Kompetisi selalu muncul dalam berbagai wujud. Baik yang bersifat kompetisi langsung maupun tidak langsung. Ada pula yang bersifat sehat, tapi tak jarang pula yang sifatnya saling mematikan satu sama lain. Maka, ibarat peperangan, organisasi yang paling menguasai medan pertempuranlah yang akan menjadi pemenang. Hal ini sejalan dengan apa yang dibahas dalam Bab 6 "Strategi Perang Sun Tzu" yang berbicara khusus tentang "Kekuatan dan Kelemahan Lawan". Dan, seperti prinsip yang dikumandangkan Panglima Perang Sun Tzu lebih dari 2500 tahun silam, maka perang haruslah berbuah kemenangan.
Dalam bab tersebut, analisis yang dilakukan Sun Tzu mencakup banyak hal. Tetapi, kali ini kita akan lebih mengutamakan pembahasan tentang kekuatan faktor pertama dan kekuatan fokus.
Dalam baris 6.1 disebutkan oleh Sun Tzu tentang kekuatan faktor bergerak pertama. Disebutkan oleh Sun Tzu bahwa orang-orang yang tiba pertama di medan pertempuran akan memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dan bersiap-siap untuk melawan musuh.
Hal ini sejalan dengan pengertian bisnis modern yang menyebutkan kekuatan sebuah produk yang masuk dalam kategori "the first". Mereka yang datang dengan inovasi pertama, produk pertama, layanan pertama, dan berbagai predikat sebagai yang pertama datang, akan menguasai medan pasar lebih baik dari yang datang belakangan.
 |
| PATRIOT CINA |
 |
| PATRIOT NUSANTARA |
Seperti contoh McDonald sebagai franchise burger pertama yang masuk ke Indonesia, hingga kini meski sudah digempur oleh merek franchise lain, Wendy's atau Burger King, McDonald seolah bergeming. Orang sudah mengasosiasikanburger asli Amerika dengan kualitas prima pastilah harus ke McDonald. Inilah yang membuat McDonald bertahan hingga sekarang.
Sebut pula misalnya Coca Cola. Sebagai minuman berkarbonasi pertama yang masuk ke Indonesia, posisinya hingga kini tak goyah oleh serbuan Pepsi Cola yang datang belakangan. Sebab, brand Coca Cola terlanjur menempel kuat di benak konsumen sebagai minuman ringan bersoda pertama yang masuk Indonesia
Begitulah, begitu kuatnya merek menancap di benak konsumen karena ia menjadi produk yang masuk dalam kategori yang pertama. Inilah salah satu alasan mengapa sebisa mungkin, untuk memenangkan persaingan, kita menciptakan inovasi yang pertama dan menjadikan poin tersebut sebagai keunggulan yang harus dipertahankan.
Namun memang, adakalanya, menjadi yang pertama sulit dilakukan. Sebab, begitu banyaknya penemuan, begitu banyaknya produk yang saling mengklaim sebagai yang pertama. Karena itu, jika tidak menjadi yang pertama, hal utama yang bisa dilakukan adalah dengan menjadi "the best" dan menciptakan nilai tambah berupa keunikan dan kemudian fokus dengan kekuatan tersebut.
Hal ini sejalan dengan apa nilai kedua yang akan kita bahas dari apa yang disebut oleh Sun Tzu dalam baris 6.26, yakni"Jika dapat memusatkan dan menyatukan semua kekuatan di satu tempat, sementara musuh terpencar di sepuluh tempat yang berbeda, maka kita dapat menggunakan seluruh kekuatan untuk melawan sepersepuluh pasukan."
Apa yang disebut oleh Sun Tzu dalam pengertian ini sejalan dengan pengertian saat ini tentang kekuatan fokus. Saat kita bisa fokus pada sebuah nilai tambah yang ada pada produk kita, dan kemudian memaksimalkannya sebagai kekuatan unggulan, niscaya produk kita akan menjadi pemenang dalam persaingan.
Contoh paling nyata dan aktual bisa kita lihat dari maraknya smartphone merek BlackBerry (BB). Ketika datang pertama kali, ponsel pintar di pasaran sudah sangat marak. Mulai dari Nokia yang memiliki varian Communicator hingga iPhone dari Apple yang juga memiliki keunggulan tersendiri. Tentu, dua merek tersebut tidak bisa juga memiliki keunggulan unik dibandingkan dengan merek lain dalam kategori smartphone.
Tapi, yang menarik kemudian adalah bagaimana BlackBerry lantas menggebrak pasar dengan inovasi yaitu komunikasi pesan pendek-semacam SMS-yang tak berbayar antar-BlackBerry. Hanya dengan menyebut nomor PIN masing-masing, maka antarpengguna BB bisa saling berkomunikasi tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Ini rupanya menjadi keunikan tersendiri pada produk BB yang kemudian dijadikan fokus nilai unggulan produk.
Hasilnya seperti yang kita ketahui, meski baru setahun belakangan marak, pengguna BB di Indonesia menurut kabar sudah masuk dalam tiga besar pengguna terbanyak di dunia. Uniknya, dengan makin maraknya BB, orang saat berinteraksi, kini tak lagi sekadar menanyakan berapa nomor telepon, tapi juga menanyakan, berapa nomor PIN BB-nya. Kekuatan fokus pada layanan ini terbukti menjadi nilai tambah pada produk BB yang kemudian menciptakan komunitas pemakai BB yang luar biasa jumlahnya.
Dalam analisis sesuai ajaran Sun Tzu tadi, bisa dikatakan layanan BB tersebut bukan sekadar menunjukkan kekuatan fokus, namun juga menjadi kekuatan faktor bergerak pertama. Dalam posisi ini, maka posisi BB sulit digoyang oleh pesaing. Sebab, meskipun pesaing kemudian juga mengeluarkan layanan yang sama, sebagai yang pertama, BB tinggal memainkan kekuatan baru, misalnya dengan meluncurkan produk baru atau memberi layanan baru lainnya.
Namun, berkaca pada ajaran Sun Tzu lainnya yang menyebut bahwa: "Tidak ada yang permanen bagi setiap musim dari empat musim yang ada", maka sekuat apa pun posisi sebuah produk, jika tak waspada, akan ada perputaran zaman yang tak bisa dilawan. Karena itu, inovasi dan perbaikan dilakukan.
Jadi, lakukan terus perubahan menuju kebaikan. If better is possible, good is not enough!
Kekuatan spionase adalah salah satu kunci keberhasilan menggali informasi. Hal sekecil apa pun akan sangat berguna jika kita bisa memaksimalkannya.
Salah satu faktor penting untuk meraih kemenangan adalah dengan penguasaan informasi. Karena itu, dalam Kitab Perang-nya yang legendaris, Sun Tzu menekankan pentingnya kekuatan intelijen.
Sekadar mengingatkan, menurut Sun Tzu ada lima jenis agen rahasia, yakni: agen lokal (orang biasa dari negara musuh yang dipekerjakan sebagai intelijen kita), agen dalam (pejabat musuh yang direkrut dan dipekerjakan sebagai intelijen kita), agen ganda (mata-mata musuh yang telah kita ubah agar mau bekerja sebagai intelijen kita), agen celaka (mata-mata kita sendiri yang sengaja dibekali dengan informasi palsu supaya dapat mengelabui musuh), agen hidup (mata-mata kita sendiri yang kembali dengan selamat dari wilayah musuh dengan membawa informasi berharga).
Kelima jenis intelijen tersebut pada zaman sekarang telah menjelma dalam berbagai hal. Baik yang diwujudkan dalam nilai-nilai yang tetap berdasarkan etika dan moral, namun ada pula yang kemudian-atas nama persaingan-justru menghalalkan segala macam cara untuk menggali informasi demi meraih kemenangan. Sudah tentu, hal yang terakhir ini, jika diteruskan hanya akan melahirkan persaingan tidak sehat, yang lama-kelamaan akan terbongkar dan ujungnya, merusak reputasi perusahaan itu sendiri.
Namun, di atas itu semua, apa pun bentuk intelijen yang dilakukan, semua berujung pada masalah informasi. Siapa yang menguasai informasi paling banyak, paling luas, paling tajam, dan paling terpercaya, serta mampu memaksimalkan dalam bentuk strategi dan tindakan yang matang, dialah yang akan jadi pemenang sesungguhnya. Kemampuan penguasaan informasi dan analisis yang matang akan membuat sebuah perusahaan mampu menjalankan berbagai program perencanaan yang akan menghasilkan kesuksesan.
Contoh Kasus
Menilik pentingnya informasi ini, ada sebuah kasus cukup menarik yang saya lihat belakangan ini. Dalam bisnis makanan cepat saji-yang di Indonesia salah satunya dikuasai oleh jaringan Kentucky Fried Chicken (KFC) dan McDonald's (McD)-ada satu hal yang menggelitik saya untuk melihatnya dari sudut pandang strategi Sun tzu.
Beberapa waktu lalu, ada sebuah informasi berkaitan tentang pengambilalihan McDonald's oleh produsen yang selama ini dikenal dengan tehnya, yakni Sosro. Produsen teh terbesar di Indonesia itu mengakuisisi hampir semua cabang McDonald's dari tangan pemilik lama, Bambang Rachmadi.
Uniknya, setelah beberapa saat McD dipegang Sosro-yang membuat semua minuman teh di McD juga harus menggunakan semua produk Sosro-restoran KFC tak lama kemudian mengganti minuman tehnya. Jika selama ini KFC menggunakan teh Botol Sosro, kini mereka menggantinya dengan Frestea yang berasal dari grup Coca Cola Company.
Jika mendasari dari apa yang saya pahami dari strategi intelijen Sun tzu, apa yang dilakukan KFC ini sangat bisa dimengerti. Sebab, jika selama ini Sosro terus mengirimkan ribuan atau jutaan minumannya ke KFC, dengan data yang ada, kemungkinan Sosro bisa menganalisis bagaimana perkembangan "dapur" KFC. Seperti berapa minuman yang laku, berapa yang kembali, berapa cabang, di mana cabang yang paling ramai, dan berbagai informasi lainnya mungkin bisa digali dari adanya kerja sama selama ini.
Karena itu, apa yang dilakukan KFC dengan mengganti kerja sama-entah karena memang sudah habis kontrak atau karena soal kepemilikan McD oleh Sosro-kali ini dengan Frestea, bisa dikatakan langkah yang sangat beralasan. Sebab, informasi yang bisa digali dengan adanya kerja sama semacam itu memang cukup penting untuk perkembangan usaha.
Hal semacam itu memang sangat lazim terjadi. Karena itu, tak jarang, akuisisi sebuah perusahaan akan mengakibatkan terputusnya kerja sama yang sudah dijalin sejak lama. Bukan hanya itu. Perekrutan seseorang dari sebuah perusahaan untuk pindah ke perusahaan pesaing juga acap terjadi. Dengan iming-iming gaji dan fasilitas lebih besar, jika mau pindah, orang tersebut sudah pasti memiliki banyak informasi berharga dari perusahaan lama ke perusahaan baru.
