Laman

Rabu, 13 Oktober 2010

Terjebak 2 Bulan di Dalam Tanah, Diselamatkan NASA//www.ghamblush.blogspot.com





Rabu, 13-Oktober-2010 NASA dikenal sebagai lembaga milik AS yang prestasinya membuat manusia bisa menjelajah ruang angkasa. Namun ketika puluhan orang terjebak di dalam tanah sedalam hampir 1 kilometer, NASA pula yang diminta bantuan. Itulah kejadian yang sekarang jadi perhatian dunia, ketika 33 orang penambang Cile akan diselamatkan dari dalam tempat tambang emas yang runtuh dan mengubur mereka sejak 5 Agustus lalu (69 hari lalu).
 
Pada awalnya hampir tak ada yang optimis para penambang itu bisa diselamatkan. Maklumlah mereka terjebak di kedalaman 700 meter di dalam tanah. Upaya penggalian sempat diragukan akan berhasil menyelamatkan mereka hidup-hidup karena bisa saja penggalian untuk mengevakuasi itu justru akan membuat ruang bawah tanah tempat penambang terjebak itu runtuh.
 
Akhirnya pemerintah Cile meminta bantuan NASA (Badan Antariksa Amerika Serikat). Tenaga ahli NASA datang ke Cile. Skenario dibuat. Cara menyelamatkan penambang yang terjebak itu adalah dengan membuat terowongan vertikalmenembus ke ruang tempat mereka berkumpul. Namun itu pun tidak gampang dan memakan waktu lama. Diperkirakan pengeboran dengan hati-hati itu akan memakan waktu sekitar empat bulan.
 
Lamanya waktu pengeboran itu karena sulitnya medan yang mengubur mereka. Selain itu pengeboran yang dilakukan pun tidak gampang. Setiap harinya, pengeboran hanya bisa menggali 8 hingga 15 meter. Itupun untuk lubang berdiameter 40 cm. Setelah itu pengeboran kedua dilakukan untuk melebarkan lubang galian hingga memiliki diameter 70 cm. Melalui lubang berdiamter 70 cm itulah para penambang itu akan diselamatkan.
 
Untuk menjaga keselamatan penambang, ke dalam lubang itu disisipkan pipa baja setebal 12 cm dengan diameter60,9 cm. Setelah pipa baja terpasang, digunakan kapsul semacam lift untuk mengangkat mereka satu per satu. Karena itulah, untuk mengangkut seluruh 33 penambang itu dibutuhkan waktu 48 jam atau lebih dari satu jam untuk setiap orang.

Masih Hidup

Sebelum upaya pengeboran dilakukan, tim evakuasi memastikan apakah para penambang masih hidup. Melalui pengeboran lubang kecil hingga menembus para penambang, akhirnya diketahui mereka masih hidup. Tim penyelamat bahkan bisa melihat mereka melalui kamera video yang dikirim ke para penambang dan meminta mereka merekam keadaan di dalam.Akhirnya komunikasi pun lancar baik keluarga di atas maupun para penambang bisa berhubungan. Tak hanya itu pasokan makanan, obat-obatan, pakaian, dan lain sebagainya bisa pula dipasok ke dalam tanah melalui lubang kecil itu.
 
Para ahli NASA berperan dalam memberi pelatihan para penambang agar bisa bertahan hidup di dalam. Misalnya, mereka diminta latihan fisik untuk tetap menjaga kondisi fisiknya. NASA juga yang mengirimkan aneka peralatan untuk membantu penyelamatan itu.
 
Rekor Baru
 
Rupanya penggalian lubang penyelamatan bisa dilakukan lebih cepat. Pada 12 Oktober 2010, upaya pengangkatan penambang pun dimulai. Karena penyelamatan dilakukan satu per satu maka untuk mengangkatnya diurut berdasakan tingkat kesehatan para penambang. Kelompok pertama yang akan diangkat adalah para penambang yang kondisi kesehatannya fit. Kelompok kedua adalah para penambang yang sakit. Dan kelompok ketiga yang akan diangkat adalah para penambang yang paling kuat.
 
