidang “tahu” dengan berbagai versi, dari sekedar di goreng, di oseng, di masak dengan kuah atau bahkan di sambal. Dan setiap pagi saya dengan setia menunggu penjual tahu lewat di depan rumah, membelinya dan turut memakannya hingga saya sendiri menjadi keranjingan tahu.
Ternyata itu adalah visi ayah saya (walaupun beliau tidak tahu apa itu visi) yang sederhana tetapi terbukti berhasil dicapai. Memang benar bahwa ayah berpendidikan rendah, hidup di desa, miskin dan kurang pergaulan dengan kaum intelektual tetapi visi beliau yang sederhana ternyata memudahkan beliau untuk merealisasikannya.
Lain cerita jika pada saat itu ayah bercita-cita punya tanah luas, mobil, pendidikan anak yang tinggi, belum tentu mampu beliau capai. Bukan apa-apa, tetapi itu jelas sangat tidak sederhana untuk dicerna oleh pemikiran beliau yang sangat terbatas pada saat itu. Sekarang hal-hal tersebut diatas sudah beliau raih, tetapi melalui sebuah visi yang sederhana, yang mudah dipahami dan mudah pula di realisasikan.
Siapa bilang kesederhanaan identik dengan ketinggalan jaman? Bahkan seharusnya kesederhanaan (berfikir, berbicara dan bertindak) adalah ciri intelektualitas. Ada benarnya ungkapan dalam Bahasa Inggris (walaupun terdengar kasar) yang mengatakan Keep It Simple Stupid (KISS).

Sabtu, 19 Februari 2011

Rahasia Keberhasilan Lady Gaga

Sebagian besar dari kita pasti kenal dengan multi-talented singer, songwriter dengan sentuhan seni luar biasa: Lady Gaga (23 tahun). Banyak kontroversi terjadi sejalan dengan ketenaran Lady Gaga yang semakin melejit. Komentar yang positif ataupun negatif pun menyelimuti kepopulerannya.




Dalam artikel ini, kita akan coba melihat rahasia di balik kesuksesan penyanyi kelahiran New York, AS ini.

1. Find What You Want
Sewaktu kecil Lady Gaga sering bernyanyi bersama mini tape recorder yang dia miliki. Hits favoritnya berasal dari Michael Jackson, Cyndi Lauper, Rolling Stones, dan The Beatles. Selain bernyanyi, dia juga suka menari di manapun dia berada.

Lady Gaga melihat dan menyadari passion (gairah) yang dimilikinya, dan berusaha mengembangkan potensi yang dimilikinya semaksimal mungkin.

"I was always an entertainer," begitu katanya, seperti dikutip dari LadyGaga.com.

2. Be Yourself
Selain musik yang enak didengar, kepopuleran Lady Gaga diraih dengan Fashion dan Art yang dia tampilkan. Lady Gaga tidak menutup atau menipu dirinya sendiri dengan menjadi orang lain, tetapi dia bangga atas karya seni yang ditampilkan melalui fashion-nya.

3. Be Positive
Lady Gaga tidak berhenti begitu saja setelah dia mendapat keluhan, komentar negatif, ataupun ejekan. Tetapi sebaliknya, dia mengambil hikmah atas keluhan-keluhan tersebut dan menghasilkan karya-karya yang lebih luar biasa.

4. Never Stop Learning
Lady Gaga mengungkapkan bahwa dia selalu belajar bagaimana caranya untuk survive sebagai artis, apa adanya, dan menghadapi kegagalan, dan setelah itu memikirkan apa yang bisa dibagikan ke dunia dengan ciri khasnya.

Dengan segala usaha dan perjuangannya, Lady Gaga sukses meraih peringkat pertama di Kanada, Austria, Jerman, Irlandia, dan juga Billboard Top Electronic Albums Chart, melalui album debut pertamanya, "The Fame"(2008). Hingga kini, ia masih tetap eksis dalam industri musik. Ia bahkan telah mendapat dua penghargaan Grammy, penghargaan paling bergengsi bagi para pekerja industri musikdi Negeri Paman Sam.

Teman-teman, kita semua dapat melihat dan mencontoh rahasia kesuksesan Lady Gaga ini dalam bisnis, sekolah, pekerjaan, dan kehidupan kita. Tentu, terapkan sesuai dengan situasi dan kondisi. Tak lupa, yang terpenting kita selalu berdoa, minta ridho kepada Yang Di Atas. Tanpa ridho-Nya, sia-sialah segala usaha kita!

Pengikut