Utamakan Etika dan Moralitas
Begitulah, pentingnya informasi sudah sangat disadari oleh Sun Tzu sejak lebih dari 2400 tahun silam. Maka, sangat mutlak bagi kita yang ingin sukses untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang berguna bagi perkembangan usaha. Dan sebaliknya, sangat penting juga untuk menjaga informasi agar tidak bocor ke pesaing atau ke pihak lain yang mungkin dapat menjegal langkah kita.
Namun, jangan lupa, tetap utamakan etika dan moralitas dalam usaha untuk mendapatkan semua data dan fakta. Sebab, di sanalah integritas kita sebagai pribadi atau perusahaan terpercaya akan diuji! Jangan sampai, reputasi yang sudah dibangun sekian lama, jadi ternoda hanya karena menghalalkan segala cara.
Nari, gali dan jaga informasi. analisis dan olah sebaik mungkin untuk menciptakan kreasi-kreasi tindakan positif yang akan membangun kejayaan bersama.
Seni perang adalah sangat penting untuk negara.
Ini adalah
masalah hidup dan mati, jalan yang baik untuk keselamatan atau kehancuran.
Karena itu adalah subjek penyelidikan yang dapat di rekening tak akan
diabaikan- Sun Tzu, Seni Perang
Semua perang didasarkan pada tipu daya. Karena itu, ketika mampu menyerang,
kita harus tampak tidak; ketika menggunakan kekuatan kita, kita harus terlihat
tidak aktif, ketika kita dekat, kita harus membuat musuh percaya kita jauh;
saat jauh, kita harus membuat dia percaya kita dekat . Bertahan umpan untuk
menarik perhatian musuh. Pura-pura gangguan, dan menghancurkan dia.- Sun Tzu,
Seni Perang
Jika musuh Anda aman pada semua titik, akan disiapkan untuknya. Jika ia adalah
kekuatan yang unggul, menghindari dia. Jika lawan temperamental, berusaha untuk
mengganggu dia. Berpura-pura menjadi lemah, bahwa ia bisa tumbuh sombong. Jika
dia sedang santai, beri dia beristirahat. Jika pasukannya bersatu, pisahkan.
Jika berdaulat dan subjek sesuai, membuat pembagian di antara mereka. Serang
dia mana dia tidak siap, muncul dimana Anda tidak diharapkan.- Sun Tzu, Seni
Perang
"Seni menggunakan pasukan adalah:...... Ketika 10-1 musuh, surround dia;......
Ketika lima kali kekuatannya, menyerangnya;...... Jika ganda kekuatannya, bagi
dia;...... Jika sama-sama cocok Anda dapat melakukan dia;...... Jika lebih
lemah numerik, mampu menarik;...... Dan jika dalam semua hal yang tidak setara,
mampu eluding dia,.......... Untuk kekuatan kecil tapi rampasan untuk satu
lebih kuat. "- Sun Tzu, Seni Of War
"Hargai Anda prajurit sebagai anak-anak Anda, dan mereka akan mengikuti
Anda ke dalam lembah-lembah terdalam.Lihatlah mereka sebagai anak sendiri
kekasih, dan mereka akan berdiri dengan Anda bahkan sampai mati! "- Sun
Tzu, Seni Perang
Jenderal yang memenangkan pertempuran membuat banyak perhitungan di kuilnya
sebelum perang sudah berjuang. Para jenderal yang kehilangan pertempuran
membuat tapi beberapa perhitungan sebelumnya. Demikianlah perhitungan banyak
mengarah menuju kemenangan, dan beberapa perhitungan untuk mengalahkan: berapa
banyak lagi perhitungan tidak sama sekali! Ini adalah dengan memperhatikan hal
ini saat itu saya bisa meramal yang mungkin w atau kalah.-Sun Tzu, Seni Perang
Dia yang ingin berjuang terlebih dahulu harus menghitung biaya. Bila Anda
terlibat dalam pertempuran yang sebenarnya, jika kemenangan sudah lama datang,
maka senjata pria akan tumbuh kusam dan semangat mereka akan dibasahi. Jika
Anda mengepung kota, Anda akan menghabiskan kekuatan Anda. Sekali lagi, jika
kampanye yang berkepanjangan, sumber daya Negara tidak akan sama dengan
tekanan. Sekarang, ketika Anda senjata tumpul, semangat Anda basah, kekuatan
Anda lelah dan harta Anda menghabiskan, pemimpin lain akan bermunculan untuk
mengambil keuntungan dari ekstremitas Anda. Lalu orang tidak, namun bijaksana,
akan dapat mencegah konsekuensi yang harus terjadi ... Dalam perang, kemudian,
biarkan objek besar Anda akan kemenangan, bukan kampanye yang panjang.-Sun Tzu,
Seni Perang
Meskipun kami telah mendengar tergesa-gesa bodoh dalam perang, kepandaian belum
pernah dilihat terkait dengan penundaan yang lama.-Sun Tzu, Seni Perang
Hanya orang yang benar-benar berkenalan dengan kejahatan perang yang
benar-benar dapat memahami cara yang menguntungkan tercatat pada.-Sun Tzu, Seni
Perang
Perang membawa bahan dengan Anda dari rumah, tapi hijauan pada musuh ...
menggunakan menaklukkan musuh untuk menambah kekuatan sendiri.-Sun Tzu, Seni
Perang
Dalam seni praktis perang, hal yang terbaik dari semua adalah untuk mengambil
musuh negara secara keseluruhan dan utuh; untuk menghancurkan dan merusak itu
tidak begitu baik. Demikian juga, lebih baik untuk merebut kembali seluruh
tentara daripada menghancurkannya.-Sun Tzu, Seni Perang
Untuk memerangi dan menaklukkan dalam semua pertempuran Anda tidak keunggulan
tertinggi; keunggulan tertinggi terdiri dalam memecahkan perlawanan musuh tanpa
pertempuran.-Sun Tzu, Seni Perang
Jadi bentuk tertinggi keahlian militer adalah untuk menolak rencana musuh, yang
terbaik berikutnya adalah untuk mencegah persimpangan kekuatan musuh,
berikutnya urutan adalah menyerang tentara lawan di lapangan, dan kebijakan
terburuk dari semua adalah untuk mengepung berdinding kota.-Sun Tzu, Seni
Perang
Ada tiga cara di mana seorang penguasa dapat membawa kemalangan pada
pasukannya: Oleh memerintahkan tentara untuk maju atau mundur, yang peduli
terhadap kenyataan bahwa ia tidak dapat taat; ini disebut terpincang-pincang
tentara. Dengan berusaha untuk mengatur tentara dengan cara yang sama seperti
ia mengelola kerajaan, menjadi tahu tentang kondisi yang diperoleh dalam
angkatan bersenjata; ini menyebabkan kegelisahan di benak para prajurit. Dengan
menerapkan perwira tentara tanpa diskriminasi, melalui ketidaktahuan tentang
prinsip militer adaptasi dengan keadaan. Getar ini kepercayaan dari
tentara.-Sun Tzu, Seni Perang
Dia akan menang yang tahu kapan harus berperang dan kapan tidak melawan. Dia
akan menang yang tahu bagaimana menangani keduanya kekuatan superior dan
inferior. Dia akan menang adalah tentara yang dijiwai oleh semangat yang sama
di seluruh jajaran perusahaan. Dia akan menang siapa, mempersiapkan dirinya,
menunggu untuk mengambil musuh tidak siap. Dia akan menang yang memiliki
kapasitas militer dan tidak diganggu oleh sultan., Sun Tzu, Seni Perang
Jika Anda tahu musuh dan mengenal diri sendiri, Anda tidak perlu takut hasil
dari seratus pertempuran. Jika Anda tahu sendiri tetapi tidak musuh, untuk
setiap kemenangan yang diperoleh Anda juga akan menderita kekalahan. Jika kamu
tidak tahu akan musuh maupun diri sendiri, Anda akan menyerah dalam setiap
pertempuran.- Sun Tzu
Para pejuang baik tua pertama menempatkan diri mereka di luar kemungkinan
kekalahan, dan kemudian menunggu kesempatan mengalahkan musuh. Untuk
mengamankan diri terhadap kekalahan terletak di tangan kita sendiri, tetapi
kesempatan mengalahkan musuh disediakan oleh musuh sendiri. Jadi pejuang yang
baik mampu mengamankan dirinya sendiri terhadap kekalahan, tetapi tidak bisa
membuat tertentu mengalahkan musuh.- Sun Tzu
Tidak membuat kesalahan adalah apa yang menetapkan kemenangan kepastian, karena
hal itu berarti menaklukkan musuh yang telah dikalahkan.- Sun Tzu
Ahli strategi menang hanya berusaha setelah kemenangan pertempuran telah
dimenangkan, sedangkan dia yang ditakdirkan untuk mengalahkan perkelahian
pertama dan kemudian mencari kemenangan.- Sun Tzu
Pertempuran dengan pasukan besar di bawah komando Anda sekali-kali tidak
berbeda dengan pertempuran dengan yang kecil: ini hanyalah masalah melembagakan
tanda dan sinyal.- Sun Tzu
Dalam pertempuran semua, metode langsung dapat digunakan untuk bergabung dengan
pertempuran, tetapi metode tidak langsung akan dibutuhkan untuk mengamankan
kemenangan. Dalam pertempuran, ada tidak lebih dari dua metode serangan -
langsung dan tidak langsung; namun kedua dalam kombinasi menimbulkan
serangkaian manuver yang tak ada habisnya. Langsung dan tidak langsung memimpin
pada satu sama lain secara bergantian. Hal ini seperti bergerak dalam lingkaran
- Anda tidak pernah berakhir. Siapa yang bisa menguras kemungkinan kombinasi
mereka?- Sun Tzu
Siapa pun yang pertama di lapangan dan menunggu kedatangan musuh, akan segar
untuk memerangi, siapa pun yang kedua di lapangan dan harus mempercepat
pertempuran akan tiba habis.- Sun Tzu
Para kombatan pintar memaksakan kehendak-Nya atas musuh, tetapi tidak
mengizinkan musuh akan yang akan dikenakan padanya.- Sun Tzu
Seorang tentara bisa berbaris jarak yang sangat jauh tanpa menyebabkan stress,
jika pawai melalui negara di mana musuh tidak. Anda bisa yakin untuk berhasil
dalam serangan Anda jika Anda hanya menyerang tempat yang dipertahankan. Anda
dapat menjamin keamanan pertahanan Anda jika Anda hanya memegang posisi yang
tidak dapat diserang.- Sun Tzu
Oleh karena itu umum yang terampil dalam menyerang lawan yang tidak tahu apa
yang harus membela, dan ia adalah ahli dalam pertahanan lawan yang tidak tahu
apa yang menyerang.- Sun Tzu
Jika kita ingin berperang, musuh dapat dipaksa untuk sebuah pertunangan
meskipun ia akan berlindung di balik benteng yang tinggi dan parit dalam. Yang
harus kita lakukan adalah serangan beberapa tempat lain yang akan diwajibkan
untuk meringankan. Jika kita tidak ingin berperang, kita bisa mencegah musuh
dari menarik kami meskipun baris perkemahan kami sekadar dilacak di tanah. Semua
kita perlu lakukan adalah untuk membuang sesuatu yang aneh dan tidak akuntabel
dalam perjalanan.- Sun Tzu
Jika musuh memperkuat van, ia akan melemahkan belakangnya; harus ia memperkuat
belakang, ia akan melemahkan van-nya; harus ia memperkuat kirinya, ia akan
melemahkan kanannya; harus ia memperkuat kanannya, ia akan melemahkan kirinya.