Proses Penyelamatan
 
Akhirnya terpilih Florencio Avalos, 31 tahun, menjadi penambang pertama yang muncul ke permukaan setelah terkubur selama 69 hari. Ini adalah rekor baru orang bisa bertahan di dalam tanah setelah terjebak tanah yang runtuh. Mereka bisa bertahan hidup tak hanya berkat pasokan makanan dan obat-obatan dari atas, tetapi juga berkat dorongan motivasi baik dari keluarga, pemerintah Cile, dan tim ahli.
 
Florencio memeluk Presiden Cile
 
Florencio muncul mengenakan helm, kaca mata pelindung. Senyumnya segera mengembang begitu menghirup udara segar. Keharuan pecah. Florencio lalu memeluk Bairo, anaknya yang berusia 7 tahun dan istrinya. Setelah itu memeluk Presiden Cile Sebastian Pinera dan tim penyelamat. Kemunculan Florencio tak hanya disambut isak tangis tetapi juga teriakan, "Chi, Chi, Chi ...... Le, Le, Le....." nama negaranya. Seluruh dunia menyaksikan keajaiban penyelamatan itu, pantang menyerah para penambang dan tim penyelamat, serta upaya kerja keras mereka. Luar biasa!!
 
Sanak keluarga para penambang, larut dalam rasa haru dan gembira.

Kamis, 07 Oktober 2010

Bunda tolong mandikan aku sekali saja, please...?! ----------> (Mom Top Story)



Dewi adalah sahabat saya, ia adalah seorang mahasiswi yang berotak cemerlang dan memiliki idealisme yang tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ''Why not to be the best?,'' begitu ucapan yang kerap kali terdengar dari mulutnya, mengutip ucapan seorang mantan presiden Amerika.

Ketika Kampus, mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht-Belanda, Dewi termasuk salah satunya.

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Dewi mendapat pendamping hidup yang ''selevel''; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi. tak lama berselang lahirlah Bayu, buah cinta mereka, anak pertamanya tersebut lahir ketika Dewi diangkat manjadi staf diplomat, bertepatan dengan suaminya meraih PhD. Maka lengkaplah sudah kebahagiaan mereka.

Ketika Bayu, berusia 6 bulan, kesibukan Dewi semakin menggila. Bak seekor burung garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain. Sebagai seorang sahabat setulusnya saya pernah bertanya padanya, "Tidakkah si Bayu masih terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal oleh ibundanya ?" Dengan sigap Dewi menjawab, "Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya dengan sempurna". "Everything is OK !, Don’t worry Everything is under control kok !" begitulah selalu ucapannya, penuh percaya diri.

Ucapannya itu memang betul-betul ia buktikan. Perawatan anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter termahal. Dewi tinggal mengontrol jadwal Bayu lewat telepon. Pada akhirnya Bayu tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas mandiri dan mudah mengerti.

Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang betapa hebatnya ibu-bapaknya. Tentang gelar Phd. dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang berlimpah. "Contohlah ayah-bundamu Bayu, kalau Bayu besar nanti jadilah seperti Bunda". Begitu selalu nenek Bayu, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.

Ketika Bayu berusia 5 tahun, neneknya menyampaikan kepada Dewi kalau Bayu minta seorang adik untuk bisa menjadi teman bermainnya dirumah apa bila ia merasa kesepian.

Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Dewi dan suaminya kembali meminta pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Bayu. Lagi-lagi bocah kecil inipun mau ''memahami'' orangtuanya.

Dengan Bangga Dewi mengatakan bahwa kamu memang anak hebat, buktinya, kata Dewi, kamu tak lagi merengek minta adik. Bayu, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek dan sangat mandiri. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek. Bahkan, tutur Dewi pada saya , Bayu selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Dewi sering memanggilnya malaikat kecilku. Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, namun Bayu tetap tumbuh dengan penuh cinta dari orang tuanya. Diam-diam, saya jadi sangat iri pada keluarga ini.

Suatu hari, menjelang Dewi berangkat ke kantor, entah mengapa Bayu menolak dimandikan oleh baby sitternya. Bayu ingin pagi ini dimandikan oleh Bundanya," Bunda aku ingin mandi sama bunda...please...please bunda", pinta Bayu dengan mengiba-iba penuh harap.