Jika dia mengirimkan bala bantuan di mana-mana, ia akan lemah di mana-mana.-
Sun Tzu
Dalam membuat disposisi taktis, nada tertinggi yang bisa mencapai adalah untuk
menyembunyikan mereka.- Sun Tzu
taktik militer seperti air kepada, karena air di alam saja berjalan jauh dari
tempat-tempat tinggi dan ke bawah mempercepat ... Bentuk air saja sesuai dengan
sifat tanah dimana mengalir; prajurit berhasil kemenangannya dalam kaitannya
dengan musuh yang ia hadapi. Oleh karena itu, seperti air tidak mempertahankan
bentuk konstan, sehingga dalam perang tidak ada kondisi konstan. Dia yang bisa
mengubah taktik dalam hubungan dengan lawan dan dengan demikian berhasil
menang, bisa disebut sebagai kapten surga-lahir.- Sun Tzu
Jadi dalam perang, cara ini adalah untuk menghindari apa yang kuat dan untuk
menyerang yang lemah.- Sun Tzu
Kesulitan manuver taktis terdiri dalam mengubah licik ke dalam langsung, dan
kemalangan menjadi keuntungan.- Sun Tzu
Manuver dengan tentara adalah menguntungkan, dengan banyak yang tidak disiplin,
paling berbahaya.- Sun Tzu
Kita tidak bisa masuk ke dalam aliansi sampai kita berkenalan dengan desain
dari tetangga kami.- Sun Tzu
Jangan mengganggu tentara yang pulang ke rumah. Ketika Anda memasukkan tentara,
meninggalkan toko bebas. Jangan putus asa menekan musuh terlalu keras.- Sun Tzu
Seni perang mengajarkan kita untuk tidak mengandalkan pada kemungkinan musuh
tidak datang, tetapi pada kesiapan kita sendiri untuk menerima-Nya, bukan
dengan harapan nya tidak menyerang, melainkan pada kenyataan bahwa kita telah
membuat posisi kita diserang.- Sun Tzu
Ketika tentara umum terlalu kuat dan perwira mereka terlalu lemah, hasilnya
adalah pembangkangan. Ketika petugas terlalu kuat dan terlalu lemah prajurit
umum, hasilnya adalah KEAJAIBAN. Ketika para perwira tinggi marah dan durhaka,
dan pada pertemuan musuh berperang pada account mereka sendiri dari perasaan
dendam, sebelum komandan-in-chief dapat menentukan apakah atau tidak ia berada
dalam posisi untuk melawan, hasilnya adalah kehancuran .- Sun Tzu
Jenderal yang uang muka tanpa iri ketenaran dan retret tanpa takut aib, yang
hanya berpikir adalah untuk melindungi negaranya dan melakukan pelayanan yang
baik bagi-Nya berdaulat, adalah permata kerajaan.- Sun Tzu
prajurit Anggaplah Anda sebagai anak-anak Anda, dan mereka akan mengikuti Anda
ke dalam lembah terdalam; memandang mereka sebagai anak sendiri kekasih, dan
mereka akan berdiri dengan Anda bahkan sampai mati. Namun, jika Anda ramah,
tapi tidak bisa membuat otoritas Anda merasa; baik hati, tetapi tidak mampu
menegakkan perintah Anda, dan tidak mampu, apalagi, dari memadamkan gangguan:
kemudian tentara Anda harus disamakan dengan anak-anak manja, mereka berguna
untuk tujuan praktis.- Sun Tzu
Jika kita tahu bahwa orang-orang kita sendiri berada dalam kondisi untuk
menyerang, tetapi tidak menyadari bahwa musuh tidak terbuka untuk menyerang,
kita sudah setengah jalan menuju kemenangan hanya. Jika kita tahu bahwa musuh
terbuka untuk menyerang, tetapi tidak menyadari bahwa orang-orang kita sendiri
tidak dalam kondisi menyerang, kita sudah setengah jalan menuju kemenangan hanya.
Jika kita tahu bahwa musuh terbuka untuk menyerang, dan juga tahu bahwa
laki-laki kita dalam kondisi menyerang, tetapi tidak menyadari bahwa sifat
tanah membuat pertempuran tidak praktis, kita masih pergi hanya setengah jalan
menuju kemenangan.- Sun Tzu
Jika Anda tahu musuh dan mengenal diri sendiri, kemenangan Anda tidak akan
berdiri ragu-ragu, jika Anda tahu Surga dan tahu Bumi, Anda dapat membuat
kemenangan Anda lengkap.- Sun Tzu
Pada tanah dispersi, oleh karena itu, tidak melawan. Pada tanah facile, menghentikan
tidak. Pada tanah diperdebatkan, serangan tidak. Di lapangan terbuka, jangan
mencoba untuk menghalangi jalan musuh. Di dasar memotong jalan raya,
bergandengan tangan dengan sekutu Anda. Pada tanah yang serius, berkumpul di
penjarahan. Pada tanah yang sulit, tetap mantap pada pawai. Pada terkurung-di
tanah, resor untuk muslihat. Pada tanah putus asa, berjuang.- Sun Tzu
Jika bertanya bagaimana mengatasi sejumlah besar dari musuh dalam array teratur
dan pada titik berbaris untuk menyerang, saya harus mengatakan: "Mulailah
dengan merebut sesuatu yang lawan memegang Sayang, kemudian ia akan bisa
menerima Anda akan." Kecepatan adalah inti dari perang: mengambil
keuntungan dari unreadiness musuh, membuat jalan dengan rute yang tak terduga, dan
menyerang tempat-tempat tak dijaga.- Sun Tzu
Lemparkanlah prajurit Anda ke posisi mana ada jalan keluar, dan mereka akan
lebih memilih kematian untuk penerbangan. Jika mereka akan menghadapi kematian,
tidak ada mereka tidak mungkin dicapai.- Sun Tzu
Jika tentara kita tidak dibebani dengan uang, itu bukan karena mereka memiliki
kebencian terhadap kekayaan, jika hidup mereka tidak terlalu lama, itu bukan
karena mereka segan untuk umur panjang.- Sun Tzu
memberikan penghargaan tanpa memperhatikan aturan, memberi perintah tanpa
kesepakatan sebelumnya, dan Anda akan mampu menangani seluruh tentara
seolah-olah Anda ada hubungannya dengan tetapi orang tunggal.- Sun Tzu
Bahagia adalah nasib orang yang mencoba untuk memenangkan pertempuran dan
berhasil dalam serangan tanpa menumbuhkan semangat perusahaan, karena hasilnya
adalah buang-buang waktu dan stagnasi umum. Oleh karena itu berkata: Penguasa
tercerahkan menetapkan rencana dengan baik depan; memupuk umum baik sumber daya
nya.- Sun Tzu
Pindahkan tidak kecuali jika Anda melihat keuntungan; menggunakan pasukan Anda
kecuali tidak ada sesuatu yang harus diperoleh; melawan tidak kecuali posisi
adalah penting. Jika itu adalah untuk keuntungan Anda, bergerak maju, jika
tidak, tinggal di mana Anda berada. Kemarahan mungkin dalam perubahan waktu
untuk sukacita; kekesalan dapat digantikan oleh konten.- Sun Tzu
Tak ada pemimpin harus menempatkan pasukan ke lapangan hanya untuk memuaskan
limpa sendiri; pemimpin tidak harus melawan pertempuran hanya karena kesal.
Tapi sebuah kerajaan yang dulunya dihancurkan tidak pernah bisa datang lagi ke
menjadi; tidak dapat orang mati pernah dibawa kembali ke kehidupan. Oleh karena
itu pemimpin yang tercerahkan yang penuh perhatian, dan pemimpin yang baik
penuh hati-hati.- Sun Tzu quotes
Spies tidak dapat berguna digunakan tanpa kebijaksanaan intuitif tertentu; (2)
Mereka tidak dapat dikelola dengan baik tanpa kebaikan dan kelancangan lurus;
(3) Tanpa kecerdikan halus pikiran, kita tidak bisa memastikan kebenaran
laporan mereka; (4) Jadilah halus ! menjadi halus! dan menggunakan mata-mata
Anda untuk setiap jenis perang; (5) Apabila sepotong berita rahasia dibocorkan
oleh mata-mata sebelum waktunya sudah matang, ia harus dihukum mati
bersama-sama dengan orang kepada siapa rahasia itu diceritakan.- Sun Tzu quotes
mata-mata itu musuh yang datang untuk memata-matai kita harus mencari, tergoda
dengan suap, dibawa pergi dan nyaman ditempati. Dengan demikian mereka akan
menjadi agen ganda dan tersedia untuk layanan kami. Ini adalah melalui
informasi yang dibawa oleh agen ganda bahwa kita mampu untuk memperoleh dan
mempekerjakan mata-mata lokal dan batin. Hal ini karena informasi itu, sekali
lagi, bahwa kita dapat menyebabkan mata-mata ditakdirkan untuk membawa kabar
palsu kepada musuh.- Sun Tzu quotes
"Untuk menangkap seluruh tentara musuh lebih baik daripada
menghancurkannya, untuk mengambil utuh satu resimen, sebuah perusahaan, atau
pasukan lebih baik daripada untuk menghancurkan mereka. Karena untuk
memenangkan seratus kemenangan dalam seratus pertempuran bukan tertinggi
keunggulan. Untuk menaklukkan musuh tanpa berperang adalah keunggulan
tertinggi. "- Sun Tzu quotes
Buku perang ala Tsun Tzu ini telah dipraktekan Kaum Liberal dan Atheis sebgai contohnya :
Bab 1. Strategi untuk Menang
Strategi 1
Perdaya Langit untuk melewati Samudera.
Bergerak
di kegelapan dan bayang-bayang, menggunakan tempat-tempat
tersembunyi, atau bersembunyi di belakang layar hanya akan menarik
kecurigaan. Untuk memperlemah pertahanan musuh anda harus bertindak di
tempat terbuka menyembunyikan maksud tersembunyi anda dengan aktivitas
biasa sehari-hari.
Seperti yang anda lihat pada keseharian
mereka di taelvisi, Sekuleris, Liveralis dan atheis tidak memperlihatkan
diri mereka merasa benar bahkan Atheis tidak memperlihatkan mereka
hadir di Indonesia. tidak seperti Faithfreedom musuh Islam yang justru
menyalakan alarm membangunkan umat Islam.
Strategi 2
Kepung Wei untuk menyelamatkan Zhao.
Ketika
musuh terlalu kuat untuk diserang, seranglah sesuatu yang berharga
yang dimilikinya. Ketahui bahwa musuh tidak selalu kuat di semua hal.
Entah dimana, pasti ada celah di antara senjatanya, kelemahan pasti
dapat diserang. Dengan kata lain, anda dapat menyerang sesuatu yang
berhubungan atau dianggap berharga oleh musuh untuk melemahkannya
secara psikologis.
Contohnya adalah Pembakaran Quran Pengencingan
Jenazah Taliban oleh tentara Amerika, Pemerkosaan yang sengaja direkam
dan disebarkan. taktik musuh Islam yang terdahulu adalah Penyebaran
Miras, Kriminal, Narkoba, Pengesahan Restoran daging babi dan daging
anjing dengan dalih Toleransi, perlu diketahui bahwa uap dan limbah dari
restoran tersaebut terbang kemana - mana dan mengalir dari selokan
hingga sungai.
Strategi 3
Pinjam tangan seseorang untuk membunuh. (Bunuh dengan pisau pinjaman.)
Serang
dengan menggunakan kekuatan pihak lain (karena kekuatan yang minim
atau tidak ingin menggunakan kekuatan sendiri). Perdaya sekutu untuk
menyerang musuh, sogok aparat musuh untuk menjadi pengkhianat, atau
gunakan kekuatan musuh untuk melawan dirinya sendiri.
Contohnya
musuh - musuh Islam menyebarkan budaya Premanisme dan Gangster di
kalangan anak muda, entah siapa yang pertama kali mengkoordinir budaya
yang memecah belah tersebut serentak muncul di banyak negara, psikolog
berpendapat karena propaganda dari Televisi dan radio, tapi menurut saya
propaganda budaya premanisme ini digerakan dan dimandori oleh sejumlah
Mafia dan gembong Narkoba yang memiliki 2 tujuan yaitu mendapatkan uang
yang banyak sekaligus menghancurkan kaum agamis.
Strategi 4
Buat musuh kelelahan sambil menghemat tenaga.
Adalah
sebuah keuntungan, merencanakan waktu dan tempat pertempuran. Dengan
cara ini, anda akan tahu kapan dan di mana pertempuran akan
berlangsung, sementara musuh anda tidak. Dorong musuh anda untuk
menggunakan tenaga secara sia-sia sambil anda mengumpulkan/menghemat
tenaga. Saat ia lelah dan bingung, anda dapat menyerangnya.
Seperti
Perang Irak dan Kuwait dimana Irak telah kelelahan melawan Iran, entah
siapa yang memprovokasi Isu Pencurian minyak oleh Kuwait yang dijadikan
alasan Irak untuk menyerang Kuwait, seperti yang kita ketahui kepada
siapa Kuwait menjual minyaknya yaitu kepada Amerika. dengan alasan
konflik minyak inilah musuh Islam mengadu domba Umat Islam Kuwait diadu
domba dengan Irak, sekaligus mendapatkan minyak murah, dan alasan untuk
membuka Basis dan menyerang Timur Tengah.
Strategi 5
Gunakan kesempatan saat terjadi kebakaran untuk merampok lainnya. (Merampok sebuah rumah yang terbakar.)
Saat
sebuah negara mengalami konflik internal, ketika terjangkit penyakit
dan kelaparan, ketika korupsi dan kejahatan merajalela, maka ia tidak
akan bisa menghadapi ancaman dari luar. Inilah waktunya untuk
menyerang.
Strategi 6
Berpura-pura menyerang dari timur dan menyeranglah dari barat.
Pada
tiap pertempuran, elemen dari sebuah kejutan dapat menghasilkan
keuntungan ganda. Bahkan ketika berhadapan langsung dengan musuh,
kejutan masih dapat digunakan dengan melakukan penyerangan saat mereka
lengah. Untuk melakukannya, anda harus membuat perkiraan akan apa yang
ada dalam benak musuh melalui sebuah tipu daya.
Inipun akan
dilakukan oleh para Liberalis dan Atheis. seperti sebelumnya Amerika
berpura pura mendukung Sunni Irak dan berdagang senjata kimia kepada
Irak lalu menyerang Irak.
di Ambon juga tidak menutup kemungkinan
para pembenci Islam telah berkomunikasi dengan Organisasi pembenci
Islam di Eropa maupun Amerika jauh sebelum Indonesia Merdeka. mereka
menggunakan kelemahan boneka Amerika yaitu sekuleris, sekuleris telah
diseting untuk bisa bertahan dari ancaman negara lain tapi tak bisa
bertahan dari kerusuhan. Sekuleris telah disseting memaafkan Negara atau
sekelompok pembunuh setelah salah satu pihak menang, seperti kambing
melihat anaknya disembelih dia malah membelakangi. inilah yang disebut
dengan kelompok manusia mati berjalan "Dead man Walking" istilah populer
dalam Injil.
Bab 2. Strategi Berhadapan dengan Musuh
Strategi 7
Buatlah sesuatu untuk hal kosong.
Anda
menggunakan tipu daya yang sama dua kali. Setelah breaksi terhadap
tipuan pertama dan –biasanya- kedua, musuh akan ragu-ragu untuk bereaksi
pada tipuan yang ketiga. OLeh karenanya, tipuan ketiga adalah
serangan sebenarnya untuk menangkap musuh saat pertahanannya lemah.
Liberalis
dan Atheis menggunakan sesuatu yang tak berharga seperti film - film
Fiksi hiburan diskotik membuat seolah - olah mereka bukan ancaman, akan
tetapi dalam film tersebut diselipkan berbagai penghacuran moral seperti
Film Bikini orang telanjang di Pantai, sadisme dalam film horror Atau
anda mungkin tidak sadar dalam film Bom Bali Seorang bule mengatakan "
Seseorang bisa menjadikan orang lain sebagai TUHANnya O.o...." ketika
dia mengobrol dengan supir Taksi dalam adegan tersebut? , O, ooo
penyisipan..... dalam alam bawah sadar ucapan tersebut direkam oleh anak
anak dan remaja kita yang sedang menonton.
Strategi 8
Secara rahasia pergunakan lintasan Chen Chang. (Perbaiki jalan utama untuk mengambil jalan lain.)
Serang
musuh dengan dua kekuatan konvergen. Yang pertama adalah serangan
langsung, sesuatu yang sangat jelas dan membuat musuh mempersiapkan
pertahanannya. Yang kedua secara tidak langsung, sebuah serangan yang
menakutkan, musuh tidak mengira dan membagi kekuatannya sehingga pada
saat-saat terakhir mengalami kebingungan dan kemalangan.
Strategi 9
Pantau api yang terbakar sepanjang sungai.
Tunda
untuk memasuki wilayah pertempuran sampai seluruh pihak yang bertikai
mengalami kelelahan akibat pertempuran yang terjadi antar mereka.
Kemudian serang dengan kekuatan penuh dan habiskan.
Strategi 10
Pisau tersarung dalam senyum.
Puji dan jilat musuh anda. Ketika anda mendapat kepercayaan darinya, anda bergerak melawannya secara rahasia.
Strategi 11
Pohon prem berkorban untuk pohon persik. (Mengorbankan perak untuk mempertahankan emas.)
Ada
suatu keadaan dimana anda harus mengorbankan tujuan jangka pendek
untuk mendapatkan tujuan jangka panjang. Ini adalah strategi kambing
hitam dimana seseorang akan dikorbankan untuk menyelamatkan yang lain.
Strategi 12
Mencuri kambing sepanjang perjalanan (Ambil kesempatan untuk mencuri kambing.)
Sementara
tetap berpegang pada rencana, anda harus cukup fleksibel untuk
mengambil keuntungan dari tiap kesempatan yang ada sekecil apapun.
Bab 3. Strategi Penyerangan
Strategi 13
Kagetkan ular dengan memukul rumput di sekitarnya.
Ketika
anda tidak mengetahui rencana lawan secara jelas, serang dan pelajari
reaksi lawan. Perilakunya akan membongkar strateginya.
Strategi 14
Pinjam mayat orang lain untuk menghidupkan kembali jiwanya. (Menghidupkan kembali orang mati.)
Ambil
sebuah lembaga, teknologi, atau sebuah metode yang telah dilupakan
atau tidak digunakan lagi dan gunakan untuk kepentingan diri sendiri.
Hidupkan kembali sesuatu dari masa lalu dengan memberinya tujuan baru
atau terjemahkan kembali, dan bawa ide-ide lama, kebiasaan, dan tradisi
ke kehidupan sehari-hari.
Strategi 15
Giring macan untuk meninggalkan sarangnya.
Jangan
pernah menyerang secara langsung musuh yang memiliki keunggulan
akibat posisinya yang baik. Giring mereka untuk meninggalkan sarangnya
sehingga mereka akan terjauh dari sumber kekuatannya.
Strategi 16
Pada saat menangkap, lepaslah satu orang.
Mangsa
yang tersudut biasanya akan menyerang secara membabi buta. Untuk
mencegah hal ini, biarkan musuh percaya bahwa masih ada kesempatan untuk
bebas. Hasrat mereka untuk menyerang akan teredam dengan keinginan
untuk melarikan diri. Ketika pada akhirnya kebebasan yang mereka
inginkan tersebut tak terbukti, moral musuh akan jatuh dan mereka akan
menyerah tanpa perlawanan.
Strategi 17
Melempar Batu Bata untuk mendapatkan Giok.
Persiapkan
sebuah jebakan dan perdaya musuh anda dengan umpan. Dalam perang,
umpan adalah ilusi atas sebuah kesempatan untuk memperoleh hasil. Dalam
keseharian, umpan adalah ilusi atas kekayaan, kekuasaan, dan sex.
Strategi 18
Kalahkan musuh dengan menangkap pemimpinnya.
Jika
tentara musuh kuat tetapi dipimpin oleh komandan yang mengandalkan
uang dan ancaman, maka ambil pemimpinnya. Jika komandan mati atau
tertangkap maka sisa pasukannya akan terpecah belah atau akan lari ke
pihak anda. Akan tetapi jika pasukan terikat atas sebuah loyalitas
terhadap pimpinannya, maka berhati-hatilah, pasukan akan dapat
melanjutkan perlawanan dengan motivasi balas dendam.
Bab 4. Strategi Chaos/Kekacauan
Strategi 19
Jauhkan kayu bakar dari tungku masak. (Lepaskan pegangan kayu dari kapaknya.)
Ketika
berhadapan dengan musuh yang sangat kuat untuk menghadapinya secara
langsung anda harus melemahkannya dengan meruntuhkan pondasinya dan
menyerang sumberdayanya.
Strategi 20
Memancing di air keruh.
Sebelum
menghadapi pasukan musuh, buatlah sebuah kekacauan untuk memperlemah
persepsi dan pertimbangan mereka. Buatlah sesuatu yang tidak biasa,
aneh, dan tak terpikirkan sehingga menimbulkan kecurigaan musuh dan
mengacaukan pikirannya. Musuh yang bingung akan lebih mudah untuk
diserang.