Karuan saja Dewi, yang detik demi detik waktunya sangat diperhitungkan merasa gusar dengan permintaan anaknya. Ia dengan tegas menolak permintaan Bayu, sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Bayu agar mau mandi dengan baby sitternya. Lagi-lagi, Bayu dengan penuh pengertian mau menurutinya, meski wajahnya cemberut.

Peristiwa ini terus berulang sampai hampir sepekan. "Bunda, mandikan aku !" Ayo dong bunda mandikan aku sekali ini saja...?" kian lama suara Bayu semakin penuh tekanan. Tapi toh, Dewi dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Bayu sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Bayu bisa ditinggal juga dan mandi bersama Mbanya.

Sampai suatu sore, Dewi dikejutkan oleh telpon dari sang baby sitter, "Bu, hari ini Bayu panas tinggi dan kejang-kejang. Sekarang sedang di periksa di Ruang Emergency".

Dewi, ketika diberi tahu soal Bayu, sedang meresmikan kantor barunya di Medan. Setelah tiba di Jakarta, Dewi langsung ngebut ke UGD. Tapi sayang... terlambat sudah...Tuhan sudah punya rencana lain. Bayu, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh Tuhannya.. Terlihat Dewi mengalami shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah untuk memandikan putranya, setelah bebarapa hari lalu Bayu mulai menuntut ia untuk memandikannya, Dewi pernah berjanji pada anaknya untuk suatu saat memandikannya sendiri jika ia tidak sedang ada urusan yang sangat penting. Dan siang itu, janji Dewi akhirnya terpenuhi juga, meskipun setelah tubuh si kecil terbujur kaku.

Ditengah para tetangga yang sedang melayat, terdengar suara Dewi dengan nada yang bergetar berkata "Ini Bunda Nak...., Hari ini Bunda mandikan Bayu ya...sayang....! akhirnya Bunda penuhi juga janji Bunda ya Nak.." . Lalu segera saja satu demi satu orang-orang yang melayat dan berada di dekatnya tersebut berusaha untuk menyingkir dari sampingnya, sambil tak kuasa untuk menahan tangis mereka.

Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, para pengiring jenazah masih berdiri mematung di sisi pusara sang Malaikat Kecil. . Berkali-kali Dewi, sahabatku yang tegar itu, berkata kepada rekan-rekan disekitanya, "Inikan sudah takdir, ya kan..!" Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya di panggil, ya dia pergi juga, iya kan?". Saya yang saat itu tepat berada di sampingnya diam saja. Seolah-olah Dewi tak merasa berduka dengan kepergian anaknya dan sepertinya ia juga tidak perlu hiburan dari orang lain.

Sementara di sebelah kanannya, Suaminya berdiri mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pucat pasi dengan bibir bergetar tak kuasa menahan air mata yang mulai meleleh membasahi pipinya.

Sambil menatap pusara anaknya, terdengar lagi suara Dewi berujar, "Inilah konsekuensi sebuah pilihan!" lanjut Dewi, tetap mencoba untuk tegar dan kuat.

Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja yang menusuk hidung hingga ke tulang sumsum. Tak lama setelah itu tanpa di duga-duga tiba-tiba saja Dewi jatuh berlutut, lalu membantingkan dirinya ke tanah tepat diatas pusara anaknya sambil berteriak-teriak histeris. "Bayu maafkan Bunda ya sayaang..!!, ampuni bundamu ya nak...? serunya berulang-ulang sambil membenturkan kepalanya ketanah, dan segera terdengar tangis yang meledak-ledak dengan penuh berurai air mata membanjiri tanah pusara putra tercintanya yang kini telah pergi untuk selama-lamanya.

Sepanjang persahabatan kami, rasanya baru kali ini saya menyaksikan Dewi menangis dengan histeris seperti ini.

Lalu terdengar lagi Dewi berteriak-teriak histeris "Bangunlah Bayu sayaaangku....Bangun Bayu cintaku, ayo bangun nak.....?!?" pintanya berulang-ulang, "Bunda mau mandikan kamu sayang.... Tolong Beri kesempatan Bunda sekali saja Nak.... Sekali ini saja, Bayu.. anakku...?" Dewi merintih mengiba-iba sambil kembali membenturkan kepalanya berkali-kali ke tanah lalu ia peluki dan ciumi pusara anaknya bak orang yang sudah hilang ingatan. Air matanya mengalir semakin deras membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Bayu.