Strategi 21
Lepaskan kulit serangga. (Penampakan yang salah menipu musuh.)
Ketika
anda dalam keadaan tersudut, dan anda hanya memiliki kesempatan untuk
melarikan diri dan harus mengonsolidasi kelompok, buatlah sebuah
ilusi. Sementara perhatian musuh terfokus atas muslihat yang anda
lakukan, pindahkan pasukan anda secara rahasia di belakang muka anda
yang terlihat.
Strategi 22
Tutup pintu untuk menangkap pencuri.
Jika
anda memiliki kesempatan untuk menangkap seluruh musuh maka
lakukanlah, sehingga dengan demikian pertempuran akan segera berakhir.
Membiarkan musuh untuk lepas akan menanam bibit dari konflik baru. Akan
tetapi jika mereka berhasil melarikan diri, berhati-hatilah dalam
melakukan pengejaran.
Strategi 23
Berteman dengan negara jauh dan serang negara tetangga.
Jamak
diketahui bahwa negara yang berbatasan satu sama lain menjadi musuh
sementara negara yang terpisah jauh merupakan sekutu yang baik. Ketika
anda adalah yang terkuat di sebuah wilayah, ancaman terbesar adalah
dari terkuat kedua di wilayah tersebut, bukan dari yang terkuat di
wilayah lain.
Strategi 24
Cari lintasan aman untuk menjajah Kerajaan Guo.
Pinjam
sumberdaya sekutu untuk menyerang musuh bersama. Sesudah musuh
dikalahkan, gunakan sumberdaya tersebut untuk menempatkan sekutu anda
pada posisi pertama –untuk diserang-.
Bab 5 <>
Strategy 25
Gantikan balok dengan kayu jelek.
Kacaukan
formasi musuh, ganggu metode operasinya, ubah aturan-aturan yang
digunakannya, buatlah sebuah hal yang berlawanan dengan latihan
standarnya. Dengan cara ini anda telah meruntuhkan tiang-tiang pendukung
yang dibutuhkan oleh musuh dalam membangun pasukan yang efektif.
Strategi 26
Lihat pada pohon murbei dan ganggu ulatnya.
Untuk
mendisiplinkan, mengontrol, dan mengingatkan suatu pihak yang status
atau posisinya di luar konfrontasi langsung; gunakan analogi atau
sindiran. Tanpa langsung menyebut nama, pihak yang tertuduh tidak akan
dapat memukul balik tanpa keberpihakan yang jelas.
Strategi 27
Pura-pura menjadi seekor babi untuk memakan macan. (Bergaya bodoh.)
Sembunyi
di balik topeng ketololan, mabuk, atau gila untuk menciptakan
kebingungan atas tujuan dan motivasi anda. Giring lawan anda ke dalam
sikap meremehkan kemampuan anda sampai pada akhirnya terlalu yakin akan
diri sendiri sehingga menurunkan level pertahanannya. Pada situasi ini
anda dapat menyerangnya.
Strategi 28
Jauhkan tangga ketika musuh telah sampai di atas (Seberangi sungai dan hancurkan jembatan.)
Dengan
umpan dan tipu muslihat giring musuh anda ke dalam daerah berbahaya.
Kemudian putus jalur komunikasi dan jalan untuk melarikan diri. Untuk
menyelamatkan dirinya, dia harus bertarung dengan kekuatan anda dan
sekaligus elemen alam.
Strategi 29
Hias pohon dengan bunga palsu.
Menempelkan
kembang sutera di atas pohon memberikan sebuah ilusi bahwa pohon
tersebut sehat. Dengan menggunakan muslihat dan penyamaran akan membuat
sesuatu yang tak berarti tampak berharga; tak mengancam kelihatan
berbahaya; bukan apa-apa kelihatan berguna.
Strategi 30
Buat tuan rumah dan tamu bertukar tempat.
Kalahkan
musuh dari dalam dengan menyusup ke dalam benteng lawan di bawah
muslihat kerjasama, penyerahan diri, atau perjanjian damai. Dengan cara
ini anda akan menemukan kelemahan dan kemudian saat pasukan musuh
sedang beristirahat, serang secara langsung ke jantung pertahanannya.
Bab 6 Strategi Kalah
Strategi 31
Jebakan indah. (jebakan bujuk rayu, gunakan seorang perempuan untuk menjebak seorang laki-laki.)
Kirim
musuh anda perempuan-perempuan cantik yang akan menyebabkan
perselisihan di basis pertahanannya. Strategi ini dapat bekerja pada
tiga tingkatan. Pertama, penguasa akan terpesona oleh kecantikannya
sehingga akan melalaikan tugasnya dan tingkat kewaspadaannya akan
menurun. Kedua, para laki-laki akan menunjukkan sikap agresifnya yang
akan menyulut perselisihan kecil di antara mereka, menyebabkan lemahnya
kerjasama dan jatuhnya semangat. Ketiga, para perempuan akan
termotivasi oleh rasa cemburu dan iri, sehingga akan membuat intrik
yang pada gilirannya akan semakin memperburuk situasi.
Strategi 32
Kosongkan
benteng. (Jebakan psikologis, benteng yang kosong akan membuat musuh
berpikir bahwa benteng tersebut penuh dengan jebakan.)
Ketika musuh
kuat dalam segi jumlah dan situasinya tidak menuntungkan bagi diri
anda, maka tanggalkan seluruh muslihat militer dan bertindaklah seperti
biasa. Jika musuh tidak mengetahui secara pasti situasi anda,
tindakan yang tidak biasanya ini akan meningkatkan kewaspadaan. Dengan
sebuah keberuntungan, musuh akan mengendorkan serangan.
Strategi 33
Biarkan
mata-mata musuh menyebarkan konflik di wilayah pertahanannya.
(Gunakan mata-mata musuh untuk menyebarkan informasi palsu.)
Perlemah
kemampuan tempur musuh anda dengan secara diam-diam membuat konflik
antara musuh dan teman, sekutu, penasihat, komandan, prajurit, dan
rakyatnya. Sementara ia sibuk untuk menyelesaikan konflik internalnya,
kemampuan tempur dan bertahannya akan melemah.
Strategi 34
Lukai diri sendiri untuk mendapatkan kepercayaan musuh. (Masuk pada jebakan; jadilah umpan.)
Berpura-pura
terluka akan mengakibatkan dua kemungkinan. Kemungkinan pertama,
musuh akan bersantai sejenak oleh karena dia tidak melihat anda
sebagai sebuah ancaman serius. Yang kedua adalah jalan untuk menjilat
musuh anda dengan berpura-pura luka oleh sebab musuh merasa aman.
Strategi 35
Ikat seluruh kapal musuh secara bersamaan (Jangan pernah bergantung pada satu strategi.)
Dalam
hal-hal penting, seseorang harus menggunakan beberapa strategi yang
dijalankan secara simultan. Tetap berpegang pada rencana berbeda-beda
yang dijalankan pada sebuah skema besar; dengan cara ini, jika satu
strategi gagal, anda masih memiliki beberapa strategi untuk tetap maju.
Strategi 36
Selain
dari semua hal di atas, salah satu yang paling dikenal adalah
strategi ke 36: lari untuk bertempur di lain waktu. Hal ini diabadikan
dalam bentuk peribahasa Cina:
“Jika seluruhnya gagal, mundur”
Jika
keadaannya jelas bahwa seluruh rencana aksi anda akan mengalami
kegagalan, mundurlah dan konsolidasi pasukan. Ketika pihak anda
mengalami kekalahan hanya ada tiga pilihan: menyerah, kompromi, atau
melarikan diri. Menyerah adalah kekalahan total, kompromi adalah
setengah kalah, tapi melarikan diri bukanlah sebuah kekalahan. Selama
anda tidak kalah, anda masih memiliki sebuah kesempatan untuk menang!
Peringatan :
Buku
Tsun Zhu ini tidak hanya telah dibaca oleh bangsa tertentu saja tetapi
telah dibaca juga oleh Israel, Amerika, Komunis bahkan Atheis semenjak
diterjemahkannya tulisan Sun Tzu ini ke bahasa bangsa mereka.
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5686724&page=3
Variasi dan Kemampuan Beradaptasi dalam Menghadapi Perubahan
Andrie Wongso
Pada bab ke-8 dari 13 strategi perang Sun Tzu,
dibahas tentang sejumlah kemungkinan variasi dan perubahan, yang
mencakup kebutuhan untuk beradaptasi pada perubahan. Hal tersebut
sangat penting dilakukan karena medan pertempuran selalu berubah-ubah,
baik kondisinya, cuacanya, bahkan strategi musuh saat menghadapi kita.
Hal ini sangat relevan dengan kondisi hari ini karena perubahan selalu
terjadi. Tidak ada yang tetap dalam kehidupan kecuali hukum perubahan
itu sendiri. Dan, hukum perubahan ini berlaku di mana saja dan kapan
saja, serta bisa terjadi pada siapa saja, tanpa kecuali, di berbagai
aspek kehidupan, di muka bumi ini.
Perubahan ada yang berasal dari internal maupun eksternal. Dari
internal, kita sering mengalami perubahan emosi, mulai dari naik
turunnya semangat, hingga aneka perubahan yang dilandasi oleh mentalitas
dalam diri. Selain itu, secara fisik kita juga selalu berubah, dari
bayi, tumbuh jadi bocah, remaja, dewasa, tua, hingga akhirnya mati.
Sedangkan dari eksternal, ada perubahan musim dan cuaca. Ada panas ada
dingin. Ada malam dan ada siang. Ada hujan ada kemarau. Ada gelap, ada
pula terang. Dan, semua itu berjalan beriringan sehingga selalu
mendorong terjadinya perubahan.
Karena itu, bila kita tahu
tentang hukum perubahan, yakni bahwa semua pasti berubah, akan membuat
kita selalu tersadar. Apa yang hari ini kita sebut sebagai hebat,
populer, sukses, berkuasa, belum tentu semuanya akan terus seperti itu.
Hari ini sukses, belum tentu besok akan sukses kembali. Dan
sebaliknya, jika hari ini gagal, belum tentu juga esok hari akan
mengalami kegagalan yang sama.
Menang dengan Mengetahui Kekuatan dan Kelemahan Lawan Ala Sun Tzu
Andrie Wongso
Kompetisi selalu muncul dalam berbagai wujud.
Baik yang bersifat kompetisi langsung maupun tidak langsung. Ada pula
yang bersifat sehat, tapi tak jarang pula yang sifatnya saling
mematikan satu sama lain. Maka, ibarat peperangan, organisasi yang
paling menguasai medan pertempuranlah yang akan menjadi pemenang.
Hal ini sejalan dengan apa yang dibahas dalam Bab 6 "Strategi Perang Sun Tzu"
yang berbicara khusus tentang "Kekuatan dan Kelemahan Lawan". Dan,
seperti prinsip yang dikumandangkan Panglima Perang Sun Tzu lebih dari
2500 tahun silam, maka perang haruslah berbuah kemenangan.
Dalam bab tersebut, analisis yang dilakukan Sun Tzu mencakup banyak
hal. Tetapi, kali ini kita akan lebih mengutamakan pembahasan tentang
kekuatan faktor pertama dan kekuatan fokus.
Dalam baris 6.1 disebutkan oleh Sun Tzu tentang kekuatan faktor bergerak pertama.
Disebutkan oleh Sun Tzu bahwa orang-orang yang tiba pertama di medan
pertempuran akan memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dan
bersiap-siap untuk melawan musuh.
Kekuatan Spionase ala Sun Tzu
Penulis : Andrie Wongso
Kekuatan
spionase adalah salah satu kunci keberhasilan menggali informasi. Hal
sekecil apa pun akan sangat berguna jika kita bisa memaksimalkannya.
Salah satu faktor penting untuk meraih kemenangan adalah dengan
penguasaan informasi. Karena itu, dalam Kitab Perang-nya yang
legendaris, Sun Tzu menekankan pentingnya kekuatan intelijen.
Sekadar mengingatkan, menurut Sun Tzu ada lima jenis agen rahasia,
yakni: agen lokal (orang biasa dari negara musuh yang dipekerjakan
sebagai intelijen kita), agen dalam (pejabat musuh yang direkrut dan
dipekerjakan sebagai intelijen kita), agen ganda (mata-mata musuh yang
telah kita ubah agar mau bekerja sebagai intelijen kita), agen celaka
(mata-mata kita sendiri yang sengaja dibekali dengan informasi palsu
supaya dapat mengelabui musuh), agen hidup (mata-mata kita sendiri yang
kembali dengan selamat dari wilayah musuh dengan membawa informasi
berharga).
www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/.../Rencana/
Sun
Tzu (400 – 320 SM) diyakini sebagai penulis Art of War (Seni Perang)
sebuah karya militer klasik tertua dalam literatur Cina. Art of War
diperkenalkan di Jepang sekitar tahun 716 – 735 M, dan seribu tahun
kemudian muncul di Eropa, bertepatan saat bangsa-bangsa di benua itu
memulai suatu serbuan untuk mendominasi dunia, khususnya di Asia dan
Afrika.
Buku yang ditulis sekitar 2500 tahun yang lalu ini
demikian terkenalnya, sehingga sekarang masih relevan dibaca dan
dijadikan pegangan, diaplikasikan di kehidupan perang dan segala
sesuatu yang mengandung 'persaingan/kompetisi'. Tidak hanya di dunia
militer, bahkan di dunia politik dan bisnis sekalipun ilmu perang dari
Sun Tzu ini masih dipakai hingga saat ini. Kata orang Jepang, “politik
itu bisnis, dan bisnis adalah perang."
Berikut ini adalah
sebagian isi dari Art of War yang monumental tersebut sebagai
pencerahan untuk para politikus dan juga anda yang sekarang sedang
“berperang” di bisnis, kantor, organisasi atau di tengah masyarakat.
Dan tentunya, Art of War dibaca orang bukan karena di dalamnya terdapat
pandangan-pandangan yang mutlak kebenarannya, namun lebih dari itu,
karena mereka ingin mengambil "hikmah" setelah membacanya.
SENI BERPERANG oleh : Sun Tzu
13 bab Strategi militer klasik
1. Kalkulasi
2. Perencanaan
3. Strategi
4. Kekuatan pertahanan
5. Formasi
6. Kekuatan dan kelemahan
7. Manuver
8. Sembilan varuiasi
9. Mobilitas
10. Tanah lapang
11. Sembilan situasi klasik
12. Menyerang dengan api
13. Intelijen
I. Kalkulasi
“Perang
adalah urusan vital bagi negara; jalan menuju kelangsungan hidup atau
kehancuran. Oleh karena itu, mempelajari perang secara seksama adalah
suatu keharusan;”
Lima hal yang harus dipertimbangkan dalam mempelajari peperangan :
1. Alasan moral : keyakinan rakyat dan kepentingan negara untuk tujuan bersama.
2. Alam : cuaca, iklim, waktu.
3. Situasi : jarak, sifat alami, kondisi fisik.
4. Kepemimpimnan : kebijaksanaan, kepercayaan diri, keberanian, belas kasihan.
5. Disiplin : imbalan, ancaman, hukuman, logistik.
“Seni perang sangat penting bagi negara.
I
ni menyangkut masalah hidup dan mati,
satu jalan (tao) manuju keselamatan atau kehancuran.”
Tujuh aspek dan fakta kalkulasi :
Untuk memulai perang setidaknya panglima harus memperhatikan beberapa fakta dilapangan seperti dibawah ini.
1. Siapa yang dapat mempersatukan rakyat dan angkatan bersenjata
2. Siapa yang memilki komandan yang lebih baik
3. Siapa yang mampu memanfaatkan iklim dan keadaan suatu daerah?
4. Siapa yang dapat memberi perintah dan disiplin yang lebih baik?
5. Pasukan mana yang lebih tangguh?
6. Anggota pasukan mana yang lebih terlatih?
7. Siapa yang memiliki sistem imbalan dan ancaman hukuman yang lebih adil?
Jika
kita lebih mampu memenuhi semua faktor diatas melebihi musuh, maka
kemungkinan menang kita diatas musuh, sangat wajar untuk memulai
peperangan. Namun jika faktor diatas kertas saja tidak mampu meyakinkan
panglima untuk menang bagaimana dia dapat meyakinkan rakyat dan
prajuritnya bahwa mereka semua akan berperang dan menang!
Jika tidak yakin menang untuk apa memulai perang!
“Mengetahui kapan seseorang dapat dan tidak dapat bertempur adalah kemenangan.”
“Militer yang menang, sudah menang lebih dulu, baru bertempur.
Militer yang kalah, bertempur dulu, baru mencari kemenangan.”
Tipu muslihat :
Perang
dipenuhi oleh tipu muslihat dalam bentuk strategi, siapapun yang tidak
mampu berstrategi dan tidak cakap dalam menggunakan tipu muslihat,
tidak akan menang dalam perang apapun.
1. Yang mampu harus berpura-pura tidak mampu
2. Tampillah seolah-olah tak ada apa-apa padahal sedang mengaktifkan kekuatan.
3. Bila ingin menyerbu sasaran terdekat, seolah-olah sedang ingin menyerbu yang lebih jauh.
4. Bila ingin menyerbu daerah yang lebih jauh , seakan-akan ingin menyerbu daerah yang terdekat.
“Rahasia dari tipu daya adalah mengetahui
bagaimana memanipulasi pandangan musuh.
Membuat yang jauh kelihatan dekat,
dan yang dekat kelihatan jauh.”
Eksploitasi :
1. Pancing musuh dengan umpan yang kecil, lalu hancurkanlah setelah menyebarkan perselisihan diantara angkatan bersenjata.
2. Waspada musuh senantiasa siap siaga dan tanpa kelemahan.
3. Langkah mundur jika musuh kuat
4. Berpura-pura lemah sehingga musuh dikuasai rasa puas diri.
5. Sebar perselisihan jika kekuatan musuh bersatu padu.
6. Serang saat musuh tidak siap siaga.
Pertimbangan :
1. Kekuatan dan kelemahan pasukan diri dan musuh
2. Perencanaan yang cermat.
II. Perencanaan
Waktu adalah uang :
- Perbekalan
- Pengeluaran harian
Hindari pertempuran yang berlarut :
- Moral jadi turun
- Biaya yang boros
- Tidak aman dan rentan kalah
Bertempurlah agar cepat menang
Manfaatkalah sumber-sumber kekuatan musuh :
Misal : bekal rampasan musuh
- Pancing amarah musuh
- Bangkitkan motivasi untuk membunuh
- Rangsang untuk merampas harta kekuatan musuh
Taktik jitu menentukan nasib sebuah bangsa :
- Perang cepat negara aman
- Perang berlarut larut, persediaan negara habis, ekonomi ambruk, motivasi tentara jatuh.
III. Strategi
Perbandingan jika pasukan kita berhadapan dengan musuh :
Jika pasukan kita 10 : 1 dari musuh= kepung dan serang
Jika pasukan kita 5 : 1 dari musuh= pecahkan dan bagilah musuh lalu serang
Jika pasukan kita 2 : 1 dari musuh= menyerang 2 arah
Jika pasukan kita 1 : 1 dari musuh= dahului perang
Musuh sedikit lebih besar bertahan.
Musuh lebih besar berkelit dari serangan.
Musuh jauh lebih besar, mundur.
Kepemimpinan:
1. Panglima bagaikan pilar negara
2. Jika ia cakap berperang, negara menjadi kuat
3. Jika ia bukan pejuang yang baik, negara menjadi lemah
“Sang jenderal adalah pelindung negara.
Ketika sang pelindung utuh, tentu negaranya kuat.
Kalau sang pelindung cacat, tentu negaranya lemah.”
Penguasa akan membahayakan angkatan bersenjata, jika :
Memerintahkan maju / mundur pada waktu yang tidak tepat,
Tak bisa memperlakukan kemiliteran tanpa tahu militer itu sendiri,
Mengambil alih komando tanpa paham strategi militer.
Lima cara untuk menang :
1. Tahu saat perang dan tidak berperang
2. Tahu memanfaatkan kekuatan pasukan
3. Rebut simpati dan dukungan rakyat
4. Tunggu untuk antisipasi yang belum siap
5. Perwira cakap menjadi komandan yang tanpa campur tangan pemerintah.
Mengenal lawan dan diri sendiri :
1. Tahu kekuatan sendiri dan musuh utuk mampu masuk dalam peperangan tanpa ancaman bahaya
2. Tahu kekuatan sendiri dan tak tahu kekuatan musuh memberikan kesempatan menang hanya separonya.
3. Tak tahu kekuatan sendiri dan musuh akan kalah.
“Kenalilah musuhmu, kenalilah diri sendiri.
Maka kau bisa berjuang dalam 100 pertempuran
tanpa resiko kalah.
Kenali Bumi, kenali Langit, dan kemenanganmu akan menjadi lengkap.”
IV. Kekuatan pertahanan
Alasan menyusun strategi :
1. Kita harus berjuang keras agar tidak kalah
2. Musuh yang harus terlebih dahulu membuat kesalahan besar baru kita mengalahkannya.
3.
Kita tak bisa bilang kita tak akan kalah tapi kita tak bisa memastikan
musuh akan membuat kesalahan sehingga kita meraih kemenangan, orang
bisa tahu cara untuk menang tapi tidak bisa memastikan akan memperoleh
kemenangan.
4. Yang merasa tidak yakin menang akan bertahan
5. Yang merasa akan menang maka menyeranglah
6. Meraka yang cakap dalam bertahan seolah-olah tak tampak oleh musuh
7. Mereka yang cakap dalam hal bertahan akan menang bila tiba saatnya untuk menyerang.
Menang tanpa air mata :
1. Ahli taktik akan tetap bertahan dalam keadaan aman.
2. Tak pernah lewatkan kesempatan hancurkan musuh.
3. Yang ingin menang harus terlebih dahulu menciptakan kemenangan.
Pahlawan yang benar-benar sejati tidak pernah membanggakan kecakapan atau keberanian mereka.