Senja semakin senyap, aroma bunga kamboja semakin tercium kuat manusuk hidung membuat seluruh bulu kuduk kami berdiri menyaksikan peristiwa yang menyayat hati ini...tapi apa hendak di kata, nasi sudah menjadi bubur, sesal kemudian tak berguna. Bayu tidak pernah mengetahui bagaimana rasanya dimandikan oleh orang tuanya karena mereka merasa bahwa banyak hal yang jauh lebih penting dari pada hanya sekedar memandikan seorang anak.

Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua yang sering merasa hebat dan penting dengan segala kesibukannya. 
 
Regards.

1 love u MOM...!

Pelajaran Berharga untuk kita para guru di Tanah Air tercinta



Berikut adalah pengalaman seorang guru Les Piano tentang salah seorang muridnya yang bernama Wo Jin Yu .

Suatu ketika dia mendapatkan seorang murid yang bernama Wo jin yu yang berusia 12 tahun, Pada saat pertama kali mendaftar les ia di antar oleh ayahnya.

Pada hari pertama mengikuti kursus seperti biasa sang guru piano mengatakan bahwa ia senang sekali menerima Wo sebagai muridnya, karena usia Wo masih sangat muda dan itu akan sangat baik sekali karena pada usia dini biasanya seseorang akan sangat mudah sekali untuk di ajari seuatu terutama musih katanya.

Maka sejak hari itu Wo kecil mulai belajar bermain piano, namun saya melihat sepertinya dia kaku sekali, jari-jemarinya sulit sekali di gerakkan, selain itu sang guru piano juga mendapati bahwaWo sangat tidak peka dengan bunyi-bunyi nada. Tapi tak apalah pikirnya karena mungkin ini hari pertamanya.

Namun demikian sepertinya Wo terus berusaha dengan keras untuk memainkan jari-jarinya di atas piano tersebut dengan bunyi yang tidak beraturan dan agak memekakan terlinga.

Beberapa bulan Wo telah mencoba mempelajari segala yang saya wajibkan untuk dipelajarinya, namun sepertinya tidak ada kemajuan yang begitu berarti. Sampai suatu ketika sempat terlontar kata dari saya bahwa sepertinya Wo tidak memiliki bakat yang cukup untuk menjadi seorang pianis yang baik. Namun Wo mengatakan bahwa ia ingin bisa bermain piano karena ibunya ingin sekali ia bisa bermain piano. Dan Wo mengatakan bahwa ia sesungguhnya kurang menyukai piano namun ia begitu mencintai Ibunya. Sehingga ia akan terus berusaha untuk bisa bermain piano.

Karena sepertinya sulit sekali saya mengajarinya untuk bermain piano, suatu ketika saya katakan padanya bahwa mungkin ia bisa mempelajari alat musik lainya, Namun Wo dengan tegas mengatakan Tidak, saya harus bisa bermain piano, suatu saat ibu saya akan bisa mendengar saya bermain piano dengan baik. katanya mantap.

Setiap hari semangat Wo untuk bermain piano semakin tinggi dan ia terlihat semakin bekerja keras untuk bermain piano. Belakangan saya mengetahui bahwa dirumah pun ia terus berlatih piano siang dan malam. Setiap hari Wo selalu di antar jemput oleh ayahnya. Namun sudah beberapa hari ini sepertinya Wo tidak datang untuk berlatih piano lagi, ada apa gerangan, dalam bathin saya bertanya-tanya. Tapi saya berpikir tak apalah mungkin saja pada akhirnya dia menyadari bahwa memang dia tidak berbakat untuk bermain piano dan memutuskan untuk berhenti. Ahrinya saya memutuskan untuk tidak menghubunginya.

Enam bulan setelah kejadian itu saya membagikan brosus pada para murid piano saya untuk memberitahukan bahwa dua minggu lagi akan di adakan konser musik piano di balai kota yang akan dimainkan oleh anak-anak murid asuhan saya. Namun saya agak terkejut ketika tiba-tiba Wo datang dan menyatakan ia ingin ikut serta dalam pertunjukan konser tersebut.