Mereka menang karena memiliki rasa percaya diri serta kemampuan untuk tetap pada posisi yang aman
Mengatur posisi :
1. Ahli tatik mempunyai sasaran-sasaran jelas dan disiplin yang ketat dalam pasukan.
2. Ahli taktik cakap :
a. Ukur jarak
b. Memperkirakan ongkos
c. Memepelajari kekuatan
d. Memperhitungkan kesempatan
e. Merencakan kemenangan.
http://pptapaksuci.org/keorganisasian/248-seni-berperang-art-of-war-sun-tzu.html
V. Formasi
Penyergapan tiba-tiba, konfrontasi langsung :
1. Atur pasukan (organisasi) besar dan kecil
2. Komando (Komunikasi) pasukan besar dan kecil
3. Pasukan besar.
Hakikat kejutan :
1. Perang adalah konfrontasi langsung
2. Pasukan yang melakukan kejutan akan menang
Serangan tiba-tiba dan kofrontasi langsung ada dalam peperangan, kombinasi kedunya membuat suatu variasi perang.
VI. Kekuatan dan kelemahan
Inisiatif :
1. Pasukan pertama mengambil posisi yang fleksibel
2. Pasukan akhir ikut perang walau dalam keadaan kelelahan
3. Perwira melakukan gertakan mental
4. Umpan untuk mencapai tujuan yang dimaksud
5. Gertakan ke musuh
6. Ganggu musuh
Mengacaukan musuh :
1. Buat kegaduhan (kacaukan perhatian)
2. Serang satu arah
Ibarat air :
1. Tinggi ke rendah, menghindari musuh yang kuat tapi serang yang lemah
2. Ikut bentuk yang dilalui . Rencana berubah sesuai perubahan kubu musuh.
3. Tidak dominan pada suatu perubahan, ubah strategi sesuai perubahan pihak musuh.
VII. Manuver
Dari keterbatasan ke keuntungan ;
1. Strategi yang baik adalah lebih dahulu mencapai garis depan untuk menempati posisi yang menguntungkan lalu hancurkan musuh.
2. Atur jalan pintas
3. Hitung seksama keterbatasan menjadi keuntungan.
4. Sekalipun dalam keadaan yang prima tetap dalam keadaan yang waspada.
Keuntungan dan kerugian dalam manuver dan mobilitas:
1. Amankan perbekalan
2. Pasukan yang lincah maju terus tanpa istirahat
3. Organisir pasukan
4. Negara netral tidak boleh masuk dalam persekutuan
5. Jangan berperang yang belum pernah kita tahu kondisinya
6. Manfaatkan orang asli wilayah sebagai pemandu arah
Angin, hutan, api, dan gunung :
1. Serang saat waktu yang tepat
2. Jadikan Manuver pasukan yang efektif
Angin – cepat bagai tiupan angin
Hutan – tenag sesunyi hutan
Api – ganas bagai amukan api
Gunung – tahankan diri bagai gunung
Kegelapan – sembunyi tak tembus
Kilat – serangan tiba-tiba
VIII. Sembilan variasi
1. Jangan sekali-kali mencari perlindungan disuatu wilayah yang tidak aman
2. Jangan mengabaikan basa-basi diplomasi dalam meminta simpati suatu negara.
3. Jangan menunda suatu perjalanan pada saat suatu gerakan justru sulit dilakukan.
4. Dalam situasi penuh bahaya , merencanakan untuk meloloskan diri secepat mungkin.
5. Saat situasi sulit, bertempurlah sampai titik darah penghabisan
6.
Ada rute perjalanan yang harus dihindari dan dipintasi agar dapat
mengubah keadaan yang serba terbatas untuk memberikan peluang yang
besar.
7. Biarkan musuh meloloskan diri sebagian walau punya kemampuan mengejar, pikirkan serangan berikutnya.
8. Untuk menghancurkan angkatan bersenjata, jangan terperdaya dengan kemudahan merebut kota.
9. jika perintah penguasa negara tidak mendukung kemajuan perang yang sedang berlangsung maka abaikan saja.
Kelemahan umum seorang komandan :
Bagi seorang jenderal ada lima bahaya –
Mereka Yang Bertekad mati, biasanya memang tewas.
Mereka yang Takut Mati, biasanya tertangkap.
Cepat marah, biasanya mudah dihasut.
Merasa terhormat, biasanya menolak segala hal yang merendahkan
Mengasihi orang banyak, ia bisa dibuat jengkel.
Kelimanya adalah bencana dalam militer.”
IX. Mobilitas
Penyebaran :
1. Ketika bergerak maju, jangan melalui punggung gunung / bukit tapi lewat lembah
2. Naik dataran yang lebih tinggi untuk tahu posisi yang paling menguntungkan menyerang dan bertahan.
3. Jika musuh di dataran yang lebih tinggi, jangan sekali-kali melayani/mendahului serangan.
4.
Segera seberangi sungai, jadi musuh tidak ambil kesempatan – jangan
serang musuh saat musuh di sungai – seranglah musuh saat baru menapakkan
kaki di daratan ketika separo kekuatan ada di sungai.
5. Dataran lebih tinggi lebih baik daripada sungai.
6. Jangan menyerang musuh dihulu sungai.
7. Bial bertempur ditempat berawa, tetaplah bertahan dekat dengan tepi rawa yang berumput.
8. Lebih bagus lagi bila dibelakang pasukanmu terdapat pepohonan , ini strategi untuk bertempur didaerah rawa.
9. Pertempuran di tanah datar, maka letakkanlah ditanah yang datar.
Strategi perang :
"Jika pasukan musuh tampil tenang dan mantap,
berarti yakin akan posisi strategis dan kekuatan yang dimilikinya."
"Jika pasukan musuh menantang,
biasanya berarti mereka sangat cemas gerak maju lawan."
"Jika musuh memilih berada di posisi datar yang tidak menguntungkan,
biasanya berarti mereka sedang melakukan jebakan."
X. Tanah lapang/Medan
Tipe tanah lapang/medan pertempuran:
1. Mudah dilalui
2. Sulit dilalui
3. Netral : sama-sama sulit menyerang
4. Sempit
5. Berbahaya
6. Jangkaun jauh.
Bahaya yang dilakukan oleh pemimpin militer :
“Ada enam kesalahan yang bisa menyebabkan kekalahan;
yaitu pengkhianatan, ketidakpatuhan, kesia-siaan,
ketergesa-gesaan, kekacauan, dan kekurangmampuan.”
Panglima yang cakap merupakan aset yang paling berharga .
- Panglima wajib memerintahkan perang jika yakin pasukannya akan menang.
- Jika yakin akan kalah, jangan ikuti perintah penguasa untuk perang.
“Seorang jenderal mewakili nilai-nilai kebaikan
dari kebijaksanaan, ketulusan, kemurahan hati,
keberanian, dan kedisiplinan.”
XI. Sembilan situasi klasik
Ada sembilan situasi yang perlu diketahui. Situasi disebut;
1. Biasa-biasa – apabila musuh berada di wilayah sendiri.
2. Sederhana – apabila berada wilayah musuh namun belum terlalu jauh.
3. Kritis – apabila kedua pihak sama-sama ingin memperebutkan satu posisi tertentu.
4. Terbuka – apabila berada di wilayah yang dikuasai oleh kedua belah pihak.
5. Memegang komando – apabila telah merebut posisi strategis, komando semua daerah.
6. Serius – apabila berada jaug di dalam wilayah musuh
7. Berbahaya – apabila berada di wilayah yang tidak aman dan sukar
8. Sulit – apabila berada di wilayah yang merupakan jalur masuk dan keluar
9. Putus asa – terpojok
Keprajuritan yang cakap :
1. Paham hubungan internasional dalam hal diplomasi
2. Paham keadaan alam, gunung, rawa dan lainnya.
3. Paham dapat pemandu dari penduduk sekitar.
Ular dari gunung Chang :
1. Diserang kepala ekor melawan
2. Diserang ekor kepala melawan
3. Diserang tengahnya kepala dan ekor melawan.
XII. Menyerang dengan api
Lima serangan ganas :
1. Bakar pasukan musuh
2. Rebut atau hancurkan perbekalan mereka
3. Sarana transportasi diganggu
4. Gudang senjata dihancurkan
5. Jalur perbekalan di rusak.
Serang saat musim panas dan kering atau malam hari ketika angin berhembus kencang.
Bergerak dari kesempatan yang menguntungkan :
1. Menyerang jika yakin menang.
2. Penguasa tidak menyatakan perang karena rasa marah
3. Komandan menyatakan perang bukan karena rasa dengki
4. Berperang jika punya tujuan yang pasti
XIII. Intelijen
Jenis mata-mata :
1. Penduduk setempat lawan
2. Perwira militer dalam dewan istana
3. Mata-mata yang beralih haluan tetapi dapat dibeli
4. Mata-mata pembawa kematian – tawanan yang diinterogai
5. Mata-mata pembawa kepastian – membawa informasi dengan selamat
Upah yang besar bagi mata-mata rahasia
Info dari mata-mata dianalisa
“Mata-mata merupakan elemen penting dalam perang,
karena di pundak mereka bergantung kemampuan
pasukan untuk bergerak.”
Bidang
intelijen merupakan kegiatan yang paling penting dalam peperangan
sebab tidaklah akan tersusun suatu rencana perang yang efektif tanpa
informasi dari musuh.
Keberanian terletak pada diri sendiri, sedangkan kelemahan musuh dibuat diri mereka sendiri.
Mereka
yang terlatih dalam perang dapat membuat diri mereka tak terkalahkan,
namun kelemahan musuh hanya diakibatkan oleh musuh sendiri
Mengetahui
musuh anda, mengetahui diri anda, kemenangan anda adalah keniscayaan.
Mengetahui bumi, mengetahui syurga, kemenangan anda akan menjadi
lengkap.
The art of war is of vital importance to the State. It is a matter of life and death, a road either to safety or to ruin. Hence it is a subject of inquiry which can on no account be neglected
- Sun Tzu, the Art of War
All warfare is based on deception. Hence, when able to attack, we must seem unable; when using our forces, we must seem inactive; when we are near, we must make the enemy believe we are far away; when far away, we must make him believe we are near. Hold out baits to entice the enemy. Feign disorder, and crush him.
- Sun Tzu, the Art of War
If your enemy is secure at all points, be prepared for him. If he is in superior strength, evade him. If your opponent is temperamental, seek to irritate him. Pretend to be weak, that he may grow arrogant. If he is taking his ease, give him no rest. If his forces are united, separate them. If sovereign and subject are in accord, put division between them. Attack him where he is unprepared, appear where you are not expected.
- Sun Tzu, the Art of War
"The art of using troops is this:
......When ten to the enemy's one, surround him;
......When five times his strength, attack him;
......If double his strength, divide him;
......If equally matched you may engage him;
......If weaker numerically, be capable of withdrawing;
......And if in all respects unequal, be capable of eluding him,
..........for a small force is but booty for one more powerful."
- Sun Tzu, the Art Of War
"Regard your soldiers as your children, and they will follow you into the deepest valleys.
Look on them as your own beloved sons, and they will stand by you even unto death!"
- Sun Tzu, the Art of War
the general who wins a battle makes many calculations in his temple ere the battle is fought. The general who loses a battle makes but few calculations beforehand. Thus do many calculations lead to victory, and few calculations to defeat: how much more no calculation at all! It is by attention to this point that I can foresee who is likely to w in or lose.
-Sun Tzu, the Art of War
He who wishes to fight must first count the cost. When you engage in actual fighting, if victory is long in coming, then men's weapons will grow dull and their ardor will be dampened. If you lay siege to a town, you will exhaust your strength. Again, if the campaign is protracted, the resources of the State will not be equal to the strain. Now, when your weapons are dulled, your ardor dampened, your strength exhausted and your treasure spent, other chieftains will spring up to take advantage of your extremity. Then no man, however wise, will be able to avert the consequences that must ensue... In war, then, let your great object be victory, not lengthy campaigns.
-Sun Tzu, the Art of War
Though we have heard of stupid haste in war, cleverness has never been seen associated with long delays.
-Sun Tzu, the Art of War
It is only one who is thoroughly acquainted with the evils of war that can thoroughly understand the profitable way of carrying it on.
-Sun Tzu, the Art of War
Bring war material with you from home, but forage on the enemy... use the conquered foe to augment one's own strength.
-Sun Tzu, the Art of War
In the practical art of war, the best thing of all is to take the enemy's country whole and intact; to shatter and destroy it is not so good. So, too, it is better to recapture an army entire than to destroy it.
-Sun Tzu, the Art of War
To fight and conquer in all your battles is not supreme excellence; supreme excellence consists in breaking the enemy's resistance without fighting.
-Sun Tzu, the Art of War
Thus the highest form of generalship is to balk the enemy's plans, the next best is to prevent the junction of the enemy's forces, the next in order is to attack the enemy's army in the field, and the worst policy of all is to besiege walled cities.
-Sun Tzu, the Art of War
There are three ways in which a ruler can bring misfortune upon his army: By commanding the army to advance or to retreat, being ignorant of the fact that it cannot obey; This is called hobbling the army. By attempting to govern an army in the same way as he administers a kingdom, being ignorant of the conditions which obtain in an army; This causes restlessness in the soldier's minds. By employing the officers of his army without discrimination, through ignorance of the military principle of adaptation to circumstances. This shakes the confidence of the soldiers.
-Sun Tzu, the Art of War
He will win who knows when to fight and when not to fight. He will win who knows how to handle both superior and inferior forces. He will win whose army is animated by the same spirit throughout all its ranks. He will win who, prepared himself, waits to take the enemy unprepared. He will win who has military capacity and is not interfered with by the sovereign.
-Sun Tzu, the Art of War
If you know the enemy and know yourself, you need not fear the result of a hundred battles. If you know yourself but not the enemy, for every victory gained you will also suffer a defeat. If you know neither the enemy nor yourself, you will succumb in every battle.
- Sun Tzu
The good fighters of old first put themselves beyond the possibility of defeat, and then waited for an opportunity of defeating the enemy. To secure ourselves against defeat lies in our own hands, but the opportunity of defeating the enemy is provided by the enemy himself. Thus the good fighter is able to secure himself against defeat, but cannot make certain of defeating the enemy.
- Sun Tzu
Making no mistakes is what establishes the certainty of victory, for it means conquering an enemy that is already defeated.
- Sun Tzu
The victorious strategist only seeks battle after the victory has been won, whereas he who is destined to defeat first fights and afterwards looks for victory.
- Sun Tzu
Fighting with a large army under your command is nowise different from fighting with a small one: it is merely a question of instituting signs and signals.
- Sun Tzu
In all fighting, the direct method may be used for joining battle, but indirect methods will be needed in order to secure victory. In battle, there are not more than two methods of attack - the direct and the indirect; yet these two in combination give rise to an endless series of maneuvers. The direct and the indirect lead on to each other in turn. It is like moving in a circle - you never come to an end. Who can exhaust the possibilities of their combination?
- Sun Tzu
Whoever is first in the field and awaits the coming of the enemy, will be fresh for the fight; whoever is second in the field and has to hasten to battle will arrive exhausted.
- Sun Tzu
The clever combatant imposes his will on the enemy, but does not allow the enemy's will to be imposed on him.
- Sun Tzu
An army may march great distances without distress, if it marches through country where the enemy is not. You can be sure of succeeding in your attacks if you only attack places which are undefended. You can ensure the safety of your defense if you only hold positions that cannot be attacked.
- Sun Tzu
Hence that general is skillful in attack whose opponent does not know what to defend; and he is skillful in defense whose opponent does not know what to attack.
- Sun Tzu
If we wish to fight, the enemy can be forced to an engagement even though he be sheltered behind a high rampart and a deep ditch. All we need do is attack some other place that he will be obliged to relieve. If we do not wish to fight, we can prevent the enemy from engaging us even though the lines of our encampment be merely traced out on the ground. All we need do is to throw something odd and unaccountable in his way.
- Sun Tzu
Should the enemy strengthen his van, he will weaken his rear; should he strengthen his rear, he will weaken his van; should he strengthen his left, he will weaken his right; should he strengthen his right, he will weaken his left. If he sends reinforcements everywhere, he will everywhere be weak.
- Sun Tzu
In making tactical dispositions, the highest pitch you can attain is to conceal them.
- Sun Tzu
Military tactics are like unto water; for water in its natural course runs away from high places and hastens downwards... Water shapes its course according to the nature of the ground over which it flows; the soldier works out his victory in relation to the foe whom he is facing. Therefore, just as water retains no constant shape, so in warfare there are no constant conditions. He who can modify his tactics in relation to his opponent and thereby succeed in winning, may be called a heaven-born captain.
- Sun Tzu
So in war, the way is to avoid what is strong and to strike at what is weak.
- Sun Tzu
The difficulty of tactical maneuvering consists in turning the devious into the direct, and misfortune into gain.
- Sun Tzu
Maneuvering with an army is advantageous; with an undisciplined multitude, most dangerous.
- Sun Tzu
We cannot enter into alliances until we are acquainted with the designs of our neighbors.
- Sun Tzu
Do not interfere with an army that is returning home. When you surround an army, leave an outlet free. Do not press a desperate foe too hard.
- Sun Tzu
The art of war teaches us to rely not on the likelihood of the enemy's not coming, but on our own readiness to receive him; not on the chance of his not attacking, but rather on the fact that we have made our position unassailable.
- Sun Tzu
When the common soldiers are too strong and their officers too weak, the result is INSUBORDINATION. When the officers are too strong and the common soldiers too weak, the result is COLLAPSE. When the higher officers are angry and insubordinate, and on meeting the enemy give battle on their own account from a feeling of resentment, before the commander-in-chief can tell whether or no he is in a position to fight, the result is RUIN.
- Sun Tzu
The general who advances without coveting fame and retreats without fearing disgrace, whose only thought is to protect his country and do good service for his sovereign, is the jewel of the kingdom.
- Sun Tzu
Regard your soldiers as your children, and they will follow you into the deepest valleys; look upon them as your own beloved sons, and they will stand by you even unto death. If, however, you are indulgent, but unable to make your authority felt; kind-hearted, but unable to enforce your commands; and incapable, moreover, of quelling disorder: then your soldiers must be likened to spoilt children; they are useless for any practical purpose.
- Sun Tzu
If we know that our own men are in a condition to attack, but are unaware that the enemy is not open to attack, we have gone only halfway towards victory. If we know that the enemy is open to attack, but are unaware that our own men are not in a condition to attack, we have gone only halfway towards victory. If we know that the enemy is open to attack, and also know that our men are in a condition to attack, but are unaware that the nature of the ground makes fighting impracticable, we have still gone only halfway towards victory.
- Sun Tzu
If you know the enemy and know yourself, your victory will not stand in doubt; if you know Heaven and know Earth, you may make your victory complete.
- Sun Tzu
On dispersive ground, therefore, fight not. On facile ground, halt not. On contentious ground, attack not. On open ground, do not try to block the enemy's way. On the ground of intersecting highways, join hands with your allies. On serious ground, gather in plunder. In difficult ground, keep steadily on the march. On hemmed-in ground, resort to stratagem. On desperate ground, fight.
- Sun Tzu
If asked how to cope with a great host of the enemy in orderly array and on the point of marching to the attack, I should say: "Begin by seizing something which your opponent holds dear; then he will be amenable to your will." Rapidity is the essence of war: take advantage of the enemy's unreadiness, make your way by unexpected routes, and attack unguarded spots.
- Sun Tzu
Throw your soldiers into positions whence there is no escape, and they will prefer death to flight. If they will face death, there is nothing they may not achieve.
- Sun Tzu
If our soldiers are not overburdened with money, it is not because they have a distaste for riches; if their lives are not unduly long, it is not because they are disinclined to longevity.
- Sun Tzu
Bestow rewards without regard to rule, issue orders without regard to previous arrangements; and you will be able to handle a whole army as though you had to do with but a single man.
- Sun Tzu
Unhappy is the fate of one who tries to win his battles and succeed in his attacks without cultivating the spirit of enterprise; for the result is waste of time and general stagnation. Hence the saying: The enlightened ruler lays his plans well ahead; the good general cultivates his resources.
- Sun Tzu
Move not unless you see an advantage; use not your troops unless there is something to be gained; fight not unless the position is critical. If it is to your advantage, make a forward move; if not, stay where you are. Anger may in time change to gladness; vexation may be succeeded by content.
- Sun Tzu
No leader should put troops into the field merely to gratify his own spleen; no leader should fight a battle simply out of pique. But a kingdom that has once been destroyed can never come again into being; nor can the dead ever be brought back to life. Hence the enlightened leader is heedful, and the good leader full of caution.
- Sun Tzu quotes
Spies cannot be usefully employed without a certain intuitive sagacity; (2) They cannot be properly managed without benevolence and straight forwardness; (3) Without subtle ingenuity of mind, one cannot make certain of the truth of their reports; (4) Be subtle! be subtle! and use your spies for every kind of warfare; (5) If a secret piece of news is divulged by a spy before the time is ripe, he must be put to death together with the man to whom the secret was told.
- Sun Tzu quotes
The enemy's spies who have come to spy on us must be sought out, tempted with bribes, led away and comfortably housed. Thus they will become double agents and available for our service. It is through the information brought by the double agent that we are able to acquire and employ local and inward spies. It is owing to his information, again, that we can cause the doomed spy to carry false tidings to the enemy.
- Sun Tzu quotes
"To capture the enemy's entire army is better than to destroy it; to take intact a regiment, a company, or a squad is better than to destroy them. For to win one hundred victories in one hundred battles is not the supreme of excellence. To subdue the enemy without fighting is the supreme excellence."
- Sun Tzu quotes