Lalu saya katakan sebenarnya pertunjukan konser itu hanya untuk murid-murid les saya saja, dan karena Wo sudah lama tidak les maka sepertinya Wo tidak bisa mengikutnya. Namun dengan nada serius dan setengah memaksa Wo meminta saya agar ia bisa mengikutinya. Ia berkata bahwa selama enam bulan ini ia tidak bisa datang Les karena ibunya sedang sakit dan ia tidak mau meninggalnya sendirian di rumah. Lalu dia juga meyakinkan saya bahwa meskipun tidak ikut les ia terus berlatih keras siang dan malam untuk bisa bermain piano. Dan dengan nada memelas dia berkata... Tolonglah bu beri saya kesempatan untuk bisa ikut serta dalam pertunjukan tersebut.

Saya berpikir jika Wo ikut mungkin bisa merusak pertunjukan yang ada nanti, tapi entah mengapa dari dalam bathin saya kok seperti ada dorongan kuat untuk memberikan kesempatan pada anak ini untuk mengikutnya hingga pada akhirnya saya pun mengijinkan Wo untuk ikut.

Malam pertunjukan datang. Balai Kotapun dipenuhi dengan orang tua, teman, dan relasi. Saya menempatkan Wo pada urutan terakhir persis sebelum saya tampil ke depan untuk berterima kasih dan memainkan bagian terakhir dari konser malam itu. Saya rasa jika terjadi kesalahan yang buat oleh Wo di akhir acara nanti saya bisa menutupinya dengan permainan saya.

Pertunjukan itu berlangsung tanpa masalah. Murid-murid telah berlatih dan hasilnya sangat bagus. Lalu tibalah kini giliran Wo naik ke panggung. Bajunya kusut dan rambutnya agak berantakan saya berpikir dalam hati. "Kenapa dia tak berpakaian seperti murid lainnya?" dan. "Kenapa ibunya tidak menyisir rambutnya setidaknya untuk malam ini saja..?"

Wo menarik kursi piano dan mulai bicara. Saya terkejut ketika Wo menyatakan bahwa dia telah memilih untuk memainkan karya Mozart's Concerto #21 in C Major. Jantung saya berdebar keras menantikan apa yang terjadi karena saya tahu itu adalah tidak mudah apa lagi bagi seorang anak seperti Wo. Namun tiba-tiba saja terdengar alunan nada yang begitu indah, terlihat ayunan jarinya ringan di tuts nada, bahkan menari nari dengan indah dan gesitnya. Dia berpindah dari pianossimo ke fortissimo... dari allegro ke virtuoso. sungguh sangat mengagumkan!

Saya tak pernah mendengar lagu Mozart dimainkan orang seumur anak 12 tahun sebagus itu! Setelah enam setengah menit, dia mengakhirinya dengan crescendo besar, dan tanpa sadar telah membuat semua orang terpana seolah tidak percaya pada apa yang mereka lihat dan mereka dengar...namun taklama setelah itu terdengar tepuk tangan yang riuh dan sangat meriah.

Segera saja mata saya berlinangan air mata, saya segera naik ke panggung dan memeluk Wo dengan penuh rasa haru dan sukacita."Saya belum pernah mendengar kau bermain seperti seindah itu, Wo! Bagaimana kau melakukannya?" Melalui pengeras suara Wo menjawab, "Bu Yun Yi.. masih ingatkah ibu ketika saya berkata bahwa mama saya sedang sakit? Ya, sebenarnya mama saya sedang sakit kanker dan dia baru saja meninggal tadi pagi. Tahukah ibu bahwa sebenarnya... mama saya itu tuli sejak lahir jadi aku yakin malam inilah pertama kali ia bisa mendengar suara aku bermain piano. Permainanku malam ini sengaja aku persembahkan khusus bagi mama ku sebelum ia pergi menemui Tuhannya."

Tak satupun dari para penonton yang hadir malam itu yang kuasa untuk menahan airmatanya, bahkan dari beberapa sudut ruangan terdengar beberapa isakan tangis penuh keharuan.

Ketika panitia membawa Wo dari panggung turun ke ruang istirahat, saya menyadari meskipun mata saya masih merah dan bengkak, namun saya begitu bersyukur betapa hidup saya jauh lebih berarti karena pernah menerima Wo sebagai murid saya. selama ini saya selalu merasa sebagai guru bagi mereka, tapi malam ini saya merasa menjadi murid yang telah di beri pelajaran berharga oleh Wo. Dialah sesungguhnya guru kehidupan bagi saya dan sayalah muridnya. Karena malam ini Wo mengajarkan pada saya arti sebuah cinta kasih dan keberhasilan.

Selasa, 05 Oktober 2010

DIALOG IMAJINER ANTARA TUHAN DENGAN MANUSIA (Sebuah Perenungan)


Man : Selamat pagi Tuhan, sekiranya Tuhan punya waktu sedikit aku ingin bertanya...

GOD : Waktu-Ku adalah KEKEKALAN, tidak ada masalah tentang waktu. Apa pertanyaanmu?

Man : Terima kasih.... Apa yang PALING MENGHERANKAN bagi-Mu tentang kami "MANUSIA"?

GOD : Kalian itu makhluk yang "ANEH"….

#Pertama, suka MENCEMASKAN MASA DEPAN , sampai LUPA dengan HARI INI...Sehingga kalian LUPA BERSYUKUR dan BERUSAHA.

#Kedua, kalian HIDUP di dunia seolah-olah KEKAL TIDAK akan MATI. Kalian LEBIH BANYAK mengumpulkan BEKAL hidup di DUNIA, daripada BEKAL setelah MATI. Padahal hidup di DUNIA hanyalah SEMENTARA, dan hidup SETELAH MATI adalah KEKEKALAN.

#Ketiga, kalian cepat BOSAN sebagai ANAK-ANAK dan TERBURU-BURU ingin DEWASA, namun setelah DEWASA kalian KEKANAK-KANAKAN : suka bertengkar, ngambek, dan ribut karena soal soal sepele.

#Keempat, kalian RELA KEHILANGAN KESEHATAN demi MENGEJAR UANG, tetapi kemudian membayar dengan UANG untuk mengembalikan KESEHATAN.

#Kelima, kalian lebih TABAH manakala Aku UJI dengan KEMELARATAN dan PENYAKIT dibandingkan saat Aku uji dengan banyak rizki dan kesehatan.
Kala kalian MELARAT dan SAKIT, kalian LEBIH DEKAT kepada-Ku dengan ibadah dan doa.
Padahal Aku SENANG bila kalian MENDEKAT kepada-Ku, tapi kalian tidak suka dengan KEMELARATAN dan PENYAKIT tersebut.

Hal-hal itulah yang membuat hidup kalian SUSAH.

Man : Lantas apa nasihat Tuhan agar kami bisa hidup BAHAGIA ?

GOD : Sebenarnya semua nasihat sudah pernah diberikan.
Inilah satu lagi keanehan kalian : SUKA MELUPAKAN nasihat-Ku.
Baiklah Ku ulangi lagi ya beberapa nasehat yg penting:

1. Kalian harus sadar bahwa MENGEJAR RIZKI adalah sebuah KESALAHAN.
Yang seharusnya kalian lakukan ialah MENATA DIRI agar kalian LAYAK dikucuri rizki.
Ingat, rizki berasal dari-Ku.
Jadi JANGAN MENGEJAR RIZKI, tetapi biarlah RIZKI yang MENGEJAR kalian.

2. Ingat : "SIAPA" yang kalian miliki itu LEBIH BERHARGA dari pada "APA" yang kalian punyai.
Memilik "SIAPA" akan mendatangkan "APA", Kehilangan "SIAPA" akan kehilangan "APA" juga...Tetapi bila kamu kehilangan "APA" masih ada "SIAPA" yang akan membantumu.
Jadi, PERBANYAKLAH teman, JAUHI permusuhan...

3. Jangan bodoh dengan CEMBURU dan membandingkan yang dimiliki orang lain, BERSYUKURLAH dengan apa yang telah kalian terima. Karena semuanya akan ditanya DARIMANA kamu dapatkan dan UNTUK APA dibelanjakan.

4. Ingat orang KAYA bukanlah dia yang berhasil mengumpulkan harta yang paling banyak, tetapi adalah dia yang PALING "SEDIKIT" MEMERLUKAN hartanya, sehingga masih sanggup MEMBERI kepada sesamanya.

Pengikut